MALANG – Kampung Heritage Kayutangan Malang kembali ramai diburu wisatawan, terutama mereka yang ingin menikmati suasana kota lama dengan sentuhan estetik dan banyak spot foto. Berada di pusat Kota Malang, kawasan ini menawarkan pengalaman jalan kaki santai menyusuri gang-gang kampung, melihat rumah-rumah bergaya jadul, mural menarik, hingga menikmati kuliner sederhana yang dijual warga.
Tak sedikit pelancong yang datang karena penasaran dengan nuansa “heritage” yang terasa kuat. Apalagi udara Kota Malang yang sejuk membuat aktivitas eksplorasi kampung semakin nyaman, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata kota tanpa harus pergi jauh ke pegunungan.
Dalam video yang beredar, pengunjung memulai perjalanan dari pintu masuk Kampung Heritage Kayutangan yang berada di kawasan Jalan Jenderal Basuki Rahmat. Begitu masuk, suasana kampung langsung terasa berbeda. Ada kios kecil, kedai makanan, serta pedagang yang menjajakan jajanan tradisional. Di beberapa titik, wisatawan juga bisa menemukan tempat ngopi sederhana untuk beristirahat sejenak.
Menariknya, tiket masuk Kampung Heritage Kayutangan Malang hanya Rp5.000 per orang. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati suasana kampung wisata yang cukup lengkap. Bahkan, kendaraan motor juga masih bisa masuk ke beberapa area, meski wisata berjalan kaki tetap menjadi pilihan utama agar bisa lebih leluasa menikmati setiap sudutnya.
Salah satu spot yang mencuri perhatian wisatawan adalah area sungai dan jalur tangga yang kerap disebut sebagai “Tangga Seribu”. Lokasinya terlihat ikonik karena sering muncul di media sosial. Di sekitar jalur ini, terdapat tempat duduk dan area yang cocok untuk berfoto. Sungainya pun tampak bersih dan terawat, menambah kesan nyaman saat berjalan menyusuri kawasan kampung.
Tidak hanya suasana kampung dan spot foto, wisatawan juga bisa menemukan sisi sejarah di kawasan ini. Dalam perjalanan, pengunjung sempat singgah di area makam Mbah Honggo. Dari informasi yang terpampang, Mbah Honggo atau Pangeran Honggo Kusumo dikenal sebagai guru spiritual keluarga Bupati Malang pertama, RAA Notodiningrat. Lokasi makam berada di area yang dikelilingi rumah warga, dengan suasana yang sederhana dan tenang.
Di beberapa gang, pengunjung juga menemukan banyak warung kecil yang menjadi tempat favorit wisatawan untuk duduk santai. Ada yang menyediakan menu seperti jajanan, minuman segar, hingga camilan. Suasana lesehan di pinggir jalur kampung membuat pengalaman wisata terasa lebih dekat dengan kehidupan warga.
Spot lain yang tak kalah menarik adalah mural-mural di dinding kampung yang dibuat dengan warna cerah. Banyak wisatawan terlihat berhenti untuk berfoto, termasuk wisatawan asing. Dalam video tersebut, pengunjung bahkan menyebut ada “bule-bule” yang ikut menikmati suasana Kayutangan, menandakan kawasan ini memang punya daya tarik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Yang membuat Kampung Heritage Kayutangan Malang semakin berkelas, kawasan ini juga disebut masuk dalam daftar 75 desa wisata terbaik dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Kayutangan bukan sekadar kampung wisata biasa, tetapi sudah punya nilai budaya dan daya tarik yang diakui secara nasional.
Setelah puas menjelajah kampung, perjalanan berlanjut ke area jalan raya di sekitar pusat kota. Di sana terlihat trotoar yang lebar dan bersih, membuat wisata jalan kaki semakin nyaman. Pengunjung juga sempat menuju kawasan sekitar alun-alun untuk melihat gereja ikonik yang sering muncul di media sosial. Dari atas jembatan penyeberangan, suasana Kota Malang tampak ramai namun lalu lintas berjalan lancar.
Namun ada catatan penting bagi wisatawan yang ingin datang. Dalam video tersebut, pengunjung menyebut waktu terbaik mengunjungi Kampung Heritage Kayutangan Malang adalah mulai pukul 16.00 sore hingga sekitar pukul 22.00 malam. Pada jam tersebut, cuaca lebih adem dan suasana kampung disebut semakin cantik, apalagi jika lampu-lampu mulai menyala dan pengunjung bisa menikmati vibe malam Kota Malang.
Dengan tiket murah, lokasi strategis, serta spot foto dan sejarah yang kuat, Kampung Heritage Kayutangan Malang layak masuk daftar wajib kunjung saat liburan ke Kota Apel.
Editor : Natasha Eka Safrina