Pura Tanah Lot Bali: Harga Tiket Masuk, Sejarah, Keunikan Ular Suci, dan Pesona Sunset Terbaik

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:33 WIB
Pura Tanah Lot Bali menawarkan panorama sunset memukau, sejarah menarik, harga tiket terjangkau, hingga keunikan ular suci yang menjadi daya tarik wisatawan.
Pura Tanah Lot Bali menawarkan panorama sunset memukau, sejarah menarik, harga tiket terjangkau, hingga keunikan ular suci yang menjadi daya tarik wisatawan.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pura Tanah Lot Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Pulau Dewata. Berlokasi di pesisir Kabupaten Tabanan, pura yang berdiri di atas batu karang ini dikenal sebagai tempat terbaik menikmati matahari terbenam sekaligus wisata religi yang sarat sejarah.

 

Menjelang sore hari, kawasan Tanah Lot dipenuhi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati panorama laut, deburan ombak, dan siluet pura saat matahari tenggelam di ufuk barat.

 

Selain keindahan alamnya, kawasan wisata ini juga menawarkan pengalaman budaya, kuliner, hingga pusat oleh-oleh khas Bali.

 

Harga Tiket Masuk Pura Tanah Lot

 

Wisatawan yang ingin berkunjung ke Tanah Lot dikenakan tiket masuk dengan tarif berbeda untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

 

Harga tiket masuk saat ini yaitu:

 

Dewasa domestik: Rp20.000

 

Anak-anak domestik: Rp15.000

 

Dewasa mancanegara: Rp60.000

 

Anak-anak mancanegara: Rp30.000

 

 

Setelah melewati area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan sekitar tujuh hingga sembilan menit menuju kawasan utama sambil melewati deretan toko suvenir, pakaian khas Bali, topi, payung, hingga berbagai pusat oleh-oleh.

 

Menjadi Destinasi Favorit Menikmati Sunset

 

Tanah Lot dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik menikmati sunset di Bali.

 

Waktu yang paling disarankan untuk datang adalah sekitar pukul 17.00 WITA karena suasana mulai ramai dan langit perlahan berubah menjadi jingga.

 

Di sepanjang kawasan wisata tersedia taman, restoran, tempat duduk, hingga area pandang yang memungkinkan wisatawan menikmati matahari terbenam dengan latar laut lepas.

 

Banyak wisatawan mengabadikan momen bersama keluarga maupun pasangan karena panorama yang ditawarkan sangat memukau.

 

Sejarah Berdirinya Pura Tanah Lot

 

Pura Tanah Lot dipercaya mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Dang Hyang Nirartha atau Pedanda Sakti Wawu Rauh yang berasal dari Blambangan, Jawa Timur.

 

Dalam perjalanan spiritualnya menyusuri pesisir selatan Bali, beliau menemukan batu karang yang menjorok ke laut dan merasakan tempat tersebut memiliki nilai kesucian.

 

Atas dasar itu didirikanlah sebuah pura sebagai tempat pemujaan kepada Tuhan dan Dewa Segara, yang hingga kini menjadi salah satu pura paling disucikan di Bali.

 

Nama Tanah Lot sendiri berasal dari dua kata, yakni "Tanah" yang berarti daratan atau karang, serta "Lot" yang berarti laut. Secara harfiah, Tanah Lot berarti daratan kecil yang berada di tengah laut.

 

Keunikan Ular Suci Tanah Lot

 

Salah satu daya tarik unik di Tanah Lot adalah keberadaan ular suci yang dipercaya menjadi penjaga kawasan pura.

 

Wisatawan diperbolehkan menyentuh ular tersebut sebagai simbol doa dan harapan, namun tidak diperkenankan mengangkat ataupun mengganggunya karena dianggap sebagai hewan suci.

 

Masyarakat setempat meyakini ular tersebut melindungi kawasan Tanah Lot dari berbagai gangguan maupun energi negatif.

 

Kepercayaan ini menjadi bagian dari tradisi yang masih dijaga hingga sekarang.

 

Wisata Religi dan Budaya

 

Selain sebagai objek wisata, Tanah Lot merupakan pura penting bagi umat Hindu di Bali.

 

Pura ini termasuk Pura Kahyangan Jagat yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Segara atau penguasa lautan.

 

Upacara keagamaan di Pura Tanah Lot dilaksanakan setiap 210 hari berdasarkan penanggalan Bali, tepatnya empat hari setelah Hari Raya Kuningan.

 

Pada momen tersebut wisatawan dapat menyaksikan prosesi persembahyangan umat Hindu dengan pakaian adat yang menjadi daya tarik budaya tersendiri.

 

Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau

 

Pura Tanah Lot berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

 

Jarak tempuh menuju lokasi sekitar:

 

30 kilometer dari Kota Denpasar.

 

11 kilometer dari pusat Kota Tabanan.

 

Sekitar 30 menit dari kawasan Kuta, Seminyak, Legian, maupun Canggu jika lalu lintas lancar.

 

 

Tanah Lot juga sering dipadukan dengan kunjungan ke Pura Taman Ayun, kawasan Bedugul, Danau Beratan, Danau Buyan, hingga Desa Wanagiri dalam satu paket wisata sehari.

 

Fasilitas Lengkap untuk Wisatawan

 

Kawasan Tanah Lot telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti area parkir luas, restoran, pusat oleh-oleh, taman, toilet, tempat ibadah, hingga jalur pejalan kaki yang nyaman.

 

Wisatawan juga dapat menikmati berbagai spot foto menarik, termasuk kawasan Pura Batu Bolong yang berada tidak jauh dari Tanah Lot.

 

Dari lokasi tersebut, panorama laut dan matahari terbenam terlihat begitu memukau sehingga menjadi favorit para fotografer maupun pemburu konten media sosial.

Baca Juga: Pantai Balikambang Malang, Pantai Ikonik dengan Pura di Atas Pulau yang Disebut Tanah Lot-nya Jawa Timur

Kunjungan Wisata Terus Meningkat

 

Setelah sempat mengalami penurunan akibat pandemi, kunjungan wisata ke Tanah Lot kembali meningkat signifikan.

 

Wisatawan dari Australia, India, China, Korea Selatan, Singapura, Malaysia hingga berbagai negara Eropa kembali memadati destinasi ini.

 

Ramainya kunjungan wisata menjadi bukti bahwa Tanah Lot masih menjadi ikon utama pariwisata Bali yang mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

 

Dengan perpaduan panorama alam, sejarah, budaya, wisata religi, hingga sunset yang spektakuler, Pura Tanah Lot tetap menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Pulau Dewata.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : JooUpdate, You Tube, Diolah dari berbagai sumber
Pura Tanah Lot Kabupaten Tabanan Harga Tiket Tanah Lot Sunset Bali wisata bali