TULUNGAGUNG – Potensi wisata Pantai Nglinci di pesisir selatan Tulungagung dengan panorama laut lepas, tebing karang, dan pasir putih alami yang mulai dikenal wisatawan menjadi salah satu daya tarik baru di Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung.
Pantai yang berada di Dusun Panggungpucung, Desa/Kecamatan Pucanglaban ini menawarkan keindahan alam yang masih asri, meski masih menghadapi keterbatasan akses dan pengelolaan.
Keberadaan potensi wisata Pantai Nglinci di pesisir selatan Tulungagung dengan panorama laut lepas, tebing karang, dan pasir putih alami yang mulai dikenal wisatawan membuat destinasi ini mulai dilirik pengunjung.
Namun, pengembangan kawasan wisata tersebut masih berjalan secara bertahap dan berbasis swadaya masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Nglinci, Tulus mengatakan, Pantai Nglinci memiliki karakteristik alam yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Panorama laut lepas, tebing karang, dan hamparan pasir putih alami menjadi keunggulan yang mulai dikenal meski akses menuju lokasi masih terbatas.
“Harapan kami, pemkab segera menangkap potensi wisata di wilayah selatan. Akses menuju lokasi sebenarnya sudah mulai terbuka sehingga akan lebih mudah jika ada perhatian untuk pengembangannya,” ujarnya.
Panorama Alam Jadi Daya Tarik Utama
Pantai Nglinci menawarkan pemandangan alam yang masih terjaga keasriannya. Hamparan laut Samudra Hindia yang luas, tebing karang yang menjulang, serta pasir putih alami menjadi kombinasi daya tarik yang membuat wisatawan mulai berdatangan.
Keunikan lain dari Pantai Nglinci adalah keberadaan sebuah batu besar di bibir pantai yang jika dilihat dari ketinggian menyerupai seekor kelinci.
Ciri khas inilah yang kemudian menjadi asal-usul nama Pantai Nglinci sekaligus identitas wisata baru di kawasan tersebut.
Meski demikian, pengembangan potensi wisata tersebut belum optimal karena keterbatasan infrastruktur dan dukungan pengelolaan.
Saat ini, kawasan wisata masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat melalui Pokdarwis.
Pengelolaan Swadaya dan Keterbatasan Fasilitas
Tulus menjelaskan, seluruh fasilitas yang ada di Pantai Nglinci dibangun secara mandiri oleh Pokdarwis tanpa bantuan pemerintah.
Pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan kelompok masyarakat.
“Semua yang ada di sini dibangun sendiri oleh pokdarwis. Sampai sekarang belum ada bantuan. Kami mengembangkan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan,” jelasnya.
Selain itu, akses jalan menuju lokasi masih menjadi keluhan utama wisatawan. Jalur dari jalan utama menuju pantai dinilai perlu pembenahan agar pengunjung lebih nyaman saat berkunjung.
“Pengunjung banyak yang mengeluhkan kondisi akses masuk. Kami hanya bisa meminta mereka bersabar karena memang itu di luar kewenangan kami,” kata Tulus.
Pengelolaan Masih Berproses
Pantai Nglinci saat ini dikelola melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani sejak 2022. Hal ini dilakukan karena sebagian kawasan berada di wilayah hutan sehingga membutuhkan dasar pengelolaan yang sesuai aturan.
Namun hingga kini, pengelola belum menarik retribusi tiket masuk. Wisatawan hanya dikenakan biaya penitipan kendaraan karena proses legalitas pengelolaan masih berlangsung.
“Kami belum menarik retribusi masuk. Yang ada hanya biaya penitipan kendaraan. Legalitasnya masih berproses sehingga kami memilih menunggu sampai semuanya benar-benar selesai,” ungkapnya.
Sebanyak 11 anggota Pokdarwis setiap hari bergotong royong menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata agar tetap bisa dinikmati pengunjung.
Harapan Pengembangan Lebih Lanjut
Dengan panorama alam yang masih alami serta ombak Samudra Hindia yang menjadi daya tarik utama, Pantai Nglinci dinilai memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan di Kecamatan Pucanglaban.
Pengelola berharap adanya percepatan pembangunan akses jalan serta kepastian legalitas pengelolaan agar potensi wisata dapat berkembang lebih cepat dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pantai Nglinci kini menjadi salah satu bukti bahwa potensi wisata Pantai Nglinci di pesisir selatan Tulungagung dengan panorama laut lepas, tebing karang, dan pasir putih alami yang mulai dikenal wisatawan memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata masa depan di Tulungagung.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri