RADAR TULUNGAGUNG - Wisata Tbilisi Georgia mulai menarik perhatian traveler Indonesia yang ingin mencari destinasi baru di luar rute populer Asia maupun Eropa Barat. Ibu kota negara Georgia ini menawarkan perpaduan sejarah kuno, budaya unik, hingga panorama kota yang memikat.
Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Bali yang Paling Diburu Wisatawan 2026, Panorama Alam hingga Pura Ikonik
Meski belum sepopuler negara Eropa lainnya, wisata Tbilisi Georgia sebenarnya cukup ramah bagi turis asing. Salah satu kabar baiknya, wisatawan yang memiliki visa Schengen, Jepang, atau Australia yang masih berlaku bisa masuk ke Georgia tanpa perlu mengurus visa tambahan.
Georgia sendiri terletak di kawasan Kaukasus, berbatasan dengan Azerbaijan dan Armenia. Secara geografis berada di Asia, tetapi nuansa kotanya lebih terasa seperti Eropa.
Menjelajah Old Tbilisi yang Penuh Sejarah
Petualangan wisata di Tbilisi biasanya dimulai dari kawasan Old Tbilisi, pusat kota tua yang menjadi jantung sejarah ibu kota Georgia sejak sekitar tahun 500 Masehi.
Nama Tbilisi sendiri berasal dari kata yang berarti “hangat”. Hal ini merujuk pada sumber mata air belerang yang terdapat di kawasan tersebut sejak zaman kuno.
Di area ini, wisatawan bisa menemukan bangunan bersejarah, jalan berbatu klasik, hingga gereja kuno yang masih berdiri kokoh. Salah satu yang paling terkenal adalah Anchiskhati Basilica, gereja tertua di Tbilisi yang dibangun pada abad ke-6.
Bangunan gereja tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 1.500 tahun. Saat memasuki interiornya, nuansa sejarah terasa kuat dengan aroma khas dinding tua yang lembap.
Tak jauh dari gereja tersebut, terdapat Clock Tower yang menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan. Meski usianya tidak setua bangunan lain di kawasan Old Tbilisi, menara jam ini terkenal karena pertunjukan boneka yang dimainkan setiap pukul 12 siang dan pukul 7 malam.
Pertunjukan itu dikenal sebagai Circle of Life, yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dari masa kecil hingga tua.
Kuliner Khas Georgia yang Wajib Dicoba
Selain sejarah dan arsitektur, wisata Tbilisi Georgia juga terkenal dengan kuliner khasnya yang unik.
Beberapa hidangan lokal yang populer di kalangan wisatawan antara lain khinkali dan khachapuri.
Khinkali adalah dumpling khas Georgia yang berisi daging. Cara memakannya pun cukup unik, yaitu dengan menyeruput kuah di dalamnya sebelum menggigit bagian isi.
Sementara itu, khachapuri merupakan roti khas Georgia yang diisi keju dan telur. Bentuknya menyerupai perahu dengan kuning telur di tengah.
Rasanya sering dibandingkan dengan pizza, tetapi teksturnya lebih lembut dan kaya keju.
Bagi wisatawan Muslim, beberapa restoran di Tbilisi juga menyediakan pilihan menu halal dengan menggunakan daging sapi, kerbau, atau domba sebagai pengganti babi.
Bridge of Peace, Ikon Modern Kota Tbilisi
Salah satu landmark paling terkenal dalam wisata Tbilisi Georgia adalah Bridge of Peace atau jembatan perdamaian.
Jembatan modern yang melintasi Sungai Kura ini memiliki desain kaca futuristik yang kontras dengan bangunan klasik di sekitarnya.
Banyak wisatawan datang ke lokasi ini saat pagi hari untuk menikmati pemandangan matahari terbit. Pada musim dingin, suhu di Tbilisi bahkan bisa mencapai minus 2 derajat Celsius.
Tak jarang permukaan jembatan tertutup lapisan es tipis sehingga petugas kebersihan harus membersihkannya agar tidak licin bagi pejalan kaki.
Patung Mother of Georgia dan Benteng Narikala
Destinasi lain yang tak kalah populer adalah Mother of Georgia, patung perempuan raksasa yang berdiri di puncak bukit menghadap kota Tbilisi.
Patung ini memegang pedang di tangan kanan dan mangkuk wine di tangan kiri. Simbol tersebut menggambarkan karakter bangsa Georgia: tegas terhadap musuh namun ramah kepada tamu.
Dari lokasi patung tersebut, wisatawan juga bisa melihat Benteng Narikala, salah satu benteng paling bersejarah di Georgia.
Benteng ini dibangun pada abad ke-4 oleh bangsa Persia dan dikenal sebagai benteng yang sangat sulit ditaklukkan. Selama berabad-abad, Narikala telah bertahan dari berbagai serangan dan bencana alam.
Meski sebagian area kadang ditutup untuk restorasi, benteng ini tetap menjadi simbol semangat dan harapan rakyat Georgia.
Liberty Square, Pusat Keramaian Kota
Perjalanan wisata di Tbilisi biasanya diakhiri di Liberty Square, alun-alun utama kota yang sering disebut sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Lokasinya sangat dekat dengan kawasan Old Tbilisi dan menjadi titik pertemuan berbagai jalan utama kota.
Di area ini, wisatawan dapat menikmati suasana kota, berbelanja, atau sekadar bersantai sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
Dengan kombinasi sejarah panjang, kuliner unik, serta landmark ikonik, wisata Tbilisi Georgia kini semakin dilirik oleh traveler dunia, termasuk dari Indonesia yang mulai mencari destinasi baru untuk dijelajahi.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina