Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Solo Travel ke Tbilisi Georgia Viral di YouTube, Wisatawan Kagum Arsitektur Kota Tua hingga Kuliner Khas yang Menggoda

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:10 WIB

Solo travel ke Tbilisi Georgia viral di YouTube, menampilkan wisata kota tua, kuliner khas, hingga panorama cable car yang memukau.
Solo travel ke Tbilisi Georgia viral di YouTube, menampilkan wisata kota tua, kuliner khas, hingga panorama cable car yang memukau.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Solo travel ke Tbilisi Georgia menjadi pengalaman tak terlupakan bagi seorang kreator YouTube yang membagikan perjalanan pertamanya menjelajahi kota bersejarah tersebut. Video perjalanan ini viral karena memperlihatkan keindahan arsitektur kota, kuliner khas Georgia, hingga berbagai destinasi unik yang jarang diketahui wisatawan.

Baca Juga: Review Wisata Atlas Beach Fest Bali: Beach Club Raksasa di Canggu dengan Pool 300 Meter, Bar Terpanjang dan Hiburan Pantai Berkelas

Dalam video tersebut, perjalanan dimulai saat sang kreator tiba di Tbilisi, ibu kota Georgia, pada sore hari. Tanpa menunggu lama, ia langsung menjelajahi kawasan pusat kota yang terkenal dengan arsitektur klasik, mural seni jalanan, serta suasana kota yang hidup.

 

Kesan pertama yang ia rasakan dari solo travel ke Tbilisi Georgia adalah perpaduan budaya lama dan modern yang sangat kuat. Jalan-jalan kota dipenuhi bangunan bersejarah, museum, serta restoran khas yang membuat wisatawan langsung jatuh hati.

 

Salah satu destinasi pertama yang ia kunjungi adalah restoran Salobie Bia yang berada di kawasan Rustaveli Avenue, jalan utama kota yang dikenal sebagai pusat budaya dan museum.

 

Menikmati Kuliner Khas Georgia

 

Perjalanan kuliner menjadi salah satu bagian paling menarik dalam pengalaman solo travel ke Tbilisi Georgia ini. Di restoran tersebut, sang wisatawan mencoba hidangan tradisional bernama Pkhali.

 

Pkhali merupakan makanan khas Georgia yang terbuat dari sayuran cincang yang dicampur dengan kacang, rempah, dan bumbu khas. Hidangan ini biasanya disajikan dengan roti hangat yang baru dipanggang.

 

Selain itu, ia juga mencicipi Shkmeruli, hidangan ayam panggang yang disajikan dengan saus bawang putih yang kental dan creamy. Kombinasi rasa gurih dan aroma bawang putih membuat hidangan ini menjadi favorit wisatawan.

 

Keesokan harinya, ia kembali mencoba kuliner lokal lainnya yaitu Khinkali, pangsit khas Georgia yang berisi sup dan daging.

 

Menariknya, seorang pelayan restoran mengajarkan cara makan Khinkali yang benar, yakni dengan memegang bagian atas pangsit, membaliknya, lalu menggigit dari samping sambil menyeruput kuah di dalamnya.

 

Mengunjungi Pameran Van Gogh Digital

 

Selain kuliner, wisatawan juga mengunjungi Tbilisi Digital Space untuk melihat pameran seni imersif bertajuk Van Gogh Alive.

 

Pameran ini menghadirkan pengalaman audiovisual yang membuat lukisan-lukisan karya Vincent van Gogh terasa hidup. Dinding ruangan dipenuhi proyeksi karya seni yang bergerak dan berpadu dengan musik, menciptakan suasana yang seolah membawa pengunjung masuk ke dalam lukisan.

 

Salah satu bagian paling menarik dari pameran tersebut adalah replika kamar tidur Van Gogh yang dibuat dengan ukuran asli dan detail yang sangat realistis.

 

Ikon Kota Tbilisi yang Unik

 

Saat menjelajahi kota, wisatawan juga mengunjungi Leaning Clock Tower, sebuah menara jam miring yang memiliki desain unik dan sering disebut mirip dengan dunia dongeng Alice in Wonderland.

 

Menara ini memiliki atraksi menarik setiap jam, di mana sebuah patung malaikat muncul untuk membunyikan lonceng.

 

Selain itu, setiap pukul 12 siang dan 7 malam, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan boneka kecil bertajuk “Circle of Life” yang menjadi daya tarik wisata kota.

 

Menikmati Panorama dari Cable Car

 

Salah satu pengalaman paling berkesan dalam solo travel ke Tbilisi Georgia adalah menaiki kereta gantung dari Rike Park menuju Mother of Georgia Monument.

 

Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan kota tua Tbilisi dari ketinggian. Dari puncak bukit, panorama kota terlihat sangat memukau dengan perpaduan bangunan klasik dan pegunungan di sekitarnya.

 

Setelah itu, ia mengunjungi kawasan Abanotubani, lokasi terkenal dengan pemandian air sulfur tradisional yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.

 

Tidak jauh dari sana terdapat Love Lock Bridge, tempat pasangan wisatawan menggantungkan gembok cinta sebagai simbol hubungan mereka, mirip dengan tradisi di Paris.

 

Surga Barang Antik dan Seni

 

Di hari terakhir perjalanan, wisatawan mengunjungi Dry Bridge Market, pasar terkenal yang menjual berbagai barang antik dan vintage.

 

Pasar ini dipenuhi koleksi unik mulai dari perhiasan lama, lukisan, hingga barang koleksi khas era Soviet.

 

Selain itu, ia juga mengunjungi Artist Bazaar, tempat para seniman lokal memamerkan dan menjual karya seni mereka secara langsung kepada pengunjung.

 

Sebelum meninggalkan kota, ia menyempatkan diri mampir ke Fabrika, tempat nongkrong paling trendi di Tbilisi yang dipenuhi kafe, galeri seni, dan spot foto unik.

Baca Juga: Review Wisata Atlas Beach Fest Bali: Beach Club Terbesar di Dunia dengan Kolam 300 Meter dan Sunset Pantai Berawa yang Memikat

Perjalanan ditutup dengan mengunjungi Maiden Bazaar, pasar bawah tanah yang menjual berbagai karya seni, souvenir, dan barang kerajinan khas Georgia.

 

Pengalaman solo travel ke Tbilisi Georgia ini menunjukkan bahwa kota tersebut memiliki daya tarik wisata yang sangat lengkap, mulai dari kuliner khas, seni budaya, hingga panorama alam yang memukau.

 

Tak heran jika Tbilisi kini semakin populer sebagai destinasi wisata unik di kawasan Eropa Timur.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#kuliner khas Georgia #wisata Tbilisi Georgia #Dry Bridge Market Georgia #solo travel Tbilisi Georgia #Leaning Clock Tower Tbilisi