TULUNGAGUNG – Pantai Kedung Tumpang kembali menjadi sorotan setelah kasus wisatawan asal Medan yang dilaporkan hilang usai terseret ombak besar. Keindahan laguna alami yang sering disebut mirip Angel's Billabong di Nusa Penida, Bali, memang memikat banyak wisatawan. Namun, di balik panorama eksotis tersebut, pantai ini dikenal memiliki ombak ganas yang berbahaya.
Peristiwa hilangnya seorang wisatawan itu membuat Pantai Kedung Tumpang viral di media sosial. Meski demikian, kawasan wisata di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung tersebut tetap dibuka untuk umum dengan sejumlah pembatasan demi keselamatan pengunjung.
Keindahan Pantai Kedung Tumpang memang menjadi daya tarik utama. Kolam-kolam alami yang terbentuk di antara batu karang menghadirkan pemandangan unik. Namun, pengunjung kini diminta tidak turun hingga ke area batu karang maupun bibir pantai karena kondisi ombak masih berbahaya.
Basarnas Ungkap Kronologi Wisatawan Hilang
Petugas Basarnas yang berada di lokasi menjelaskan, korban dilaporkan hilang pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB saat berwisata bersama teman-temannya.
Menurut petugas, korban berada di kawasan batu karang yang selama ini memang tidak direkomendasikan untuk aktivitas berenang maupun bermain air.
"Di lokasi sudah terdapat papan peringatan. Kawasan itu memang tidak disarankan untuk mandi atau berenang, baik saat air laut surut maupun pasang," ujar petugas di lokasi.
Hingga hari kelima pencarian, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bahkan menurunkan drone dari Surabaya untuk memperluas pencarian.
Pencarian dilakukan dengan memperhatikan arah arus laut yang diperkirakan bergerak ke sisi barat. Radius penyisiran juga terus diperluas setiap harinya.
Wisata Tetap Dibuka, Pengunjung Wajib Patuhi Aturan
Meski sempat terjadi musibah, objek wisata Pantai Kedung Tumpang masih tetap menerima wisatawan.
Namun, pengelola bersama petugas gabungan memasang pembatas agar pengunjung tidak memasuki area yang dinilai berisiko tinggi. Wisatawan hanya diperbolehkan menikmati panorama dari titik-titik yang dianggap aman.
Petugas juga mengimbau seluruh pengunjung agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan, terutama saat ombak sedang tinggi.
Saat akhir pekan, kawasan ini biasanya mendapat pengamanan dari berbagai unsur untuk membantu mengawasi aktivitas wisatawan karena jumlah pengunjung meningkat dibanding hari biasa.
Indah, tetapi Ombaknya Sulit Diprediksi
Perjalanan menuju Pantai Kedung Tumpang melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang menyuguhkan pemandangan pesisir selatan Jawa. Di sepanjang jalur tersebut, wisatawan juga dapat menemukan sejumlah pantai lain seperti Pantai Sine dan Pantai Ngalur.
Sesampainya di lokasi, pengunjung harus menuruni anak tangga yang cukup curam untuk mencapai kawasan laguna alami.
Di area inilah wisatawan biasanya mengabadikan momen karena air laut yang terjebak di sela batu karang membentuk kolam alami berwarna biru kehijauan.
Namun, ketika ombak besar datang, air laut dapat meluap secara tiba-tiba hingga menyapu batu karang. Kondisi inilah yang membuat kawasan tersebut sangat berbahaya apabila wisatawan lengah.
Pantangan Membawa Jeruk hingga Kisah Mistis
Selain dikenal karena panorama alamnya, Pantai Kedung Tumpang juga menyimpan berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu pantangan yang masih dipercaya sebagian warga adalah larangan membawa buah jeruk saat berkunjung ke kawasan pantai.
Menurut cerita yang beredar, membawa jeruk dipercaya dapat mengundang ombak besar datang ke bibir pantai. Meski demikian, petugas di lapangan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat setempat.
Tak hanya itu, berkembang pula cerita bahwa pantai ini memiliki keterkaitan dengan mitos gerbang menuju istana Ratu Laut Selatan. Warga juga menyebut sudah beberapa kali terjadi korban terseret ombak di kawasan tersebut, meski penyebab utamanya tetap berkaitan dengan kondisi alam dan kuatnya gelombang Samudra Hindia.
Karena itu, wisatawan diimbau untuk tidak mengabaikan papan peringatan maupun arahan petugas.
Warung Lokal Tetap Layani Wisatawan
Di kawasan wisata, masih terdapat warung makan milik warga yang tetap beroperasi. Salah satunya telah berdiri selama sekitar 10 tahun dan menyediakan berbagai menu seperti ikan bakar, ikan goreng, ayam lodho, nasi goreng hingga aneka hidangan laut.
Keberadaan warung tersebut menjadi tempat singgah wisatawan setelah menikmati panorama dari atas tebing.
Meski suasana wisata masih relatif sepi pascakejadian, warga berharap pengunjung tetap datang dengan mengutamakan keselamatan serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku agar keindahan Pantai Kedung Tumpang tetap dapat dinikmati tanpa menimbulkan risiko.
Editor : Maylanni Diana Fitri