Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menjelajah Recife, “Venesia dari Brasil”: Kota Berkanal, Warisan Kolonial Belanda, hingga Kuliner Pedas Acarajé

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:25 WIB

Recife, Venesia dari Brasil, menawarkan kanal indah, sejarah kolonial Belanda, hingga kuliner pedas acarajé yang menggoda wisatawan.(Pinterest)
Recife, Venesia dari Brasil, menawarkan kanal indah, sejarah kolonial Belanda, hingga kuliner pedas acarajé yang menggoda wisatawan.(Pinterest)

Radar Tulungagung - Kota Recife di Brasil sering dijuluki sebagai “Venesia dari Brasil”. Julukan itu muncul karena banyaknya kanal dan jembatan yang membelah kota pesisir tersebut. Namun di balik pesona kanal dan bangunan bersejarahnya, Recife juga menampilkan sisi kehidupan kota yang tidak selalu terlihat di televisi.

Dalam sebuah perjalanan eksplorasi kota, seorang traveler menggambarkan pengalamannya menjelajahi Recife setelah tiba dari negara bagian Paraíba. Sejak pertama kali tiba, ia langsung merasakan atmosfer kota yang berbeda dari bayangannya tentang destinasi wisata populer di Brasil.

Kesan awal tentang Recife justru memperlihatkan realitas sosial yang cukup kontras. Ia mengaku melihat cukup banyak tunawisma tidur di jalanan kota, sesuatu yang membuatnya terkejut ketika pertama kali tiba pada sore hari.

Meski demikian, perjalanan berlanjut dengan rasa penasaran untuk mengenal Recife lebih jauh. Kota ini dikenal memiliki sejarah panjang, budaya yang beragam, serta reputasi festival yang terkenal di Brasil.

Dijuluki “Venesia dari Brasil”

Recife mendapat julukan “Venesia dari Brasil” karena memiliki banyak kanal, sungai kecil, dan jembatan yang menghubungkan berbagai kawasan kota. Lanskap ini membuat kota terlihat unik dibandingkan kota-kota lain di Brasil.

Traveler tersebut memulai hari dengan berjalan kaki menyusuri jalanan kota sambil menikmati minuman lokal, seperti jus tebu yang cukup populer di kawasan tersebut.

Namun suasana kota tampak tidak terlalu ramai. Hal ini ternyata karena salah satu acara besar di Recife baru saja berakhir.

“Karnaval Recife memiliki reputasi yang sangat baik. Sayangnya saya baru sadar bahwa salah satu karnaval terbaik di Brasil baru saja selesai,” ujarnya.

Karnaval memang menjadi bagian penting dari budaya Recife. Festival ini dikenal sebagai salah satu perayaan terbesar di Brasil, dengan musik, tarian, dan parade yang meriah.

Meski karnaval utama telah berakhir, kabarnya masih akan ada pesta lanjutan pada akhir pekan yang bisa kembali meramaikan kota.

Kota Tua Recife dan Warisan Kolonial

Perjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan kota tua Recife yang terkenal dengan bangunan kolonialnya. Banyak bangunan tua di kawasan ini yang masih mempertahankan arsitektur klasik, membuat suasana kota terasa seperti kembali ke masa lalu.

Traveler tersebut bahkan membandingkan suasana beberapa sudut kota dengan Havana di Kuba, karena banyaknya bangunan tua yang masih berdiri kokoh.

Recife sendiri memiliki sejarah kolonial yang cukup kompleks. Kota ini pernah menjadi koloni Belanda sebelum akhirnya direbut kembali oleh Portugis.

Dalam periode tersebut, Portugis juga membawa banyak budak dari Afrika untuk bekerja di perkebunan. Inilah yang membuat Recife memiliki keragaman etnis yang cukup besar hingga saat ini, termasuk komunitas Afro-Brasil yang cukup dominan.

Keragaman budaya tersebut terlihat jelas di jalanan kota, mulai dari wajah penduduk hingga tradisi kuliner yang berkembang di kawasan tersebut.

Menyicipi Kuliner Lokal Acarajé

Selain menjelajahi kota tua, pengalaman menarik lainnya adalah mencoba kuliner lokal Brasil yang terkenal, yaitu acarajé.

Acarajé merupakan makanan tradisional yang berasal dari Salvador da Bahia. Makanan ini biasanya berbentuk bola adonan goreng yang diisi dengan berbagai bahan seperti udang dan saus pedas.

Karena traveler tersebut seorang vegetarian, ia hanya mencoba bagian adonan gorengnya tanpa isian udang. Meski begitu, ia tetap merasakan sensasi rasa yang kuat.

“Rasanya sangat enak, tetapi juga sangat pedas. Makanan ini juga cukup berminyak, tetapi tetap lezat,” katanya.

Selain kuliner, pusat kota Recife juga dipenuhi berbagai gereja bersejarah serta pasar kecil yang menjual pakaian, parfum, hingga kerajinan tangan lokal.

Museum Budaya hingga Cuaca Panas

Salah satu lokasi budaya penting di Recife adalah Museum Paço do Frevo. Museum ini menjadi bagian dari warisan budaya yang diakui UNESCO karena menyimpan sejarah musik dan tarian frevo yang khas dari wilayah Pernambuco.

Namun menjelajahi kota Recife ternyata tidak selalu mudah. Cuaca yang sangat panas menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan yang berjalan kaki di siang hari.

“Sekarang hampir tengah hari dan cuacanya sangat panas. Saya sudah berjalan ke berbagai arah dan mulai sangat berkeringat,” ujarnya.

Meski begitu, Recife tetap menyimpan banyak sisi menarik. Mulai dari kanal-kanal yang unik, sejarah kolonial yang panjang, hingga kehidupan lokal yang autentik.

Perjalanan di Recife akhirnya ditutup dengan rencana untuk beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan eksplorasi kota pada malam hari.

Setelah meninggalkan Recife, traveler tersebut juga berencana melanjutkan perjalanan menuju Salvador da Bahia, yang berjarak sekitar 12 jam perjalanan dari kota tersebut.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#venesia #wisata #Recife brazil #brazil