RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Wisata Labuan Bajo 2026 masih menjadi salah satu destinasi favorit di Indonesia. Kawasan yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu menawarkan keindahan alam yang lengkap, mulai dari gugusan pulau eksotis, pantai berpasir merah muda, hingga habitat asli komodo yang terkenal hingga mancanegara.
Sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas nasional, Labuan Bajo terus berkembang dan menarik minat wisatawan dari berbagai negara. Keindahan alam serta infrastruktur yang semakin baik membuat kawasan ini menjadi tujuan liburan yang semakin diminati.
Perjalanan menuju Labuan Bajo dari Jakarta membutuhkan waktu penerbangan sekitar dua jam. Berdasarkan pengalaman perjalanan yang dibagikan dalam video tersebut, biaya tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Labuan Bajo berada di kisaran Rp 2,5 juta per orang.
Setibanya di Bandara Komodo, wisatawan akan merasakan suasana yang berbeda. Selain pemandangan laut dan perbukitan, wilayah ini juga memiliki perbedaan waktu satu jam lebih cepat dibandingkan Jakarta.
Infrastruktur dan Akses Wisata Semakin Memadai
Labuan Bajo disebut memiliki tata kota yang cukup rapi dengan kondisi jalan yang mulus dan nyaman dilalui.
Menariknya, kawasan ini belum memiliki layanan taksi konvensional maupun transportasi online berbasis mobil. Sebagai alternatif, wisatawan dapat menggunakan jasa sopir lokal, layanan antar hotel, atau menyewa kendaraan.
Jarak antara Bandara Komodo menuju kawasan pelabuhan juga cukup dekat, yakni sekitar 15 menit perjalanan.
Dalam perjalanan menuju hotel, wisatawan dapat singgah di Puncak Waringin. Dari lokasi tersebut, pengunjung bisa menikmati panorama Pelabuhan Labuan Bajo yang dipenuhi kapal-kapal wisata.
Menginap Dekat Pelabuhan
Agar lebih praktis, wisatawan memilih penginapan yang lokasinya tidak jauh dari pelabuhan.
Biaya hotel yang disebutkan dalam perjalanan tersebut sekitar Rp 400 ribu per malam dengan fasilitas yang dinilai cukup nyaman.
Hotel tersebut memiliki pemandangan langsung ke arah laut dan pelabuhan. Di sekitarnya juga tersedia kafe, minimarket, serta layanan pesan makanan secara online.
Wisatawan juga disarankan tiba di Labuan Bajo sehari sebelum memulai perjalanan wisata karena aktivitas island hopping biasanya dimulai sejak pagi hari.
Open Trip Menuju Enam Destinasi
Pada hari kedua, perjalanan dimulai sekitar pukul 06.15 WITA menggunakan speed boat.
Terdapat dua pilihan paket perjalanan, yakni open trip dan private trip.
Untuk paket open trip, biaya yang disebutkan sekitar Rp 1,45 juta per orang. Dalam paket tersebut, wisatawan akan bergabung dengan peserta lain dalam satu kapal.
Sementara private trip diperuntukkan bagi rombongan keluarga atau teman dengan jadwal yang lebih fleksibel.
Kapal wisata yang digunakan juga dilengkapi fasilitas seperti kabin berpendingin udara, kamar mandi, makanan ringan, buah, minuman, hingga makan siang.
Menikmati Keindahan Pulau Padar
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pulau Padar.
Untuk mencapai titik pandang utama, wisatawan harus melakukan trekking sekitar 800 anak tangga.
Perjalanan menuju puncak cukup menguras tenaga karena jalurnya menanjak dan terbagi dalam lima pos peristirahatan.
Namun, rasa lelah tersebut terbayar ketika tiba di puncak. Dari atas bukit, pengunjung dapat menyaksikan panorama perbukitan dan teluk ikonik yang menjadi salah satu gambar paling terkenal dari Labuan Bajo.
Wisatawan yang ingin menerbangkan drone di kawasan ini juga diwajibkan mengurus izin dengan biaya sekitar Rp 1 juta.
Sementara biaya tiket masuk seluruh destinasi wisata dalam perjalanan tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 ribu per orang.
Pink Beach dan Taman Nasional Komodo
Setelah dari Pulau Padar, perjalanan dilanjutkan menuju Pink Beach.
Pantai ini terkenal karena memiliki pasir berwarna merah muda yang terbentuk dari campuran pasir putih dengan serpihan organisme laut berwarna merah.
Air laut yang jernih membuat kawasan ini menjadi lokasi favorit untuk berenang dan menikmati panorama alam.
Perjalanan berikutnya menuju Taman Nasional Komodo.
Di kawasan ini, wisatawan didampingi ranger selama melakukan trekking untuk mencari komodo di habitat aslinya.
Dalam perjalanan tersebut, rombongan berhasil melihat tiga ekor komodo di sekitar area pantai.
Selain komodo, kawasan tersebut juga menjadi habitat bagi rusa, kambing, dan kerbau yang merupakan bagian dari rantai makanan alami.
Taka Makassar dan Keindahan Bawah Laut Kanawa
Destinasi selanjutnya adalah Taka Makassar, sebuah hamparan pasir kecil di tengah laut yang terkenal karena kejernihan airnya.
Lokasi ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berfoto maupun bermain air.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Manta Point yang dikenal sebagai lokasi melihat ikan pari manta.
Sementara destinasi terakhir adalah Kanawa Island.
Pulau ini menawarkan keindahan bawah laut berupa terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dangkal.
Aktivitas snorkeling menjadi daya tarik utama karena wisatawan dapat menikmati pemandangan bawah laut dengan air yang sangat jernih.
Labuan Bajo Kian Mendunia
Selama perjalanan, jumlah wisatawan mancanegara terlihat lebih mendominasi dibanding wisatawan domestik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Labuan Bajo telah berkembang menjadi destinasi internasional yang semakin dikenal dunia.
Pembangunan hotel dan berbagai fasilitas wisata yang terus berlangsung juga menjadi tanda bahwa kawasan ini akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Peningkatan sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar dan menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Haviz Amrizal, You Tube, DIOLAH