Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pantai Popoh Tulungagung Sepi Pol: Pendapa Trocoh, Wahana Rusak, Dampak Pandemi Covid-19 Belum Pulih

Dharaka R. Perdana • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:33 WIB
Suasana Pendapa Agung Popoh yang selalu digenangi air saat musim hujan karena atap bocor. Pada hari aktif hanya dikunjungi segelintir orang yang mengunjungi pantai di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, ini.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Suasana Pendapa Agung Popoh yang selalu digenangi air saat musim hujan karena atap bocor. Pada hari aktif hanya dikunjungi segelintir orang yang mengunjungi pantai di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, ini.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Cobalah berkunjung ke Pantai Popoh saat ini. Namun jangan berekspektasi terlalu jauh, karena pantai legendaris di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, ini kondisinya memprihatinkan.

Wahana permainan anak rusak, pendapa bocor, dan lain sebagainya. Tak ayal, hal ini bisa membuat pengunjung mengernyitkan dahi melihat suasana yang jauh dari kata ideal.

Kepala Dusun Popoh, Devit Eko Prasetyo mengatakan, sepinya kondisi Pantai Popoh mulai terlihat saat pandemi Covid-19 mendera.

Perlahan-lahan tingkat kunjungan wisatawan menurun drastis, bahkan nyaris tidak ada yang mau berkunjung.

"Pantai Popoh mulai sepi saat pandemi terjadi," katanya, kemarin (5/5).

Baca Juga: Penunjukan Pj Sekda Tulungagung Tuai Dukungan, Tri Hariadi Dinilai Mampu Jaga Kinerja Birokrasi

Menurut dia, saat pandemi tiba memang ada larangan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan.

Secara otomatis hal ini membuat tingkat kunjungan wisatawan di berbagai tempat, tak terkecuali Pantai Popoh, ikut terimbas.

Nyatanya itu berlanjut hingga saat ini, meskipun saat akhir pekan masih ada yang mau refreshing di sana.

"Sampai sekarang tidak seramai dulu tingkat kunjungan wisatawan di sini," tambahnya.

Eko -sapaan akrabnya- melanjutkan, minimnya jumlah kunjungan diperparah kondisi sarana dan prasarana (sarpras) yang perlahan-lahan rusak.

Seperti pendapa trocoh (bocor), wahana permainan anak yang rontok karatan, dan kamar mandi yang mengenaskan.

Baca Juga: Perjuangan Atlet Muda Panahan Tulungagung Adhymas Yudhistira Lawan Gangguan Kecemasan, Bangkit Raih Medali di Piala Gubernur Jatim

Otomatis hal ini membuat suasana Pantai Popoh semakin suram dari waktu ke waktu.

"Kerusakan sarpras ini sudah terjadi cukup lama dan belum ada perbaikan hingga kini," ujarnya.

Pria yang pernah menjadi karyawan Pantai Popoh ini mengakui sepinya kunjungan membuat warganya yang membuka usaha ikut terdampak.

Tentunya ini membuat pendapatan mereka merosot tajam, khususnya yang membuka warung di area wisata.

"Ada tiga warga kami yang membuka warung di situ. Sepinya kunjungan membuat pendapatan juga terimbas," imbuhnya.

Disinggung ada tidaknya langkah warga untuk melakukan perbaikan secara mandiri, Eko mengaku tidak ada.

Baca Juga: Lapas Kelas IIB Tulungagung Tegaskan Tak Ada Pembatasan Kunjungan, Terapkan Pendekatan Humanis demi Jaga Psikologis Warga Binaan

Alasannya, warga tidak berani untuk bertindak lantaran itu merupakan ranah dari Pemkab Tulungagung, dalam hal ini dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menunggu," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kades Besole Suratman. Menurut dia, kondisi di Pantai Popoh sekarang memang sangat sepi dibanding beberapa dekade lalu.

"Wah, sepi pol sekarang," ujarnya pendek. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pandemi #pantai popoh #wisata #kecamatan besuki