Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wisata Tbilisi Georgia Makin Dilirik Traveler Indonesia, Jelajah Old Tbilisi hingga Mother of Georgia yang Ikonik

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:20 WIB

Wisata Tbilisi Georgia menawarkan Old Tbilisi, Bridge of Peace, hingga Mother of Georgia yang ikonik dan mulai dilirik traveler Indonesia.
Wisata Tbilisi Georgia menawarkan Old Tbilisi, Bridge of Peace, hingga Mother of Georgia yang ikonik dan mulai dilirik traveler Indonesia.

 

 

RADAR TULUNGAGUNG - Wisata Tbilisi Georgia mulai menarik perhatian traveler Indonesia setelah semakin banyak konten perjalanan yang menampilkan keindahan ibu kota negara Georgia tersebut. Kota yang berada di kawasan Kaukasus ini menawarkan perpaduan unik antara budaya Asia dan Eropa, sejarah panjang, serta kuliner khas yang menggoda selera.

Baca Juga: 5 Pantai Terindah di Bali Versi Traveler, Dari Lovina hingga Batu Bolong Canggu yang Disebut Punya Sunset Terbaik di Dunia

Bagi sebagian wisatawan Indonesia, wisata Tbilisi Georgia masih terdengar asing. Padahal, negara ini memiliki banyak destinasi menarik. Bahkan, beberapa pemegang visa Schengen, Australia, atau Jepang yang masih berlaku dapat masuk ke Georgia tanpa harus mengurus visa baru.

 

Georgia sendiri berada di wilayah perbatasan antara Eropa dan Asia, berdekatan dengan Azerbaijan serta Armenia. Meski secara geografis berada di Asia, banyak wisatawan merasakan suasana Eropa yang sangat kuat saat mengunjungi negara ini.

 

Salah satu daya tarik utama wisata Tbilisi Georgia adalah kawasan kota tuanya yang dikenal sebagai Old Tbilisi. Di tempat inilah berbagai bangunan bersejarah, gereja tua, hingga landmark ikonik berdiri berdampingan dengan kafe dan restoran modern.

 

Kuliner Khas Georgia yang Menggoda

 

Perjalanan menjelajahi Tbilisi biasanya diawali dengan mencicipi kuliner lokal di kawasan Old Tbilisi. Beberapa makanan khas Georgia yang populer di kalangan wisatawan adalah khinkali dan khachapuri.

 

Khinkali merupakan dumpling khas Georgia yang berisi daging dan kuah kaldu di dalamnya. Cara memakannya cukup unik. Wisatawan harus menggigit sedikit bagian atasnya terlebih dahulu untuk menghirup kuah sebelum memakan seluruh isi dumpling tersebut.

 

Sementara itu, khachapuri adalah roti panggang yang diisi keju dan telur di bagian tengahnya. Bentuknya sering menyerupai perahu dengan kuning telur di tengah, membuat tampilannya mirip pizza namun dengan tekstur yang lebih lembut.

 

Beberapa restoran di Old Tbilisi bahkan menyediakan pilihan halal dengan mengganti daging babi menggunakan daging sapi, kerbau, atau domba.

 

Menjelajahi Sejarah Old Tbilisi

 

Setelah menikmati kuliner, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menjelajahi kawasan Old Tbilisi yang telah menjadi pusat aktivitas kota sejak sekitar tahun 500 Masehi.

 

Nama Tbilisi sendiri berasal dari kata yang berarti “hangat”. Hal ini merujuk pada sumber mata air belerang yang ditemukan di kawasan tersebut sejak zaman dahulu.

 

Di kawasan ini terdapat salah satu bangunan tertua di kota tersebut, yaitu Anchiskhati Basilica, gereja bersejarah yang dibangun pada abad ke-6. Dengan usia lebih dari 1.500 tahun, gereja ini menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Tbilisi.

 

Interior gereja yang sederhana dengan dinding batu tua menciptakan suasana klasik yang khas. Aroma lembap dari bangunan kuno bahkan menambah kesan autentik bagi pengunjung yang datang.

 

Clock Tower dan Pertunjukan Boneka

 

Tak jauh dari gereja tersebut, wisatawan juga dapat melihat Clock Tower Tbilisi, salah satu ikon unik kota ini.

 

Menara jam ini terkenal karena bentuknya yang sedikit miring serta desain artistik yang terlihat seperti bangunan dongeng. Setiap hari pada pukul 12 siang dan 7 malam, menara ini menampilkan pertunjukan boneka kecil yang dikenal dengan nama “Circle of Life”.

 

Pertunjukan tersebut menggambarkan siklus kehidupan manusia, mulai dari masa kanak-kanak hingga usia tua.

 

Bridge of Peace, Landmark Modern Tbilisi

 

Selain bangunan bersejarah, wisata Tbilisi Georgia juga menghadirkan landmark modern yang menarik perhatian wisatawan, yaitu Bridge of Peace.

Baca Juga: Petualangan Nyaman Naik Bus Damri Jakarta-Malang, Review Lengkap dari Seorang Traveler

Jembatan kaca futuristik ini membentang di atas Sungai Kura dan menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan kota.

 

Pada pagi hari, banyak traveler datang ke tempat ini untuk menikmati matahari terbit. Saat musim dingin, suhu di Tbilisi bahkan bisa mencapai minus dua derajat Celsius sehingga beberapa bagian jembatan terkadang tertutup lapisan es tipis.

 

Simbol Ketangguhan di Patung Mother of Georgia

 

Dari Bridge of Peace, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menggunakan cable car menuju bukit tempat berdirinya patung Mother of Georgia.

 

Patung raksasa ini merupakan simbol penting bagi masyarakat Georgia. Di tangan kanan, patung tersebut memegang pedang sebagai lambang perlindungan terhadap musuh.

 

Sedangkan di tangan kiri terdapat mangkuk anggur yang melambangkan keramahan masyarakat Georgia terhadap tamu yang datang.

 

Tak jauh dari lokasi tersebut berdiri Benteng Narikala, benteng kuno yang dibangun pada abad ke-4 oleh bangsa Persia. Benteng ini dikenal sebagai salah satu benteng paling sulit ditaklukkan dalam sejarah kawasan Kaukasus.

 

Liberty Square, Pusat Kota Tbilisi

 

Destinasi lain yang sering dikunjungi wisatawan adalah Liberty Square, alun-alun yang menjadi pusat aktivitas kota.

 

Lokasi ini sering dianggap sebagai jantung kota Tbilisi karena menjadi titik pertemuan berbagai jalan utama serta dekat dengan kawasan Old Tbilisi.

 

Dengan kombinasi kuliner khas, bangunan bersejarah, hingga panorama kota dari puncak bukit, wisata Tbilisi Georgia menawarkan pengalaman perjalanan yang unik bagi para pelancong yang ingin menjelajahi destinasi berbeda dari negara-negara Eropa pada umumnya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#kuliner Georgia #Mother of Georgia #Bridge of Peace #Old Tbilisi #wisata Tbilisi Georgia