RADAR TULUNGAGUNG - Wisata Georgia kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video perjalanan di YouTube menampilkan keindahan negara kecil di perbatasan Eropa dan Asia tersebut. Dalam video travel vlog itu, seorang kreator membagikan pengalaman menjelajahi berbagai destinasi populer mulai dari ibu kota Tbilisi, pegunungan Kazbegi, hingga kota pantai Batumi.
Video tersebut memperlihatkan bahwa wisata Georgia sebenarnya memiliki daya tarik luar biasa, mulai dari arsitektur kota tua, situs sejarah ribuan tahun, kuliner khas, hingga panorama pegunungan yang memukau.
Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan transit di Turki sebelum akhirnya tiba di Tbilisi. Sesampainya di ibu kota Georgia itu, wisatawan langsung disambut udara sejuk dan lanskap kota yang unik dengan perpaduan bangunan klasik dan modern.
Georgia sendiri berada di kawasan Kaukasus, tepat di antara benua Asia dan Eropa. Meski secara geografis berada di persimpangan dua benua, masyarakat lokal lebih bangga menyebut negaranya sebagai bagian dari Eropa.
Ikon Kota Tbilisi yang Wajib Dikunjungi
Salah satu destinasi pertama dalam perjalanan wisata Georgia ini adalah Clock Tower Tbilisi, menara jam miring yang menjadi ikon kota.
Bangunan unik tersebut memiliki desain artistik yang terlihat seolah miring dan ditopang struktur tambahan. Clock Tower sebenarnya merupakan bagian dari kompleks teater boneka yang terkenal di Tbilisi.
Setelah itu, wisatawan menikmati kuliner khas Georgia di restoran dengan pemandangan kota. Salah satu menu yang dicoba adalah sup ayam khas Georgia yang dimasak dengan tomat dan rempah-rempah lokal, disajikan bersama roti hangat.
Tak jauh dari sana, wisatawan juga mengunjungi Bridge of Peace, jembatan modern yang melintasi Sungai Kura dan menghubungkan dua sisi kota Tbilisi.
Jembatan kaca ini dibangun pada 2010 dan menjadi simbol persatuan masyarakat Georgia.
Menyaksikan Keindahan Mother of Georgia
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menaiki cable car dari Rike Park menuju patung ikonik Mother of Georgia.
Patung raksasa tersebut memegang dua simbol penting. Tangan kiri membawa mangkuk anggur sebagai simbol keramahan kepada tamu, sementara tangan kanan memegang pedang sebagai lambang perlindungan dari musuh.
Dari area ini, wisatawan dapat menikmati panorama kota Tbilisi dari ketinggian, termasuk kawasan Old Town yang dipenuhi bangunan bersejarah.
Berburu Barang Antik di Dry Bridge Market
Destinasi menarik lainnya adalah Dry Bridge Market, pasar loak terkenal yang menjual berbagai barang antik, lukisan, hingga koleksi vintage.
Pasar ini telah berdiri sejak era 1990-an dan menjadi surga bagi kolektor barang unik. Di kawasan ini juga terdapat area khusus tempat para seniman lokal menjual karya lukisan mereka langsung kepada wisatawan.
Banyak pengunjung yang datang ke pasar ini untuk mencari suvenir khas Georgia atau sekadar menikmati suasana pasar seni yang hidup.
Menjelajah Pegunungan Kazbegi
Selain kota, wisata Georgia juga terkenal dengan pemandangan pegunungan spektakuler. Salah satu destinasi paling populer adalah Gergeti Trinity Church di kawasan Kazbegi.
Gereja bersejarah ini berdiri di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut dengan latar belakang Pegunungan Kaukasus yang dramatis.
Lokasinya yang berada di puncak bukit membuat pengunjung harus menempuh perjalanan menanjak. Namun pemandangan yang ditawarkan disebut sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.
Kota Romantis Sighnaghi dan Tradisi Wine
Perjalanan berlanjut ke Sighnaghi, kota kecil yang dikenal sebagai City of Love.
Kota ini terkenal dengan legenda seorang pelukis bernama Niko Pirosmani yang menjual seluruh hartanya untuk membeli jutaan bunga demi wanita yang ia cintai.
Selain kisah romantis tersebut, kawasan ini juga menjadi pusat produksi wine Georgia yang dikenal sebagai salah satu tradisi pembuatan anggur tertua di dunia.
Wisatawan bahkan dapat melihat langsung proses pembuatan wine secara tradisional menggunakan wadah tanah liat yang ditanam di dalam tanah.
Batumi, Kota Pantai Modern Georgia
Destinasi terakhir dalam perjalanan ini adalah Batumi, kota terbesar kedua di Georgia yang berada di tepi Laut Hitam.
Batumi dikenal sebagai pusat wisata pantai dan hiburan. Kota ini bahkan dijuluki “Las Vegas of the Black Sea” karena banyaknya kasino dan bangunan modern yang menghiasi kawasan pesisir.
Salah satu landmark paling terkenal di Batumi adalah patung Ali and Nino, instalasi seni kinetik yang menggambarkan kisah cinta dua tokoh dari latar budaya berbeda.
Patung tersebut bergerak setiap beberapa menit hingga kedua figur bertemu, kemudian kembali terpisah, melambangkan kisah cinta tragis yang tidak bisa bersatu.
Dengan kombinasi sejarah panjang, budaya unik, kuliner khas, dan panorama alam yang luar biasa, wisata Georgia semakin menarik perhatian wisatawan dunia.
Banyak traveler kini mulai melirik Georgia sebagai destinasi alternatif di Eropa Timur yang menawarkan pengalaman berbeda dari negara wisata populer lainnya.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina