TULUNGAGUNG - Pantai Kedung Tumpang Tulungagung masih menawarkan panorama karang dan kolam alami yang eksotis pada awal 2026. Namun, pengunjung diingatkan tidak berenang karena terdapat papan larangan, sementara akses menuju kedung cukup curam dan membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Pantai Kedung Tumpang Punya Jalur Turun Curam
Pantai Kedung Tumpang Tulungagung dalam video terbaru awal 2026 terlihat masih memiliki daya tarik alam yang kuat. Air laut mengisi cekungan bebatuan karang hingga membentuk kedung atau kolam alami di tepi laut.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menuruni jalur yang disebut sangat curam. Bahkan, pengunjung dalam video terlihat menggunakan tali tambang yang tersedia di jalur untuk membantu perjalanan turun.
Kondisi tersebut membuat kesiapan fisik menjadi hal penting. Pengunjung disarankan tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh sedang lemas karena medan menuju lokasi cukup menguras tenaga.
Dalam video, cara turun dengan posisi sedikit jongkok juga diperagakan untuk menghadapi medan yang curam. Setelah perjalanan cukup panjang, pengunjung akhirnya sampai di kawasan kedung Pantai Kedung Tumpang.
Soal biaya, video tersebut menyebut pengunjung saat itu hanya membayar parkir sebesar Rp5.000. Namun, nominal tersebut merupakan informasi yang disampaikan dalam video dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Ada Larangan Berenang dan Membawa Jeruk
Setibanya di kawasan kedung, terdapat papan yang secara jelas memberikan larangan berenang. Peringatan tersebut menjadi hal penting karena kondisi ombak dapat berubah, terutama ketika air laut mulai pasang.
Dalam video, pengunjung menunjukkan area bebatuan yang terlihat memiliki genangan air. Menurut narasi video, ketika pasang, ombak dapat mencapai area tersebut sehingga kawasan yang tampak aman saat surut bisa menjadi berbahaya.
Karang di sekitar kedung juga memiliki permukaan keras dan tajam. Karena itu, pengunjung diminta tidak sembarangan berjalan terlalu jauh ke ujung bebatuan atau mendekati area yang telah diberi batas.
Video tersebut berulang kali mengingatkan agar wisatawan mematuhi larangan berenang. Narator juga menyebut adanya kejadian wisatawan terseret ombak di Kedung Tumpang dan kondisi itu dapat menyulitkan proses pertolongan.
Selain larangan berenang, terdapat pula tulisan yang melarang pengunjung membawa buah jeruk. Narasi video mengaitkan larangan tersebut dengan kepercayaan mistis yang berkembang di kawasan setempat.
Baca Juga: TPG Non ASN Kemenag Mulai Cair, Guru Madrasah Bisa Bernapas Lega
Keindahan Kedung Tumpang Berpadu Cerita Mistis
Pantai Kedung Tumpang Tulungagung dikenal bukan sebagai pantai dengan hamparan pasir luas, melainkan kawasan karang yang memiliki cekungan alami. Ketika terisi air laut, cekungan tersebut tampak seperti kolam yang berada di antara bebatuan.
Dalam video, kondisi air pada saat kunjungan disebut sedang surut. Warna air yang biasanya terlihat hijau juga disebut tidak terlalu tampak karena kondisi perairan saat itu.
Ketika air pasang, ombak dapat bergerak lebih jauh menuju area bebatuan. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pengunjung untuk tidak mengabaikan papan peringatan yang tersedia.
Di sisi lain, Kedung Tumpang juga dikaitkan dengan sejumlah cerita mistis. Selain larangan membawa jeruk, narasi video menyebut adanya kepercayaan mengenai larangan mengenakan pakaian berwarna hijau serta anggapan kawasan tersebut berkaitan dengan gerbang menuju Nyi Roro Kidul.
Cerita tersebut merupakan kepercayaan atau narasi mistis yang berkembang dan tidak dapat dipastikan sebagai fakta hanya berdasarkan video.
Pada akhirnya, daya tarik Pantai Kedung Tumpang Tulungagung tetap terletak pada lanskap karang, kedung alami, dan panorama laut selatan. Namun, keindahan tersebut perlu dinikmati dengan mengikuti aturan yang berlaku.
Pesan utama dalam video tersebut pun cukup tegas: jangan berenang di kawasan yang sudah memasang larangan. Pengunjung cukup menikmati pemandangan tanpa mengambil risiko dengan mendekati area berbahaya.
Source: Youtube/@denmasademv
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri