RADAR TULUNGAGUNG – Kota Tulungagung di Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menawarkan suasana tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Nuansa slow living yang melekat membuat kota ini menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan sambil menikmati keindahan alam dan kekayaan kulinernya.
Perjalanan menjelajahi Tulungagung kali ini dimulai sejak subuh dengan menaiki Kereta Api Commuter Line Penataran dari Stasiun Sumberpucung menuju Stasiun Tulungagung. Perjalanan selama lebih dari dua jam menjadi pengalaman tersendiri karena dilakukan saat sebagian besar penumpang masih terlelap tidur.
Setibanya di Stasiun Tulungagung pada pagi hari, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa sepeda motor untuk berkeliling kota. Tarif sewa motor yang relatif terjangkau menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai sudut kota dengan lebih leluasa.
Berburu Sarapan Nasi Pecel Legendaris
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah sebuah warung nasi pecel legendaris yang cukup populer di kalangan masyarakat Tulungagung. Meski tampil sederhana, warung tersebut selalu ramai pembeli sejak pagi hari.
Nasi pecel yang disajikan memiliki cita rasa khas dengan bumbu kacang gurih yang berpadu dengan aneka sayuran dan lauk pendamping. Harga yang ekonomis serta rasa yang lezat menjadikan tempat ini sebagai salah satu rekomendasi sarapan bagi wisatawan yang datang ke Tulungagung.
Suasana kota yang masih lengang pada pagi hari semakin menambah kenyamanan selama perjalanan. Jalanan yang tidak terlalu padat membuat aktivitas berkeliling kota terasa menyenangkan.
Pasar Senggol Bangoan Tutup, Beralih ke Alun-Alun Tulungagung
Usai sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Pasar Senggol Bangoan yang dikenal sebagai pusat jajanan dan kuliner tradisional. Namun sayangnya, saat tiba di lokasi pasar sedang tidak beroperasi sehingga wisata kuliner harus ditunda.
Sebagai gantinya, perjalanan diarahkan menuju Alun-Alun Tulungagung yang menjadi ruang publik favorit masyarakat setempat.
Kawasan alun-alun terlihat ramai oleh aktivitas warga, terutama anak-anak yang bermain di berbagai fasilitas yang tersedia. Terdapat area bermain, arena skateboard, pedagang kaki lima, hingga area hijau yang rindang.
Keberadaan berbagai instansi pemerintahan seperti pendopo, gedung DPRD, perpustakaan daerah, kantor pos, dan Mal Pelayanan Publik di sekitar alun-alun membuat kawasan ini menjadi pusat aktivitas masyarakat Tulungagung.
Pepohonan besar yang tumbuh di area alun-alun menciptakan suasana teduh dan nyaman bagi pengunjung yang ingin bersantai.
Menikmati Kuliner Tradisional di Tegal Pule
Menjelang siang, perjalanan berlanjut menuju Tegal Pule Jenang Lasimun, sebuah rumah makan yang menawarkan konsep tradisional Jawa.
Tempat makan ini menghadirkan suasana pedesaan yang kental dengan bangunan joglo, limasan, dan berbagai ornamen khas Jawa kuno. Pengunjung dapat memilih menu secara prasmanan sebelum menikmati hidangan di area persawahan yang hijau dan sejuk.
Salah satu menu yang menarik perhatian adalah kotokan ikan semar yang memiliki bentuk unik menyerupai tokoh pewayangan Semar. Selain itu tersedia pula berbagai masakan tradisional khas Jawa yang menggugah selera.
Tidak hanya menawarkan kuliner lezat, Tegal Pule juga menjadi daya tarik wisata karena koleksi benda-benda tempo dulu yang dipajang di berbagai sudut lokasi. Mulai dari rantang, kendi, capil, lampu tradisional, hingga pawon atau tungku masak kuno.
Suasana semakin terasa autentik dengan alunan musik gamelan yang mengiringi pengunjung saat menikmati makanan.
Menutup Perjalanan di Puncak Jowin
Setelah puas menikmati kuliner khas Tulungagung, perjalanan ditutup dengan mengunjungi Puncak Jowin yang berada di kawasan perbukitan.
Lokasi wisata ini dapat ditempuh sekitar 40 menit dari pusat kota. Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disuguhi panorama alam yang memukau dari ketinggian.
Puncak Jowin menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan Kota Tulungagung secara menyeluruh. Hamparan perbukitan dan area perkotaan terlihat jelas dari atas bukit, terutama saat cuaca cerah.
Menurut pengelola, waktu terbaik mengunjungi Puncak Jowin adalah pagi hari karena wisatawan dapat menyaksikan keindahan matahari terbit yang menjadi daya tarik utama tempat ini.
Meski kunjungan dilakukan pada sore hari, panorama yang tersaji tetap memukau dan menjadi penutup sempurna untuk perjalanan sehari menjelajahi Tulungagung.
Perjalanan singkat ini menunjukkan bahwa Tulungagung tidak hanya memiliki pantai-pantai indah, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata kota yang tenang, kuliner khas yang menggugah selera, serta destinasi alam yang layak untuk dijelajahi lebih jauh.
Editor : Fadhilah Salsa Bella