Lokasi desa ini berada sekitar 60 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan.
Selain menawarkan keindahan desa yang tertata rapi, Penglipuran juga menyimpan sejarah panjang yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.
Harga Tiket Masuk Desa Penglipuran
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Penglipuran hanya perlu membayar tiket masuk dengan harga yang cukup terjangkau.
Rinciannya adalah:
-
Rp25.000 untuk wisatawan dewasa
-
Rp15.000 untuk anak-anak
Dengan tiket tersebut, pengunjung sudah bisa menjelajahi kawasan desa wisata, menikmati suasana lingkungan yang bersih, serta melihat langsung kehidupan masyarakat adat Bali.
Desa dengan Sejarah 700 Tahun
Menurut catatan sejarah, Desa Penglipuran telah ada sejak masa Kerajaan Bangli sekitar 700 tahun yang lalu.
Nama Penglipuran sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, yaitu:
-
Pengeling yang berarti pengingat
-
Pura yang berarti tempat atau tanah leluhur
Secara makna, nama tersebut menggambarkan desa sebagai tempat untuk mengenang dan menghormati para leluhur.
Desa Terbersih di Dunia
Desa Penglipuran sering disebut sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Julukan ini muncul karena masyarakat setempat sangat menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan desa.
Desa wisata di Bangli ini juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya:
-
Kalpataru
-
Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017
-
Masuk dalam daftar Top Sustainable Destination versi Green Destinations Foundation
Penghargaan tersebut diberikan karena keberhasilan desa dalam menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya tradisional.
Tata Ruang Desa dengan Konsep Tri Mandala
Sebagai desa adat yang masih menjunjung tinggi nilai leluhur, tata ruang Desa Penglipuran dibangun berdasarkan konsep tradisional Bali yang disebut Tri Mandala.
Konsep ini membagi wilayah desa menjadi tiga zona utama, yaitu:
-
Utama Mandala
Area paling utara yang merupakan kawasan suci tempat berdirinya pura dan tempat kegiatan ibadah masyarakat. -
Madya Mandala
Wilayah tengah yang menjadi kawasan permukiman warga. Rumah-rumah penduduk tersusun rapi di sepanjang jalan utama desa. -
Nista Mandala
Area paling selatan yang difungsikan sebagai tempat pemakaman masyarakat desa.
Pembagian wilayah ini menunjukkan bagaimana masyarakat setempat masih memegang teguh nilai adat dan filosofi kehidupan tradisional Bali.
Wisata Budaya dan Kuliner Tradisional
Selain menikmati keindahan desa, pengunjung juga bisa melakukan berbagai aktivitas menarik di Penglipuran.
Beberapa di antaranya seperti:
-
Mencicipi kuliner tradisional Bali
-
Melihat kerajinan bambu khas desa
-
Menikmati suasana hutan bambu di sekitar desa
-
Berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal
Dengan berbagai daya tarik tersebut, Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berlibur di Bali.
Editor : Fadhilah Salsa Bella