RADAR TULUNGAGUNG- Taman Nasional Baluran masih menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Jawa Timur. Kawasan yang dijuluki Afrika van Java ini menawarkan hamparan savana luas, satwa liar yang hidup bebas, serta panorama alam yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
Saat musim kemarau, wajah Baluran terlihat berbeda. Rumput-rumput di kawasan savana berubah menguning hingga kecokelatan sehingga menghadirkan suasana yang menyerupai padang rumput Afrika. Pemandangan inilah yang menjadi daya tarik utama wisatawan yang datang ke kawasan konservasi tersebut.
Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku, salah satunya larangan memberi makan satwa liar yang hidup di dalam kawasan taman nasional.
Savana Bekol Jadi Spot Favorit Wisatawan
Salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Savana Bekol. Kawasan ini menawarkan panorama padang rumput luas dengan latar belakang Gunung Baluran yang ikonik.
Di beberapa titik, pengunjung dapat menemukan berbagai satwa liar seperti rusa, monyet ekor panjang, dan burung yang berkeliaran bebas. Namun pihak pengelola terus mengingatkan wisatawan agar tidak berinteraksi secara langsung dengan satwa, terutama dengan memberikan makanan.
Larangan tersebut diterapkan untuk menjaga perilaku alami satwa liar sekaligus menghindari risiko yang dapat membahayakan pengunjung maupun hewan itu sendiri.
Selain itu, wisatawan juga diminta tidak meninggalkan makanan di kendaraan maupun area wisata. Monyet-monyet yang hidup di kawasan Baluran dikenal cukup aktif mencari makanan dan kerap mendekati area yang ramai pengunjung.
Ikon Tulang Kerbau Jadi Spot Foto
Di kawasan Savana Bekol terdapat salah satu spot foto yang cukup terkenal, yakni kumpulan tulang kerbau yang sering dijadikan latar belakang foto wisatawan.
Lokasi ini menjadi salah satu titik favorit karena menggambarkan suasana khas savana yang identik dengan kehidupan satwa liar. Banyak pengunjung memanfaatkan area tersebut untuk mengabadikan momen selama berada di Baluran.
Meski demikian, wisatawan tetap diminta memperhatikan batas aman yang telah ditentukan pengelola. Beberapa area tidak boleh dimasuki karena merupakan jalur pergerakan satwa liar.
Pantai Bama, Bonus Wisata dalam Satu Kawasan
Setelah menikmati keindahan savana, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bama yang masih berada dalam kawasan Taman Nasional Baluran.
Jaraknya hanya beberapa menit dari Savana Bekol sehingga banyak pengunjung memilih mengunjungi kedua lokasi tersebut dalam satu perjalanan. Pantai Bama menawarkan suasana berbeda dengan pemandangan laut yang tenang dan area pantai yang cukup luas.
Menariknya, wisatawan tidak dikenakan tiket masuk tambahan untuk menikmati Pantai Bama. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan sehingga destinasi ini menjadi pilihan yang ekonomis.
Di sekitar pantai juga tersedia sejumlah fasilitas sederhana seperti area duduk dan ayunan yang kerap dimanfaatkan wisatawan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut.
Monyet Jadi Penghuni Dominan Pantai Bama
Salah satu hal yang paling mudah ditemui di Pantai Bama adalah keberadaan monyet ekor panjang yang hidup di sekitar kawasan pantai.
Hewan-hewan tersebut sering terlihat mendekati wisatawan, terutama jika mencium aroma makanan. Karena itu, pengunjung disarankan menyimpan makanan dengan baik dan tidak memberikan makanan secara langsung kepada satwa liar.
Kehadiran monyet memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan. Namun pengelola tetap mengimbau agar interaksi dilakukan secara aman dan tidak mengganggu kehidupan satwa di habitat aslinya.
Destinasi Wisata Alam yang Lengkap
Kombinasi antara savana, satwa liar, hutan, dan pantai membuat Taman Nasional Baluran menjadi salah satu destinasi wisata alam paling lengkap di Jawa Timur.
Dalam satu kawasan, wisatawan dapat menikmati suasana ala Afrika di Savana Bekol sekaligus bersantai di Pantai Bama yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Keindahan alam yang masih terjaga serta keberagaman ekosistem menjadikan Baluran sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi pencinta wisata alam saat berkunjung ke Situbondo maupun Banyuwangi.
Editor : Fadhilah Salsa Bella