Lombok Punya Segalanya! Itinerary Wisata Bukit Merese, Kuta Mandalika hingga Desa Sade yang Wajib Masuk Bucket List

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:45 WIB
Lombok menawarkan wisata lengkap mulai Bukit Merese, Bukit Seger, Pantai Kuta Mandalika, Desa Sade hingga Pantai Ampenan dengan panorama alam dan budaya yang memikat.
Lombok menawarkan wisata lengkap mulai Bukit Merese, Bukit Seger, Pantai Kuta Mandalika, Desa Sade hingga Pantai Ampenan dengan panorama alam dan budaya yang memikat.

 

TULUNGAGUNG – Lombok kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tidak hanya menawarkan pantai berpasir putih dan panorama laut yang memukau, tetapi juga kekayaan budaya serta lanskap perbukitan yang menjadi incaran wisatawan.

 

Bagi pelancong yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Lombok, perjalanan dapat dimulai dari Pelabuhan Lembar setelah menyeberang menggunakan kapal laut dari Surabaya. Dari pelabuhan tersebut, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju Kota Mataram sebelum menjelajahi sejumlah destinasi populer di bagian barat hingga selatan pulau.

 

Perjalanan wisata di Lombok semakin menarik karena setiap destinasi menawarkan pengalaman berbeda. Mulai dari berburu matahari terbit di Bukit Merese, menikmati panorama Pantai Kuta Mandalika, mengenal budaya Suku Sasak di Desa Sade, hingga menutup hari dengan panorama matahari terbenam di Pantai Ampenan.

 

Menyusuri Pantai Senggigi dan Batu Bolong

 

Setelah tiba di Kota Mataram dan menyewa sepeda motor, perjalanan menuju kawasan Pantai Senggigi menjadi pilihan pertama. Jalur pesisir yang membelah bukit hijau dan Laut Lombok menghadirkan pemandangan yang memanjakan mata sepanjang perjalanan.

 

Salah satu destinasi yang wajib disinggahi adalah Pantai Batu Bolong. Pantai ini memiliki ciri khas berupa pura yang berdiri di atas batu karang berlubang, sehingga menjadi asal-usul nama Batu Bolong.

 

Wisatawan yang memasuki kawasan ini diwajibkan mengenakan kain kuning yang diikat di pinggang sebagai bentuk penghormatan terhadap area suci. Menariknya, tidak ada tarif tiket masuk tetap karena pengunjung cukup memberikan donasi seikhlasnya.

 

Berburu Sunset di Bukit Malimbu

 

Perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Malimbu yang dikenal sebagai salah satu spot terbaik menikmati matahari terbenam di Lombok.

 

Hamparan laut biru yang berpadu dengan gugusan pulau kecil menciptakan panorama eksotis saat senja tiba. Di kawasan ini, wisatawan juga dapat menikmati kuliner sambil menyaksikan matahari perlahan tenggelam di ufuk barat.

 

Suasana semakin lengkap ketika menikmati semangkuk bakso hangat di tengah hembusan angin pantai yang sejuk.

 

Sunrise Spektakuler di Bukit Merese

 

Keesokan harinya, perjalanan dimulai sejak dini hari menuju Bukit Merese yang berada di kawasan Mandalika.

 

Dengan tiket masuk sekitar Rp5 ribu per kendaraan, wisatawan hanya perlu berjalan kaki beberapa menit untuk mencapai puncak bukit.

 

Sesampainya di atas, panorama matahari terbit menjadi hadiah utama. Cahaya keemasan yang muncul dari balik perbukitan memantul di permukaan laut, menciptakan suasana tenang yang banyak diburu pencinta fotografi maupun wisata alam.

 

Bukit Merese juga menawarkan panorama unik karena berada di antara dua sisi laut yang berbeda sehingga memberikan sudut pandang yang sangat luas ke arah pesisir selatan Lombok.

 

Bukit Seger dan Panorama Sirkuit Mandalika

 

Usai menikmati sunrise, perjalanan berlanjut menuju Bukit Seger yang letaknya tidak jauh dari Bukit Merese.

 

Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati pemandangan Pantai Seger, garis pantai selatan Lombok, hingga kawasan Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi tuan rumah berbagai ajang balap internasional.

 

Bukit Seger juga memiliki nilai budaya karena erat dengan legenda Putri Mandalika yang menjadi bagian dari tradisi Bau Nyale, salah satu tradisi masyarakat Sasak yang masih dilestarikan hingga kini.

 

Pantai Kuta Mandalika dan Desa Adat Sade

 

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pantai Kuta Mandalika. Berbeda dengan pantai lainnya, kawasan ini telah berkembang menjadi destinasi wisata modern dengan berbagai hotel, restoran, kafe, hingga pusat oleh-oleh.

 

Pantainya memiliki pasir putih yang lembut, air laut jernih, dan cocok untuk bersantai maupun bermain air.

 

Tak jauh dari kawasan Mandalika, wisatawan dapat mengunjungi Desa Adat Sade, kampung tradisional yang menjadi tempat tinggal masyarakat Suku Sasak.

Baca Juga: Nasib Honorer Non Database BKN 2026 Belum Jelas, Ribuan Guru dan Nakes di Lombok Tengah Terancam Tak Diperpanjang

Di desa ini, pengunjung diajak mengenal rumah adat beratap alang-alang, tradisi menenun, hingga adat pernikahan khas masyarakat Sasak. Salah satu keunikan yang masih dipertahankan adalah lantai rumah yang dibersihkan menggunakan campuran tanah liat dan kotoran kerbau agar tetap kuat dan tidak mudah retak.

 

Menjelang sore, perjalanan ditutup di Pantai Ampenan, Kota Mataram. Pantai yang dahulu menjadi pelabuhan penting pada masa kolonial Belanda itu kini menjadi tempat favorit warga menikmati matahari terbenam.

 

Rangkaian perjalanan ini memperlihatkan bahwa Lombok bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang tetap terjaga. Kombinasi wisata pantai, bukit, hingga desa adat menjadikan pulau ini layak masuk daftar destinasi liburan berikutnya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : ngontenwisata, You Tube, DIOLAH
Bukit Merese Desa Sade Kuta Mandalika Pantai Senggigi lombok