Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kembang Sore Tulungagung Jadi Sorotan, Pentas Seni dan Doa Bersama Bangkitkan Lagi Legenda Daerah

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 8 Maret 2026 | 20:10 WIB

A conceptual, mystical photograph depicting the legend of Roro Kembang Sore being "awakened." The image is split: the bottom half shows modern-day people during a community gathering at night in Tulun
A conceptual, mystical photograph depicting the legend of Roro Kembang Sore being "awakened." The image is split: the bottom half shows modern-day people during a community gathering at night in Tulun
RADAR TULUNGAGUNG - Kembang Sore Tulungagung kembali menjadi perhatian masyarakat setelah digelar pentas seni dan doa bersama yang menghadirkan tokoh masyarakat lintas daerah.

Kegiatan budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk penghormatan terhadap legenda Kembang Sore yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan cerita rakyat Tulungagung.

Kembang Sore Tulungagung dikenal luas sebagai kisah yang sarat nilai sejarah, budaya, serta spiritualitas masyarakat setempat.

Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, para sesepuh desa, tokoh adat, hingga perwakilan masyarakat dari berbagai daerah turut hadir memberikan dukungan pelestarian budaya.

Suasana kegiatan terasa khidmat sekaligus semarak. Iringan musik tradisional, doa-doa, serta pertunjukan seni membuat legenda Kembang Sore Tulungagung kembali dihidupkan di tengah masyarakat modern yang mulai jarang mengenal sejarah daerahnya sendiri.

Baca Juga: Heboh Kabar Rapel Gaji Pensiunan ASN 2026! Lima Golongan Ini Disebut Berpotensi Terima Nominal Tertinggi, Benarkah Segera Cair?

Pentas Budaya Penuh Nuansa Tradisi

Acara budaya yang digelar di wilayah Tulungagung itu diwarnai penampilan seni tradisional yang menggambarkan perjalanan sejarah daerah.

Musik pengiring yang khas dengan nuansa Jawa memperkuat suasana sakral sekaligus membangkitkan ingatan kolektif masyarakat terhadap kisah-kisah masa lampau.

Tokoh masyarakat setempat menyebut bahwa kegiatan tersebut menjadi momen penting untuk merawat warisan budaya leluhur.

Generasi muda diperkenalkan kembali pada cerita rakyat yang sarat pesan moral tentang perjuangan, pengorbanan, dan nilai kesetiaan.

Beberapa sesepuh juga tampak hadir memberikan doa restu. Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan sejarah antara generasi terdahulu dengan generasi masa kini agar nilai-nilai budaya tidak tergerus perkembangan zaman.

Dukungan Tokoh Masyarakat Lintas Daerah

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya dihadiri warga lokal. Sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia turut datang memberikan dukungan.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa legenda dan budaya Tulungagung memiliki daya tarik yang luas.

Perwakilan masyarakat dari Kalimantan, Sumatera, Lampung, Bali, hingga Papua disebut ikut menyaksikan langsung jalannya acara.

Bahkan sejumlah warga dari Blitar, Lumajang, dan daerah sekitar Tulungagung juga tampak memadati lokasi kegiatan.

Partisipasi lintas daerah ini memperlihatkan bahwa kegiatan budaya mampu menjadi perekat sosial sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat dari latar belakang berbeda.

Baca Juga: Suasana Malioboro Saat Karnaval Imlek 2026 Diguyur Hujan, PBTY ke-21 Ketandan Tetap Dipadati Wisatawan

Peran Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Budaya

Tokoh masyarakat berharap perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya semakin meningkat. Dukungan dari pemerintah dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan seni dan tradisi lokal agar tetap lestari.

Pelestarian cerita rakyat seperti Kembang Sore dinilai dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang potensial. Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan semacam ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Masyarakat berharap pemerintah kabupaten terus memfasilitasi ruang-ruang ekspresi budaya, termasuk penyelenggaraan festival seni tradisional secara rutin.

Antusiasme Warga dan Pengunjung

Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang datang sejak acara dimulai. Banyak warga yang rela datang bersama keluarga untuk menyaksikan pertunjukan hingga selesai.

Selain pertunjukan seni, sejumlah stan usaha kecil juga turut meramaikan kegiatan tersebut. Kehadiran pelaku UMKM menjadi nilai tambah karena mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Namun di tengah kemeriahan acara, panitia tetap mengingatkan pengunjung untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama agar kegiatan berlangsung lancar.

Baca Juga: THR Pensiunan Taspen 2026 Mulai Cair, Lebih dari 3 Juta Penerima Dibayar Serentak Lewat 45 Mitra Bayar di Seluruh Indonesia

Momentum Menghidupkan Warisan Leluhur

Pentas budaya Kembang Sore menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali warisan leluhur yang hampir terlupakan. Cerita-cerita lama yang sebelumnya hanya dituturkan secara lisan kini kembali diperkenalkan melalui pertunjukan seni modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.

Pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa sejarah dan legenda daerah adalah bagian penting dari identitas suatu wilayah.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat Tulungagung membuktikan bahwa tradisi tetap bisa hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Suasana Malioboro Saat Karnaval Imlek 2026 Diguyur Hujan, PBTY ke-21 Ketandan Tetap Dipadati Wisatawan

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Kembang Sore Tulungagung #Pentas Seni Tulungagung #Legenda Tulungagung #budaya jawa timur #Wisata Budaya Tulungagung