RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pura Tanah Lot masih menjadi salah satu ikon wisata paling populer di Bali. Berada di pesisir Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, kawasan ini selalu dipadati wisatawan yang ingin menikmati keindahan matahari terbenam dengan latar pura yang berdiri di atas batu karang.
Menjelang pukul 17.00 WITA, suasana mulai dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. Banyak pengunjung sengaja datang pada sore hari karena momen sunset di Tanah Lot disebut sebagai salah satu yang terbaik di Pulau Dewata.
Harga Tiket Masuk Masih Terjangkau
Pengunjung yang datang ke Tanah Lot dikenakan tarif masuk berbeda antara wisatawan domestik dan mancanegara.
Harga tiket untuk wisatawan domestik sebesar Rp20.000 bagi dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak. Sementara wisatawan asing dikenakan tarif Rp60.000 untuk dewasa dan Rp30.000 bagi anak-anak.
Dari area parkir menuju kawasan utama, wisatawan hanya perlu berjalan kaki sekitar tujuh hingga sembilan menit sambil menikmati deretan toko oleh-oleh, pakaian khas Bali, hingga berbagai kios makanan.
Suasana Kawasan Wisata Kembali Bergairah
Berbeda dengan masa pandemi ketika banyak toko masih tutup, kini hampir seluruh kios dan pusat oleh-oleh di kawasan Tanah Lot telah kembali beroperasi.
Pengunjung dapat menemukan berbagai cendera mata khas Bali, pakaian tradisional, topi, payung, hingga aneka makanan dan minuman.
Selain itu tersedia pula restoran dan kafe yang menghadap langsung ke arah laut sehingga menjadi tempat favorit menikmati panorama sore.
Sejarah Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot dipercaya dibangun sekitar abad ke-16 oleh Dang Hyang Nirartha atau Pedanda Sakti Wawu Rauh yang datang dari wilayah Blambangan, Jawa Timur.
Dalam perjalanan spiritualnya di Pulau Bali, beliau menemukan sebuah batu karang besar yang berada di tengah laut dan merasakan tempat tersebut memiliki nilai kesucian.
Dari lokasi itulah kemudian dibangun tempat suci untuk memuja Dewa Segara yang hingga kini menjadi salah satu pura penting bagi umat Hindu di Bali.
Nama Tanah Lot berasal dari kata "tanah" yang berarti daratan atau karang, sedangkan "lot" berarti laut. Nama tersebut menggambarkan posisi pura yang berdiri di atas batu karang di tengah laut.
Ular Suci Jadi Daya Tarik Unik
Selain panorama alamnya, kawasan Tanah Lot juga dikenal memiliki ular suci yang dipercaya sebagai penjaga pura.
Wisatawan diperbolehkan menyentuh ular tersebut sambil memanjatkan doa, namun tidak diperkenankan mengangkat ataupun mengganggunya.
Masyarakat setempat meyakini ular tersebut menjadi simbol perlindungan terhadap kawasan suci Tanah Lot dari berbagai gangguan.
Kepercayaan itu telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dijaga hingga sekarang.
Tempat Terbaik Berburu Sunset
Ketika air laut surut, wisatawan dapat berjalan mendekati batu karang tempat pura berdiri.
Di kawasan sekitar juga tersedia banyak titik foto dengan latar belakang pura, deburan ombak, dan langit jingga saat matahari terbenam.
Tak jauh dari Tanah Lot terdapat Pura Batu Bolong yang juga menjadi lokasi favorit menikmati panorama laut serta berburu foto.
Banyak pasangan maupun keluarga memanfaatkan area tersebut untuk mengabadikan momen liburan.
Lokasi Mudah Dijangkau
Tanah Lot berada sekitar 30 kilometer dari Kota Denpasar dan hanya sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Tabanan.
Sementara dari kawasan wisata Kuta, Seminyak, Legian, maupun Canggu, perjalanan menuju Tanah Lot memerlukan waktu sekitar 30 menit apabila kondisi lalu lintas lancar.
Karena lokasinya strategis, Tanah Lot sering digabungkan dengan kunjungan ke Bedugul, Pura Taman Ayun, Danau Beratan, Danau Buyan, hingga Desa Wanagiri dalam satu paket wisata.
Baca Juga: Pantai Balekambang, Ikon Wisata Malang Selatan yang Dijuluki Tanah Lot Jawa Timur
Destinasi Favorit Wisatawan Dunia
Kunjungan wisatawan ke Tanah Lot terus mengalami peningkatan seiring pulihnya sektor pariwisata Bali.
Wisatawan dari Australia, India, China, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, hingga berbagai negara Eropa tampak memadati kawasan ini, terutama saat musim liburan.
Perpaduan sejarah, budaya, panorama laut, serta sunset yang memukau menjadikan Pura Tanah Lot tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : JooUpdate, youtube, DIOLAH