RADAR TULUNGAGUNG - Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung Blitar kembali menjadi sorotan setelah viral di media sosial karena menyuguhkan panorama jalan yang disebut “rasa wisata gratis”. Kawasan JLS Tulungagung Blitar yang menghubungkan wilayah Bakung, Blitar, hingga Pucanglaban, Tulungagung ini menawarkan pemandangan perbukitan hijau, laut selatan, hingga tebing curam yang membentang sepanjang perjalanan.
Sepanjang jalur tersebut, pengendara disuguhi lanskap kebun tebu, tambak udang, hingga perbukitan yang langsung mengarah ke Samudra Hindia. Di beberapa titik perbatasan Blitar dan Tulungagung, wisatawan juga dapat menemukan akses menuju destinasi populer seperti Pantai Pacar dan Kedung Tumpang yang dikenal dengan kolam alami berwarna biru toska. Keindahan ini membuat JLS Tulungagung Blitar kerap disebut sebagai salah satu jalur terindah di Pulau Jawa.
Tidak hanya panorama alam, jalur ini juga dipenuhi spot viral seperti “Perempatan Makkah” hingga kawasan warung tebing di sekitar Pantai Sine. Warung-warung tersebut menawarkan pengalaman kuliner dengan konsep terbuka menghadap laut lepas. Suasana semakin ramai saat sore hari ketika wisatawan datang untuk menikmati sunset di atas tebing tinggi yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.
Jalur Lintas Selatan Jadi Daya Tarik Baru Wisata Jawa Timur
JLS yang merupakan proyek infrastruktur penghubung pesisir selatan Jawa kini berkembang menjadi magnet wisata baru. Di wilayah Tulungagung dan Blitar, jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga destinasi perjalanan darat yang banyak diburu wisatawan. Kondisi jalan yang mulus di beberapa titik membuat perjalanan terasa nyaman, meski masih ada segmen yang dalam tahap pengembangan.
Selain itu, jalur ini juga membuka akses menuju desa-desa pesisir yang sebelumnya sulit dijangkau. Sejumlah titik wisata seperti Pantai Lumbung, Pantai Kelinci, hingga Pantai Sine kini lebih mudah diakses oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Panorama Tebing, Laut, dan Perbukitan yang Menyatu
Daya tarik utama JLS Tulungagung Blitar adalah kombinasi lanskap yang jarang ditemui di jalur lain. Di satu sisi terlihat perbukitan hijau yang ditanami jagung dan tebu, sementara di sisi lain terbentang laut selatan yang luas. Tebing-tebing tinggi yang terbelah oleh pembangunan jalan menambah kesan dramatis sepanjang perjalanan.
Saat cuaca cerah, warna biru laut tampak kontras dengan hijau vegetasi bukit. Namun ketika mendung, suasana berubah menjadi dramatis dengan kabut tipis yang menyelimuti perbukitan. Kondisi ini membuat jalur tersebut digemari para pengendara motor touring dan pemburu konten media sosial.
Spot Viral Kedung Tumpang dan Warung Tebing Pantai Sine
Salah satu titik paling populer di sekitar jalur ini adalah Kedung Tumpang, yang dikenal dengan kolam alami di antara karang laut. Airnya yang berwarna biru kehijauan menjadi daya tarik utama wisatawan. Tak jauh dari sana, kawasan Pantai Sine juga viral karena deretan warung di atas tebing yang menawarkan pengalaman makan dengan view laut langsung.
Warung-warung tersebut menyajikan konsep sederhana namun estetik, lengkap dengan kursi lipat dan pemandangan sunset. Kehadiran fasilitas ini membuat wisatawan bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung panorama Samudra Hindia dari ketinggian.
Akses dan Rekomendasi Perjalanan
Untuk menuju kawasan JLS Tulungagung Blitar, wisatawan disarankan melalui jalur Pucanglaban karena kondisi jalan relatif lebih baik dibandingkan rute alternatif lain. Meski demikian, beberapa titik masih memiliki jalan menanjak dan berliku sehingga pengendara diimbau tetap berhati-hati.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik sekaligus menikmati momen matahari terbit atau terbenam. Dengan kombinasi infrastruktur baru dan keindahan alam yang masih alami, JLS ini diprediksi akan terus menjadi destinasi favorit baru di Jawa Timur.
Editor : Fadhilah Salsa Bella