RADAR TULUNGAGUNG – Hamparan lereng hijau dan udara pegunungan yang sejuk menjadikan kawasan Bukit Tunggul Manik di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, sebagai salah satu titik favorit pengendara untuk melepas penat saat melintas di jalur barat Tulungagung.
Berada di sisi Jalan Raya Pagerwojo, kawasan ini menawarkan panorama alam khas pegunungan dengan kontur jalan berkelok yang membelah perbukitan.
Pemandangan tersebut kerap menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi para pengguna kendaraan roda dua yang melintas di jalur tersebut.
Selain menghadirkan sensasi berkendara yang menenangkan, Bukit Tunggul Manik juga dikenal sebagai lokasi singgah bagi warga maupun pelintas yang ingin beristirahat sejenak sambil menikmati suasana alam.
“Jalur Pagerwojo ini memang jadi rute favorit saya kalau ingin cari suasana tenang bersama teman-teman. Pemandangan di Bukit Tunggul Manik ini bagus sekali, apalagi saat sore hari hawanya terasa sangat sejuk,” ujar Fahmi, salah seorang pengendara motor yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Menurutnya, suasana alami di kawasan perbukitan itu memberikan pengalaman berbeda dibanding jalur perkotaan yang padat kendaraan dan penuh polusi.
Hal serupa juga dirasakan pengguna jalan lainnya yang kerap memanfaatkan area tersebut sebagai tempat berkumpul dan bercengkerama bersama rekan perjalanan.
Bukan hanya udaranya yang segar, melainkan pemandangan bukit di sini memang estetik.
"Saya hampir selalu berhenti sebentar kalau sedang perjalanan pulang bersama teman. Cocok sekali untuk healing tipis-tipis sambil menikmati kebersamaan,” tambah Fahmi.
Tidak hanya menjadi tempat singgah anak muda, kawasan tersebut juga akrab bagi para pekerja maupun pedagang keliling yang sehari-hari melintasi jalur Pagerwojo.
Sugeng, seorang pedagang keliling, mengaku suasana di Bukit Tunggul Manik kerap membantu mengurangi rasa lelah saat bekerja di perjalanan.
“Saya sering lewat sini untuk angkut barang dagangan. Kalau melihat pemandangan seperti ini rasanya sedikit terobati. Kadang juga bertemu sesama pelintas, lalu saling berbagi cerita atau sekadar makan camilan bersama di gubuk pinggir jalan,” tuturnya.
Keberadaan gubuk sederhana di tepi jalan turut menjadi tempat beristirahat alami bagi para pelintas.
Ditambah pepohonan rindang yang tumbuh di sepanjang jalur, kawasan tersebut tetap terasa teduh dan nyaman meski cuaca mendung.
Keindahan Bukit Tunggul Manik menjadi salah satu bukti pesona alam Tulungagung bagian barat yang masih terjaga.
Selain menghadirkan panorama menawan, kawasan ini juga menjadi ruang sederhana yang mempertemukan kehangatan kebersamaan di tengah kesejukan alam pegunungan. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri