RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tempat Wisata Dieng 2026 menawarkan beragam pilihan destinasi yang memadukan panorama alam pegunungan, situs bersejarah, hingga wahana wisata modern. Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara terus menarik perhatian wisatawan berkat hadirnya sejumlah spot baru yang tetap mempertahankan keindahan alam khas pegunungan.
Mulai dari menikmati matahari terbit di Bukit Sikunir, berjalan di atas jembatan kayu kawasan Kawah Sikidang, hingga menyaksikan festival balon udara, seluruh destinasi tersebut menjadi daya tarik yang ramai dikunjungi wisatawan.
Setiap lokasi juga menawarkan fasilitas berbeda dengan harga tiket yang bervariasi, mulai Rp10.000 hingga Rp30.000 per orang.
Bukit Sikunir Sajikan Panorama Golden Sunrise
Bukit Sikunir masih menjadi destinasi unggulan bagi pemburu matahari terbit. Berada di Desa Sembungan yang disebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, bukit ini memiliki ketinggian sekitar 2.263 meter di atas permukaan laut.
Wisatawan perlu melakukan pendakian ringan selama 30 sampai 60 menit untuk mencapai puncak. Dari lokasi tersebut terlihat hamparan lautan awan dengan latar delapan gunung ketika cuaca cerah.
Fasilitas yang tersedia meliputi jalur bertangga, gazebo, toilet, hingga warung makanan hangat di area basecamp.
Harga tiket masuk Rp15.000 per orang.
Pengunjung disarankan mulai mendaki sekitar pukul 03.30 atau 04.00 WIB agar dapat menikmati momen matahari terbit. Selain itu, penggunaan pakaian hangat menjadi penting karena suhu dini hari cukup ekstrem.
Kawah Sikidang Hadirkan Jembatan Hayangan
Kawah Sikidang tetap menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi di Dieng. Kawasan ini dikenal memiliki kolam lumpur panas yang berpindah-pindah akibat aktivitas vulkanik.
Kini daya tariknya semakin bertambah dengan hadirnya Jembatan Hayangan berupa jembatan kayu panjang yang membelah area kawah.
Pengunjung dapat berjalan santai menikmati panorama kawah, berfoto dengan latar kepulan asap putih, mencoba merebus telur di kawah, hingga menikmati wahana flying fox maupun ATV.
Harga tiket masuk Rp30.000 per orang. Tiket tersebut juga berlaku untuk memasuki Kompleks Candi Arjuna.
Wisatawan dianjurkan memakai masker karena aroma belerang di kawasan ini cukup menyengat.
Kompleks Candi Arjuna Tetap Jadi Wisata Sejarah Favorit
Kompleks Candi Arjuna merupakan salah satu peninggalan Hindu tertua di Jawa Tengah yang dibangun sejak abad ke-8.
Candi-candi tersebut berdiri di tengah hamparan rumput hijau dengan latar kabut tipis khas Dieng sehingga menghadirkan suasana yang berbeda.
Selain menikmati wisata sejarah, pengunjung juga dapat berjalan santai di jalur pedestrian, melihat taman bunga, hingga membaca informasi sejarah yang tersedia di kawasan tersebut.
Karena termasuk dalam tiket terusan Kawah Sikidang, wisatawan tidak perlu membeli tiket tambahan.
Destinasi Baru Kian Ramai Dikunjungi
Perkembangan wisata Dieng juga terlihat dari hadirnya Pintu Langit Skyview Batu Angkruk.
Objek wisata ini menawarkan jembatan kaca yang menjorok ke arah lembah sehingga menjadi lokasi favorit untuk menikmati panorama pegunungan maupun berfoto.
Fasilitas lain berupa ayunan ekstrem, gazebo, kafe, dan spot foto tematik turut melengkapi kawasan tersebut.
Harga tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang.
Di sisi lain, Telaga Warna dan Telaga Pengilon tetap menjadi ikon wisata alam Dieng.
Telaga Warna memiliki fenomena perubahan warna air akibat kandungan mineral sulfur. Sementara Telaga Pengilon berada tepat di sampingnya dan menawarkan panorama alam yang tenang.
Harga tiket masuk kawasan ini Rp30.000 per orang.
Menikmati Panorama dari Ketinggian
Batu Pandang Ratapan Angin menjadi lokasi favorit untuk menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas bukit.
Kawasan ini kini dilengkapi spot foto bertingkat, jembatan gantung, flying fox, hingga pengalaman VR mengenai sejarah Dieng.
Harga tiket masuk Rp15.000 per orang.
Tak jauh dari sana terdapat Kahyangan Skyline dan Telaga Menjer yang menghadirkan panorama danau vulkanik berpadu dengan hamparan kebun teh.
Pengunjung dapat menaiki perahu tradisional, bersantai di jaring gantung, maupun menikmati suasana dari area kafe.
Harga tiket Kahyangan Skyline Rp15.000, sedangkan Telaga Menjer Rp5.000.
Bukit Skuter hingga Gunung Perahu
Bukit Skuter menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati sunset maupun city light Dieng.
Selain area gardu pandang, lokasi ini menyediakan camping ground, gazebo, persewaan skuter, kedai kopi, dan toilet.
Harga tiket masuk Rp10.000 per orang.
Sementara itu, Gunung Perahu menjadi pilihan bagi pencinta pendakian. Gunung ini dikenal memiliki padang rumput luas serta panorama pegunungan Jawa Tengah.
Pendaki dikenakan biaya Rp25.000 per orang dengan registrasi Simaksi resmi.
Pada musim kemarau, suhu di kawasan puncak dapat turun hingga di bawah 5 derajat Celsius dan berpotensi memunculkan embun es atau Bun Upas.
Telaga Dringo dan Festival Balon Udara Jadi Penutup Perjalanan
Telaga Dringo menawarkan suasana yang lebih tenang karena berada di kawasan yang cukup tersembunyi. Danau ini dikelilingi perbukitan hijau sehingga sering dijuluki sebagai Little Ranu Kumbolo.
Harga tiket masuk Rp10.000 per orang. Akses menuju lokasi lebih disarankan menggunakan sepeda motor atau jeep wisata karena jalannya cukup sempit.
Sementara itu, Wisata Balon Udara Dieng menjadi salah satu atraksi paling populer sepanjang tahun.
Festival ini menghadirkan puluhan balon udara tradisional yang diterbangkan pada pagi hari di kawasan sekitar Kejajar maupun Desa Kembaran.
Harga tiket festival berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per orang. Pengunjung yang ingin merasakan pengalaman naik balon udara dikenakan biaya Rp150.000 sampai Rp250.000 per orang.
Festival berlangsung sekitar pukul 06.30 hingga 08.30 WIB sehingga wisatawan disarankan memantau informasi resmi mengenai jadwal pelaksanaannya.
Keberagaman destinasi tersebut membuat Dieng tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit. Namun, wisatawan perlu memperhatikan bahwa harga tiket maupun jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Pariwisata Daerah, You Tube, DIOLAH