PROBOLINGGO - Kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur terus menjadi magnet utama bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berburu pemandangan matahari terbit. Salah satu lokasi terbaik yang paling diburu oleh para pelancong untuk menikmati fenomena alam ini adalah puncak Penanjakan 1. Tempat ini menyuguhkan panorama menakjubkan berupa cantiknya matahari terbit yang berpadu sempurna dengan hamparan lautan awan, lautan pasir, serta kemegahan gugusan gunung-gunung di sekitarnya.
Puncak Penanjakan 1 ini merupakan bagian resmi dari wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Wisatawan memilih titik ini sebagai destinasi utama karena menawarkan sudut pandang yang sangat leluasa dan eksotis. Pemandangan di lokasi ini akan terlihat jauh lebih dramatis dan memanjakan mata, terutama saat kondisi langit sedang cerah serta terdapat balutan kabut tebal yang menyelimuti area kaldera Gunung Bromo.
Keindahan alam yang ditawarkan dari puncak tertinggi ini membuat Penanjakan 1 menjadi bagian wajib yang tidak boleh dilewatkan dalam paket perjalanan wisata ke Bromo. Mayoritas pelancong yang datang ke kawasan tnbts memang memiliki tujuan utama untuk menyaksikan keindahan momen fajar tersebut. Pesona eksotis yang disajikan dari ketinggian ini selalu sukses memikat hati siapa saja yang berkunjung ke sana.
Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Indomobil eMotor Tirano, Motor Listrik Bergaya Adventure Rp25,9 Juta
Biaya Sewa Jeep Bromo dan Prosedur Registrasi Tiket Masuk Online
Untuk bisa sampai ke lokasi view point Penanjakan 1, para pengunjung harus memulai perjalanan sejak dini hari. Wisatawan biasanya sudah harus bangun pagi sekitar jam 03.00 waktu setempat agar tidak terlambat momen terbitnya matahari. Moda transportasi utama yang digunakan oleh para wisatawan untuk membelah medan berpasir dan menanjak di kawasan ini adalah mobil jip (Jeep).
Biaya yang diperlukan untuk menyewa satu unit armada jip tersebut adalah sebesar Rp 300.000. Sebelum memulai perjalanan menyusuri dinginnya kawasan Bromo, para pengunjung sangat disarankan untuk melakukan proses registrasi terlebih dahulu. Pembayaran tiket masuk ke dalam kawasan taman nasional ini wajib dilakukan secara online untuk mempermudah sistem pendataan.
Dalam rangkaian perjalanan menuju puncak, rombongan jip wisatawan nantinya akan berhenti sejenak di pos pemeriksaan petugas resmi. Di pos tersebut, setiap pengunjung diwajibkan untuk menunjukkan bukti Barcode yang telah didapatkan setelah berhasil memesan tiket online. Setelah proses pemeriksaan administrasi tiket selesai dan dinyatakan valid, barulah wisatawan diizinkan melanjutkan perjalanan ke area inti.
Lokasi Titik Tertinggi 2770 MDPL dan Jalur Akses Menuju Bromo
Penanjakan 1 dikenal luas sebagai salah satu spot view point terbaik untuk menikmati keindahan matahari terbit karena faktor geografisnya. Lokasi ini berada tepat di titik tertinggi dengan elevasi mencapai 2.770 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketinggian ini menjadikannya sebagai puncak paling tinggi jika dibandingkan dengan beberapa puncak atau spot pengamatan lain yang ada di sekeliling Gunung Bromo.
"Pananjakan satu adalah salah satu Spot view point terbaik untuk melihat keindahan matahari terbit dan view Bromo karena lokasinya berada di titik tertinggi di 2770 mdpl dan memiliki lokasi paling tinggi dibanding dengan puncak Bromo sehingga para pengunjung akan lebih leluasa melihat pesona Bromo dari puncak ketinggian."
Karena posisinya yang berada di titik paling atas, para pelancong otomatis mendapatkan ruang pandang yang jauh lebih bebas. Selain Penanjakan 1, sebenarnya terdapat beberapa opsi spot alternatif lain untuk melihat fajar di kawasan wisata Bromo. Spot-spot tersebut antara lain adalah Penanjakan 2, Bukit Kingkong, serta Bukit Cinta yang juga menyajikan keindahan tersendiri bagi pengunjung.
Perjalanan dari penginapan atau hotel menuju ke area Penanjakan 1 ini umumnya memakan waktu tempuh kurang lebih antara 45 menit hingga 1 jam. Durasi perjalanan tersebut sangat bergantung pada situasi lalu lintas dan tingkat kemacetan di jalur menanjak. Kawasan Bromo sendiri memang dikenal selalu padat dan ramai dipadati oleh kendaraan rombongan para pelancong, baik dari lokal maupun luar negeri.
Untuk bisa mencapai area puncak bukit ini, para wisatawan memiliki beberapa pilihan akses jalan yang fleksibel. Terdapat tiga jalur utama yang bisa dilalui oleh kendaraan, yaitu via jalur Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Dalam rute perjalanan kali ini, jalur yang dipilih dan dilalui oleh wisatawan adalah rute yang melewati Kabupaten Probolinggo.
Baca Juga: KPK Periksa Empat Pimpinan DPRD Tulungagung, Dalami Kasus Dugaan Pemerasan Gatut Sunu
Fasilitas Umum Lengkap Bagi Wisatawan di Area Wisata Puncak Penanjakan
Setibanya di area parkir Penanjakan 1, para pengunjung tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk sampai di titik pengamatan utama. Jarak berjalan kaki dari lokasi perhentian jip menuju ke titik pandang puncak Penanjakan hanya berkisar kurang lebih 200 meter saja. Jarak yang relatif dekat ini membuat tempat ini cukup ramah untuk diakses oleh berbagai kalangan usia wisatawan.
Di sekitar area wisata Penanjakan 1 ini juga sudah berdiri beberapa warung kecil yang dikelola oleh warga lokal. Keberadaan warung-warung ini sangat membantu para pengunjung yang ingin sekadar membeli minuman hangat atau makanan ringan untuk menghalau udara dingin Bromo yang menusuk tulang. Suasana di sekitar lokasi pengamatan matahari terbit ini dipastikan akan langsung berubah menjadi sangat ramai dan riuh sejak fajar belum menyingsing.
Fasilitas penunjang bagi kenyamanan para pelancong di area wisata Gunung Bromo ini juga tergolong sudah cukup lengkap dan memadai. Pihak pengelola telah menyediakan sarana toilet umum yang tersebar di beberapa titik strategis di sekitar lokasi peninjauan. Selain toilet dan deretan warung makanan, di kawasan ini juga sudah tersedia fasilitas mushola yang bersih untuk tempat beribadah.
Tersedianya berbagai fasilitas umum yang lengkap ini membuat para pelancong tidak perlu merasa khawatir atau was-was saat menghabiskan waktu berjam-jam di puncak. Setelah puas mengabadikan momen matahari terbit, menyaksikan fenomena lautan awan, lautan pasir, serta gugusan gunung, wisatawan dapat kembali ke jip masing-masing melalui jalur kepulangan yang sama untuk melanjutkan petualangan ke destinasi Bromo berikutnya.
\Baca Juga: Donat Kentang Jadi Primadona, Warung Makanan Ringan “Mudjur” Tawarkan Cita Rasa Lembut dan Gurih
Editor : Natasha Eka Safrina