Pura Tanah Lot Bali Dipadati Wisatawan, Simak Sejarah, Harga Tiket, hingga Keindahan Sunset yang Mendunia

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:40 WIB
Pura Tanah Lot Bali menjadi destinasi favorit wisatawan dengan panorama sunset, sejarah panjang, tiket terjangkau, dan tradisi ular suci yang masih lestari.
Pura Tanah Lot Bali menjadi destinasi favorit wisatawan dengan panorama sunset, sejarah panjang, tiket terjangkau, dan tradisi ular suci yang masih lestari.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pura Tanah Lot di Kabupaten Tabanan kembali dipenuhi wisatawan yang datang untuk menikmati salah satu panorama matahari terbenam terbaik di Bali. Destinasi yang berdiri di atas batu karang di tepi Samudra Hindia ini tetap menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

Menjelang pukul 17.00 WITA, kawasan wisata mulai dipadati pengunjung yang ingin mengabadikan momen matahari terbenam. Langit jingga yang berpadu dengan siluet pura menciptakan pemandangan yang menjadi ikon pariwisata Pulau Dewata.

 

Perjalanan Menuju Kawasan Pura

 

Setelah memasuki area parkir, wisatawan akan berjalan kaki menuju kawasan utama melalui jalur yang dipenuhi toko suvenir dan pusat oleh-oleh khas Bali.

 

Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menemukan beragam kerajinan tangan, pakaian khas Bali, aksesori, hingga penjual topi dan payung yang banyak diburu wisatawan saat cuaca terik.

 

Jalur pedestrian yang tertata rapi membuat perjalanan menuju pura terasa nyaman sekaligus memberikan kesempatan menikmati suasana kawasan wisata.

 

Harga Tiket Masuk Tanah Lot

 

Tarif masuk ke kawasan wisata Tanah Lot masih tergolong terjangkau.

 

Untuk wisatawan domestik, tiket dewasa dikenakan biaya Rp20.000, sedangkan anak-anak Rp15.000.

 

Sementara wisatawan mancanegara membayar Rp60.000 untuk dewasa dan Rp30.000 bagi anak-anak.

 

Dengan harga tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati seluruh area wisata, termasuk berbagai titik terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam.

 

Sejarah Berdirinya Tanah Lot

 

Pura Tanah Lot memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha atau Pedanda Sakti Wawu Rauh pada abad ke-16.

 

Tokoh penyebar agama Hindu tersebut diyakini menemukan batu karang di pesisir Tabanan yang memiliki aura spiritual kuat.

 

Beliau kemudian mendirikan tempat pemujaan yang kini dikenal sebagai Pura Tanah Lot, sebagai persembahan kepada Dewa Segara atau penguasa lautan.

 

Nama Tanah Lot berasal dari dua kata, yakni "Tanah" yang berarti daratan atau batu karang, serta "Lot" yang berarti laut. Nama tersebut menggambarkan posisi pura yang berdiri di atas batu karang yang dikelilingi air laut.

 

Ular Suci yang Diyakini Menjaga Kawasan Pura

 

Salah satu keunikan Tanah Lot adalah keberadaan ular laut bercorak hitam putih yang dipercaya sebagai penjaga pura.

 

Wisatawan dapat melihat ular tersebut dari dekat bahkan diperbolehkan menyentuhnya sebagai simbol doa dan harapan.

 

Namun, pengunjung tidak diperkenankan mengangkat atau mengganggu ular karena dianggap sebagai hewan suci yang menjaga kesucian kawasan pura.

 

Kepercayaan mengenai ular suci ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

 

Pusat Wisata Religi dan Budaya

 

Selain menjadi objek wisata, Tanah Lot merupakan salah satu pura penting bagi umat Hindu di Bali.

 

Pura ini termasuk jajaran Pura Kahyangan Jagat yang memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Segara.

 

Upacara keagamaan di Tanah Lot dilaksanakan setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali, tepatnya empat hari setelah Hari Raya Kuningan.

 

Pada momen tersebut, wisatawan dapat menyaksikan iring-iringan umat Hindu yang membawa sesajen sambil mengenakan pakaian adat berwarna putih dan kuning.

 

Spot Foto Favorit Wisatawan

 

Selain area utama pura, wisatawan juga dapat menikmati panorama dari kawasan Pura Batu Bolong yang berada di sisi barat Tanah Lot.

 

Lokasi tersebut menawarkan sudut pandang berbeda dengan latar tebing, ombak besar, dan matahari terbenam yang memukau.

 

Tidak sedikit wisatawan menghabiskan waktu hingga malam hari untuk berburu foto maupun menikmati suasana pantai.

 

Fasilitas Lengkap untuk Pengunjung

 

Kawasan wisata Tanah Lot telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti area parkir luas, restoran, pusat kuliner, toko oleh-oleh, taman, toilet, hingga jalur pejalan kaki yang nyaman.

 

Banyak wisatawan memilih beristirahat di kafe yang menghadap laut sembari menikmati kopi dan camilan setelah berkeliling kawasan wisata.

Baca Juga: Wisata Pura Tanah Lot Bali: Lokasi, Harga Tiket, Sejarah, Ular Suci, hingga Spot Sunset Paling Indah

Tetap Menjadi Ikon Pariwisata Bali

 

Pulihnya sektor pariwisata membuat Tanah Lot kembali dipadati wisatawan dari Australia, India, China, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, hingga berbagai negara Eropa.

 

Perpaduan panorama alam, nilai sejarah, budaya, dan tradisi keagamaan menjadikan Pura Tanah Lot sebagai destinasi yang tidak pernah kehilangan pesonanya.

 

Bagi wisatawan yang berlibur ke Bali, menikmati matahari terbenam di Tanah Lot masih menjadi pengalaman yang wajib masuk dalam daftar perjalanan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : JooUpdate, You Tube, DIOLAH
Kabupaten Tabanan Wisata Religi Bali Purah Tanah Lot Bali Wisata Tanah Lot Sunset Bali