Lokasinya sekitar 45 kilometer di sebelah timur Kota Denpasar dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan dari kawasan wisata Ubud, tergantung kondisi lalu lintas.
Setibanya di kawasan desa, pengunjung akan menemukan area parkir di dekat pintu masuk. Dari sana wisatawan dapat berjalan kaki menuju pusat desa untuk mulai menjelajahi berbagai keunikan yang dimiliki Panglipuran.
Berikut lima keunikan Desa Panglipuran yang membuatnya menjadi destinasi wisata budaya yang istimewa.
1. Tata Ruang Desa yang Teratur dan Simetris
Salah satu ciri khas utama Desa Panglipuran adalah tata ruangnya yang sangat rapi dan simetris.
Rumah-rumah penduduk dibangun dengan pola yang serupa dan memiliki jarak yang hampir sama antara satu rumah dengan rumah lainnya.
Susunan bangunan yang terorganisir ini menciptakan suasana desa yang indah, harmonis, serta menjadi daya tarik visual bagi wisatawan yang berkunjung.
2. Arsitektur Tradisional Bali yang Masih Asli
Keunikan berikutnya adalah arsitektur tradisional Bali yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Rumah-rumah di desa ini umumnya menggunakan bahan alami seperti:
-
Kayu
-
Bambu
-
Atap jerami atau alang-alang
Desain rumah tersebut mencerminkan warisan budaya Bali yang kaya serta menunjukkan bagaimana masyarakat Panglipuran masih menjaga tradisi leluhur mereka.
Baca Juga: Desa Penglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia dengan Sejarah 700 Tahun, Tiket Masuk Mulai Rp25 Ribu
3. Kebersihan Desa yang Terjaga
Desa Panglipuran dikenal luas karena kebersihannya yang luar biasa.
Masyarakat desa memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingkungan. Jalan-jalan desa terlihat bersih tanpa sampah, sementara halaman rumah tertata rapi.
Kebersihan ini membuat Panglipuran sering disebut sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan menjadikannya contoh desa wisata berbasis lingkungan.
Selain itu, desa ini juga dikelilingi oleh pemandangan alam hijau seperti persawahan dan pepohonan, yang menambah keindahan suasana desa.
4. Budaya dan Tradisi Bali yang Masih Hidup
Sebagai desa adat, Panglipuran masih menjaga budaya dan adat istiadat Bali dalam kehidupan sehari-hari.
Wisatawan yang berkunjung terkadang dapat menyaksikan berbagai kegiatan budaya seperti:
-
Upacara keagamaan Hindu Bali
-
Tarian tradisional Bali
-
Kegiatan adat masyarakat desa
Pengalaman ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk melihat langsung kekayaan budaya Bali yang autentik.
Baca Juga: Mengintip Kemegahan Atlas Beach Club Bali, Tempat Hiburan Raksasa di Canggu dengan 52 Tenant Kuliner
5. Komunitas Warga yang Solid
Keunikan terakhir dari Desa Panglipuran adalah kekuatan komunitas masyarakatnya.
Warga desa memiliki hubungan sosial yang sangat erat dan masih menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Mereka bekerja sama dalam berbagai hal seperti:
-
Menjaga kebersihan desa
-
Melestarikan tradisi
-
Mengatur kehidupan sosial masyarakat
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu faktor utama mengapa Panglipuran tetap terjaga hingga sekarang.
Tips Berkunjung ke Desa Panglipuran
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Panglipuran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Bersikap sopan dan menghormati adat setempat.
-
Meminta izin sebelum memotret warga atau rumah penduduk.
-
Mematuhi aturan desa yang berlaku.
-
Menggunakan pakaian yang sopan.
-
Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan mengikuti aturan tersebut, wisatawan dapat menikmati pengalaman berkunjung sekaligus membantu menjaga kelestarian desa.
Dengan tata ruang yang teratur, arsitektur tradisional yang masih asli, kebersihan lingkungan, budaya yang hidup, serta komunitas yang kuat, Desa Panglipuran menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berada di Bali.
Editor : Fadhilah Salsa Bella