RADAR TULUNGAGUNG – Mikotopia Kota Batu menjadi destinasi wisata baru yang tengah viral di media sosial. Mengusung konsep dunia jamur berwarna-warni yang disebut mirip dengan latar permainan Super Mario, tempat wisata ini berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Mikotopia Kota Batu menawarkan pengalaman wisata keluarga dengan perpaduan wahana permainan, spot foto instagramable, area kuliner, hingga edukasi budidaya jamur. Berada di lereng Gunung Arjuno, destinasi ini juga menyuguhkan udara sejuk khas pegunungan yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Popularitas Mikotopia Kota Batu terus meningkat meski pembangunannya belum rampung sepenuhnya. Area parkir yang luas bahkan kerap dipenuhi kendaraan wisatawan yang penasaran ingin merasakan sensasi berlibur di "negeri dongeng" bertema jamur tersebut.
Terinspirasi Dunia Jamur dan Negeri Fantasi
Nama Mikotopia berasal dari kata "Miko" yang berarti jamur dalam bahasa Jepang dan "Topia" yang berarti tempat impian atau utopia. Sesuai namanya, seluruh kawasan dipenuhi bangunan, ornamen, dan dekorasi berbentuk jamur dengan warna-warna cerah.
Saat memasuki kawasan wisata, pengunjung langsung disambut kastel-kastel warna-warni, taman tematik, serta berbagai instalasi artistik yang menciptakan suasana layaknya berada di dunia fantasi atau animasi.
Tak sedikit wisatawan menyebut suasana Mikotopia mirip dengan dunia Super Mario karena dipenuhi elemen visual yang unik dan penuh warna.
Tiket Masuk dan Jam Operasional
Mikotopia buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Pengelola menyediakan dua pilihan tiket. Tiket reguler dibanderol Rp40 ribu pada hari kerja dan Rp45 ribu saat akhir pekan. Tiket ini hanya mencakup akses masuk kawasan wisata tanpa wahana.
Sementara tiket terusan dibanderol Rp80 ribu saat weekday dan Rp95 ribu ketika weekend. Tiket tersebut sudah termasuk akses ke 20 wahana pilihan.
Anak dengan tinggi badan di bawah 90 sentimeter dapat masuk secara gratis. Sedangkan pengunjung di atas batas tersebut dikenakan tiket penuh.
Hadirkan 31 Wahana untuk Anak dan Dewasa
Salah satu daya tarik utama Mikotopia adalah keberadaan 31 wahana permainan yang sebagian besar menggunakan nama-nama latin jamur.
Untuk anak-anak, tersedia playground indoor Agaricus, Rabbit Park Jigokota, trampolin Portobello, Istana Balon Ostreatus, hingga playground outdoor Saccharomyces yang dilengkapi berbagai perosotan warna-warni dan area panjat.
Sementara bagi remaja dan dewasa, tersedia berbagai wahana pemacu adrenalin seperti Oyster Coaster, Pirate Ship Auricularia, Pendulum Morsella, Flying Tower Kemberti, Flying Chair Tremetes, hingga Tower Drop Kaloplaka.
Tak ketinggalan wahana ikonik berupa Biang Lala Lactarius setinggi sekitar 40 meter yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kota Batu dari ketinggian.
Surga Spot Foto Instagramable
Selain wahana permainan, Mikotopia dikenal sebagai surga fotografi. Hampir setiap sudut kawasan dirancang untuk menghasilkan foto yang menarik.
Bangunan kastel warna-warni, jamur raksasa, taman tematik, lorong dekoratif, hingga area berbentuk benteng menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berburu konten media sosial.
Beberapa titik bahkan menawarkan pemandangan menyeluruh kawasan Mikotopia yang terlihat seperti dunia fantasi dengan latar pegunungan hijau.
Pengunjung juga dapat mencoba fasilitas Photobox Studio dan video spinner 360 derajat untuk menghasilkan konten yang lebih unik.
Masih Terus Dikembangkan
Meski sudah beroperasi, sejumlah area di Mikotopia masih dalam tahap pembangunan. Pengelola berencana menambah berbagai fasilitas baru seperti waterpark, water castle, rainbow slide, rumah hantu, gokart, hingga amphitheater.
Ke depan, kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai sarana edukasi budidaya jamur sehingga tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga pusat pembelajaran bagi wisatawan.
Dengan luas kawasan mencapai sekitar 10 hektare, beragam wahana, fasilitas lengkap, serta konsep unik yang berbeda dari destinasi lain di Kota Batu, Mikotopia berpotensi menjadi salah satu ikon wisata baru di Malang Raya yang wajib masuk daftar kunjungan saat musim liburan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella