TULUNGAGUNG - Pantai Kedung Tumpang Tulungagung menawarkan panorama karang dan laut selatan yang eksotis, tetapi akses menuju area kedung cukup ekstrem. Pengunjung harus menuruni jalur curam dengan bantuan tali tambang di sejumlah bagian, sementara berenang di area karang tidak direkomendasikan meski kerap dilakukan wisatawan.
Akses Pantai Kedung Tumpang Kini Lebih Mudah
Pantai Kedung Tumpang berada di kawasan pesisir selatan Tulungagung yang berdekatan dengan Jalur Lintas Selatan (JLS). Dalam video, perjalanan menuju lokasi dilakukan dari arah Pantai Ngelinci dengan mengikuti rambu menuju Kedung Tumpang.
Keberadaan JLS membuat akses menuju sejumlah pantai di kawasan tersebut semakin mudah dibandingkan sebelumnya. Dalam video disebutkan, sebelum JLS dibangun, akses menuju pantai-pantai di kawasan ini relatif sulit dan kendaraan roda dua menjadi pilihan utama.
Kini kendaraan roda empat juga dapat mencapai kawasan sekitar Pantai Kedung Tumpang. Meski demikian, kondisi jalur turun menuju kedung tetap menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung.
Pembuat video bahkan menilai akses tersebut kurang direkomendasikan bagi wisatawan yang membawa anak kecil atau lansia. Sebab, medan turun cukup curam dan membutuhkan kehati-hatian.
Di beberapa bagian, pengunjung dapat menggunakan tali tambang untuk membantu menuruni jalur. Karena itu, kondisi fisik dan keselamatan perlu diperhatikan sebelum memutuskan turun hingga area karang.
Tiket Masuk Rp5.000 untuk Motor
Selain panorama, biaya masuk menjadi salah satu informasi yang disampaikan dalam video. Pengunjung dikenakan tarif berdasarkan kendaraan, bukan jumlah orang yang datang.
Untuk sepeda motor, tarif yang disebut dalam video sebesar Rp5.000 per kendaraan. Sementara kendaraan mobil dikenakan Rp10.000 per kendaraan.
Pembuat video menyebut tarif tersebut berlaku sama pada hari biasa maupun akhir pekan. Dengan sistem tersebut, jumlah orang di dalam kendaraan tidak menjadi dasar perhitungan tiket.
Di area atas juga terdapat spot foto dengan ikon Pantai Kedung Tumpang. Selain itu, video memperlihatkan fasilitas flying fox yang disebut telah diresmikan pada 2019, meski saat kunjungan pada hari biasa wahana tersebut disebut kemungkinan tidak beroperasi.
Dari area atas, pengunjung bisa melihat lanskap Pantai Kedung Tumpang dari ketinggian. Pemandangan tersebut memperlihatkan kawasan yang didominasi bebatuan karang dengan laut terbuka di sekitarnya.
Baca Juga: TPG 100 Persen 2026: Rapel Triwulan 1 Siap Cair, Bagaimana Nasib Tunjangan April?
Pantai Karang Eksotis, tetapi Dilarang Berenang
Berbeda dengan pantai berpasir, Pantai Kedung Tumpang memiliki karakter yang didominasi batuan karang. Formasi karang tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena menghasilkan pemandangan yang unik untuk fotografi.
Namun, keindahan tersebut juga menyimpan risiko keselamatan. Dalam video terlihat adanya rambu siaga menghadapi tsunami serta papan larangan membawa jeruk dan imbauan untuk tidak meninggalkan sampah.
Pembuat video juga menegaskan bahwa pengunjung tidak seharusnya berenang di area kedung. Ia menyebut larangan tersebut tetap berlaku meskipun sejumlah wisatawan terlihat berenang.
Risiko semakin besar ketika air laut pasang. Air dapat naik menuju area bebatuan yang sebelumnya masih terlihat aman ketika kondisi sedang surut.
Karena itu, pengunjung disarankan tidak menjadikan kedung sebagai tempat berenang atau bermain air. Terlebih, jalur menuju area bawah cukup curam dan sebagian permukaannya berupa karang.
Pantai Kedung Tumpang tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama pesisir selatan Tulungagung. Namun, pengalaman berwisata sebaiknya dilakukan dengan mengikuti rambu, memperhatikan kondisi pasang-surut, dan mengutamakan keselamatan.
Source: Youtube/@denmasademv
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri