RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Wisata petik buah Tulungagung di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Tidak hanya menikmati suasana kebun, wisatawan juga dapat memetik dan mengonsumsi buah langsung dari pohonnya, sekaligus mengikuti wisata edukasi mengenai budidaya tanaman buah premium.
Wisata petik buah Tulungagung ini menjadikan durian Musang King sebagai daya tarik utama ketika memasuki musim panen. Selain itu, pengelola juga menyediakan berbagai jenis buah lain sehingga kawasan tersebut tetap dapat dikunjungi sepanjang tahun.
Konsep yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyasar anak-anak hingga orang dewasa.
Berada di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru
Objek wisata ini berlokasi di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.
Lokasinya menghadirkan suasana kebun yang asri sehingga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan wisata perkotaan.
Setibanya di kawasan wisata, pengunjung dapat langsung melihat berbagai tanaman buah yang dibudidayakan oleh pengelola.
Suasana alami menjadi salah satu daya tarik yang ditonjolkan dalam video.
Durian Musang King Jadi Primadona
Salah satu alasan banyak wisatawan datang adalah keberadaan durian Musang King.
Buah premium tersebut menjadi daya tarik utama ketika memasuki musim panen.
Pengunjung diberi kesempatan memetik sekaligus menikmati buah langsung dari pohonnya.
Selain memberikan pengalaman berbeda, konsep tersebut membuat wisatawan dapat memilih sendiri buah yang diinginkan.
Meski demikian, durian Musang King merupakan buah musiman sehingga ketersediaannya bergantung pada masa panen.
Tersedia Beragam Jenis Buah Lain
Di luar musim durian, kawasan wisata tetap menyediakan berbagai pilihan buah.
Dalam video disebutkan beberapa jenis buah yang dibudidayakan, antara lain melon, alpukat, buah naga, pisang, dan cempedak.
Keberagaman tanaman tersebut membuat wisata tetap memiliki daya tarik sepanjang tahun.
Pengunjung juga dapat mengenal berbagai jenis tanaman buah dalam satu lokasi.
Hadirkan Wisata Edukasi Pertanian
Selain menjadi tempat rekreasi, lokasi ini juga menawarkan konsep wisata edukasi.
Program tersebut ditujukan terutama bagi siswa mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada proses bercocok tanam, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen buah premium.
Konsep edukasi tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang dihadirkan pengelola.
Anak-anak Bisa Melihat Beragam Hewan
Tidak hanya belajar mengenai tanaman, anak-anak juga dapat berinteraksi dengan beberapa jenis hewan.
Dalam kawasan wisata terdapat kelinci, landak, dan iguana.
Keberadaan satwa tersebut menjadi pelengkap aktivitas selama berada di lokasi.
Dengan demikian, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai tanaman sekaligus mengenal beberapa jenis hewan.
Pengunjung Hanya Membayar Buah yang Dipetik
Sistem pembayaran di lokasi wisata juga menjadi salah satu daya tarik.
Menurut informasi dalam video, pengunjung tidak dikenakan biaya retribusi masuk.
Wisatawan hanya membayar sesuai berat buah yang dipetik dari kebun.
Sistem tersebut memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk menentukan sendiri jumlah buah yang ingin dibawa pulang atau dikonsumsi di lokasi.
Pengunjung Nilai Tempat Sejuk dan Terjangkau
Salah seorang pengunjung asal Blitar, Sekar Aprilia, turut menyampaikan kesannya setelah berkunjung.
Ia menilai kawasan wisata memiliki suasana yang sejuk dan nyaman untuk dikunjungi.
Menurutnya, kualitas buah yang tersedia juga baik dengan harga yang dinilai terjangkau.
Sekar menyebut lokasi tersebut cocok dijadikan tujuan liburan bersama keluarga maupun teman.
Gabungkan Rekreasi dan Edukasi
Konsep yang diusung wisata petik buah di Desa Pinggirsari memadukan rekreasi, edukasi, dan aktivitas alam dalam satu kawasan.
Pengunjung tidak hanya menikmati hasil panen buah secara langsung, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai proses budidaya tanaman.
Keberadaan berbagai jenis buah, fasilitas edukasi, serta hewan untuk anak-anak membuat destinasi ini menawarkan pengalaman yang beragam.
Ditambah dengan sistem tanpa biaya tiket masuk dan pembayaran berdasarkan berat buah yang dipetik, kawasan wisata ini menghadirkan alternatif rekreasi yang menggabungkan aktivitas belajar dan menikmati hasil kebun secara langsung sebagaimana dijelaskan dalam video.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt ABTV NEWS