RADAR TULUNGAGUNG - Liburan ke Banyuwangi ternyata tidak harus menghabiskan biaya besar. Seorang traveler asal Bandung membuktikan bahwa dengan modal sekitar Rp1 jutaan, wisatawan sudah bisa menikmati berbagai destinasi populer dalam paket perjalanan 3 hari 2 malam di Banyuwangi.
Perjalanan dimulai dari Bandung menggunakan kereta api dengan total waktu tempuh hampir 24 jam. Karena tidak tersedia rute langsung yang sesuai, perjalanan dilakukan dengan transit di Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi.
Meski membutuhkan waktu panjang, pengalaman yang didapat selama menjelajahi Banyuwangi dinilai sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Apalagi daerah yang dikenal sebagai The Sunrise of Java ini memiliki banyak destinasi wisata alam yang masih asri dan relatif terjangkau.
Menginap Murah di Tengah Kota Banyuwangi
Sesampainya di Banyuwangi, traveler tersebut memilih menginap di hotel yang berada di kawasan pusat kota dengan tarif sekitar Rp200 ribu per malam. Bagi wisatawan yang memiliki anggaran lebih terbatas, tersedia pula berbagai homestay dengan harga mulai Rp80 ribuan per malam.
Untuk mobilitas selama berada di Banyuwangi, ia menyewa sepeda motor dengan biaya Rp80 ribu per hari. Sementara kebutuhan bahan bakar selama tiga hari menghabiskan sekitar Rp75 ribu.
Menurutnya, salah satu keunggulan Banyuwangi adalah biaya wisata yang relatif murah dibandingkan banyak destinasi populer lainnya di Indonesia.
De Djawatan Jadi Destinasi Pertama
Tujuan wisata pertama yang dikunjungi adalah De Djawatan. Kawasan yang terkenal dengan deretan pohon trembesi raksasa ini sering dijuluki sebagai hutan dalam film Lord of The Rings.
Saat musim liburan panjang, De Djawatan cukup ramai dikunjungi wisatawan. Selain berjalan-jalan menikmati suasana teduh, pengunjung juga dapat berfoto di berbagai sudut yang Instagramable.
Biaya masuk ke lokasi wisata ini juga tergolong murah sehingga menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.
Baca Juga: Viral! Borong Jajanan Sepanjang Jalan di Bintaro, Modal Rp216 Ribu Nyaris Habis Sebelum Sampai Ujung
Menikmati Keindahan Teluk Hijau
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Teluk Hijau atau Green Bay yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri.
Untuk mencapai pantai ini, wisatawan harus melakukan trekking melewati jalur hutan. Meski cukup menguras tenaga, perjalanan tersebut terbayar lunas saat tiba di lokasi.
Pantai Teluk Hijau menawarkan pasir putih bersih dengan air laut berwarna hijau kebiruan yang menjadi asal-usul namanya. Suasana yang masih alami membuat pantai ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan.
Menariknya, meski memiliki panorama yang indah, jumlah pengunjung di lokasi ini tidak terlalu padat sehingga wisatawan bisa menikmati suasana pantai dengan lebih nyaman.
Kawah Ijen Jadi Pengalaman Tak Terlupakan
Destinasi yang paling berkesan dalam perjalanan ini adalah Kawah Ijen. Awalnya wisatawan berencana menuju lokasi menggunakan sepeda motor, namun akhirnya memilih mengikuti open trip dengan biaya sekitar Rp300 ribu per orang karena mempertimbangkan faktor keselamatan.
Paket perjalanan tersebut sudah mencakup sejumlah fasilitas seperti masker, senter, dan air minum. Pendakian dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari dengan suhu udara yang cukup dingin.
Meski harus berjalan menanjak selama lebih dari dua jam, pemandangan yang tersaji di puncak Kawah Ijen disebut sangat luar biasa. Keindahan kawah, panorama pegunungan, serta momen matahari terbit menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
"Minimal sekali seumur hidup harus ke Kawah Ijen," ungkapnya dalam dokumentasi perjalanan.
Menjelajahi Baluran dan Pantai Bama
Hari berikutnya diisi dengan mengunjungi Taman Nasional Baluran yang dikenal sebagai Afrika van Java.
Di kawasan ini wisatawan dapat melihat berbagai satwa liar seperti rusa dan monyet yang hidup bebas di habitat alaminya. Hamparan savana yang luas menjadi daya tarik utama Baluran.
Masih dalam kawasan yang sama, wisatawan juga mengunjungi Pantai Bama yang memiliki air laut tenang dan pemandangan mangrove yang indah.
Pengalaman Lebih Berharga dari Biaya
Menjelang akhir perjalanan, wisatawan menyempatkan diri menikmati suasana sore di kawasan Banyuwangi sebelum kembali pulang menggunakan kereta api.
Menurutnya, pengalaman menjelajahi Banyuwangi memberikan banyak pelajaran dan kenangan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Ia meyakini bahwa biaya yang dikeluarkan untuk traveling akan terlupakan, namun pengalaman selama perjalanan akan selalu diingat.
Dengan kombinasi wisata alam, biaya yang ramah di kantong, serta akses transportasi yang semakin mudah, Banyuwangi menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar liburan pada 2026.
Editor : Fadhilah Salsa Bella