Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wisata ke Desa Panglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia dengan Tiket Rp25 Ribu dan Spot Foto Instagramable

Fadhilah Salsa Bella • Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:15 WIB

Desa Panglipuran Bali dikenal sebagai desa terbersih di dunia. Tiket masuk Rp25 ribu dengan spot foto, hutan bambu, dan wisata budaya unik.
Desa Panglipuran Bali dikenal sebagai desa terbersih di dunia. Tiket masuk Rp25 ribu dengan spot foto, hutan bambu, dan wisata budaya unik.
RADAR TULUNGAGUNG Desa Panglipuran menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Bali. Desa adat yang berada di Kabupaten Bangli ini terkenal karena kebersihan lingkungannya, tata ruang tradisional, serta masyarakatnya yang masih menjaga budaya Bali dalam kehidupan sehari-hari.

Tak heran jika desa wisata ini sering disebut sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan menjadi tujuan wisata favorit bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan khas Bali.

Desa Panglipuran terletak sekitar 60 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan, tergantung kondisi lalu lintas.

Baca Juga: Atlas Beach Club Bali: Panduan Lengkap untuk Pemula, Ini Cara Masuk, Fasilitas Kolam Renang hingga Spot Sunset Favorit


Tiket Masuk Desa Panglipuran

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk.

Harga tiketnya cukup terjangkau, yaitu:

Tiket dapat dibeli di beberapa loket yang tersedia di area desa wisata.

Selain tiket reguler, beberapa pengunjung juga memilih paket bundling dengan kafe atau restoran, sehingga tiket masuk sudah termasuk dengan menu makanan tertentu.


Asal Usul Nama Panglipuran

Nama Panglipuran memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan leluhur masyarakat Bali.

Secara etimologis, kata Panglipuran berasal dari:

Dengan demikian, Panglipuran dapat dimaknai sebagai tempat untuk mengenang atau mengingat asal-usul dan tanah leluhur.

Menurut sejarah, desa ini sudah ada sejak masa Kerajaan Bangli sekitar 700 tahun yang lalu.

Baca Juga: Review Wisata Atlas Beach Fest Bali: Beach Club Raksasa di Canggu dengan Pool 300 Meter, Bar Terpanjang dan Hiburan Pantai Berkelas


Desa Terbersih dengan Banyak Penghargaan

 

Kebersihan dan kerapian lingkungan menjadi ciri khas utama Desa Panglipuran.

Desa ini bahkan pernah menerima sejumlah penghargaan di bidang lingkungan dan pariwisata, di antaranya:

Penghargaan tersebut diberikan karena keberhasilan desa dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan budaya tradisional Bali.


Tata Ruang Desa Berdasarkan Konsep Tri Mandala

Sebagai desa adat, tata ruang Panglipuran dibangun berdasarkan filosofi Bali yang disebut Tri Mandala.

Konsep ini membagi wilayah desa menjadi tiga zona utama:

  1. Utama Mandala
    Area paling utara yang digunakan sebagai kawasan suci tempat pura dan kegiatan keagamaan.

  2. Madya Mandala
    Wilayah tengah yang menjadi kawasan permukiman masyarakat. Rumah-rumah penduduk tersusun rapi di sepanjang jalan utama desa.

  3. Nista Mandala
    Area paling selatan yang difungsikan sebagai tempat pemakaman warga desa.

Pembagian wilayah ini menunjukkan bagaimana masyarakat Panglipuran masih menjaga tata kehidupan yang berlandaskan adat dan tradisi.

Baca Juga: Atlas Beach Club Bali: Panduan Lengkap untuk Pemula, Ini Cara Masuk, Fasilitas Kolam Renang hingga Spot Sunset Favorit


Spot Foto, Souvenir, dan Sewa Baju Adat

Salah satu aktivitas favorit wisatawan di Desa Panglipuran adalah berburu foto di sepanjang jalan utama desa yang dipenuhi rumah tradisional Bali yang tertata rapi.

Banyak wisatawan juga menyewa pakaian adat Bali untuk berfoto dengan suasana desa yang autentik.

Harga sewa pakaian adat biasanya sekitar Rp50.000 per set. Selain itu, tersedia juga jasa fotografer lokal dengan tarif sekitar Rp5.000 per foto.

Di sepanjang kawasan desa, banyak rumah warga yang membuka usaha kecil seperti:


Hutan Bambu dan Wisata Kuliner

Selain area permukiman, Desa Panglipuran juga memiliki kawasan hutan bambu yang menjadi daya tarik wisata alam.

Di sekitar kawasan ini terdapat beberapa tempat makan dan kafe yang menawarkan berbagai pilihan menu, mulai dari masakan Bali, oriental, hingga western dengan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp65.000.

Salah satu minuman khas yang bisa dicoba wisatawan adalah loloh cemcem, minuman tradisional Bali yang memiliki rasa unik perpaduan asam, manis, dan gurih.


Dengan suasana desa yang bersih, budaya yang masih terjaga, serta banyak spot foto menarik, Desa Panglipuran menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Bali.Baca Juga: Review Wisata Atlas Beach Fest Bali: Beach Club Terbesar di Dunia dengan Kolam 300 Meter dan Sunset Pantai Berawa yang Memikat

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#wisata budaya Bali #Wisata Bangli Bali #Desa Panglipuran Bali #Tiket masuk Desa Panglipuran #desa terbersih di dunia