TULUNGAGUNG – Pantai Gemah Tulungagung menjadi salah satu destinasi wisata pantai yang menarik untuk dikunjungi karena menawarkan pasir luas, laut biru, hutan pinus, serta beragam aktivitas. Pantai ini juga dikenal memiliki ombak relatif tenang sehingga cocok untuk bersantai, bermain air, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.
Pantai Gemah Tulungagung berada di kawasan pesisir selatan dan berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat kota. Perjalanan menuju lokasi disebut membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dengan kondisi jalur yang relatif mudah dilalui.
Bagi wisatawan yang mencari wisata pantai Tulungagung untuk melepas penat, Pantai Gemah menawarkan suasana yang cukup lengkap. Selain panorama alam, tersedia pula berbagai wahana seperti ATV, motor trail, flying fox, dan banana boat.
Baca Juga: Honda Icon E Jadi Motor Listrik Termurah Honda di Indonesia, Segini Spesifikasinya
Daya tarik utama Pantai Gemah Tulungagung adalah hamparan pasir yang luas dan bersih. Laut biru dengan gradasi hijau toska di sekitar bibir pantai membuat kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata populer di Tulungagung.
Karakter ombak di sejumlah bagian pantai disebut relatif tenang dan tidak terlalu besar. Kondisi tersebut membuat pengunjung dapat bermain air, berenang di area yang sesuai, atau sekadar berjalan santai di sepanjang pesisir.
Suasana pantai juga semakin nyaman karena keberadaan hutan pinus di sekitar kawasan. Deretan pohon tersebut menjadi tempat berteduh bagi wisatawan ketika matahari sedang terik.
Baca Juga: PRABOWO RESMI LUNCURKAN MOTOR LISTRIK NASIONAL 2026, JARAK TEMPUH CAPAI 60 KM
Pantai Gemah juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana matahari terbit maupun terbenam. Waktu pagi dan sore menjadi momen yang banyak dipilih untuk menikmati panorama sekaligus mengabadikan foto.
Selain menikmati pemandangan, wisatawan bisa mencoba sejumlah wahana yang tersedia di kawasan Pantai Gemah. Aktivitas tersebut antara lain ATV, motor trail, flying fox, dan banana boat.
Untuk flying fox, tarif yang disebut dalam video sekitar Rp25 ribu. Sementara itu, penyewaan ATV berukuran besar mencapai sekitar Rp100 ribu per jam dan ATV kecil sekitar Rp80 ribu per jam.
Baca Juga: 5 Bulan Pakai Polytron Fox R, Pengguna Ungkap Biaya Listrik dan Pengalaman After Sales
Pengunjung yang ingin mencoba motor trail juga dapat menyewanya dengan tarif mulai Rp60 ribu. Sedangkan banana boat dapat menjadi pilihan aktivitas bersama rombongan dengan biaya sekitar Rp40 ribu.
Pantai Gemah juga menyediakan area pasir yang luas untuk berbagai aktivitas. Pengunjung dapat bermain pasir, membuat istana pasir, bermain voli pantai, sepak bola, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan laut.
Bagi pemburu konten media sosial, kawasan ini juga memiliki sejumlah latar foto menarik. Hutan pinus, garis pantai, dan hamparan laut terbuka menjadi beberapa pilihan spot untuk mengabadikan momen.
Dari pusat Tulungagung, perjalanan menuju Pantai Gemah diperkirakan sekitar 37 kilometer atau kurang lebih satu jam. Kondisi jalan menuju lokasi disebut cukup baik sehingga dapat dilalui kendaraan pribadi.
Wisatawan dari luar daerah dapat memanfaatkan peta daring untuk membantu menemukan lokasi. Rute menuju pantai juga melewati sejumlah kawasan dan objek wisata lain sebelum memasuki jalur lintas selatan.
Dari sisi fasilitas, Pantai Gemah tergolong cukup lengkap. Tersedia toilet atau kamar mandi, tempat makan, tempat ibadah, area parkir luas, serta berbagai wahana hiburan.
Baca Juga: Kisah Hana Kaysha Aziza, Mulai Hafal Alquran Usia 3,5 Tahun hingga Juara 1 Lomba di Jogjakarta
Kondisi tersebut membuat Pantai Gemah tidak hanya cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana alam, tetapi juga keluarga yang membutuhkan fasilitas pendukung selama berada di kawasan pantai.
Dengan kombinasi laut biru, pasir luas, hutan pinus, akses yang relatif mudah, dan beragam wahana, Pantai Gemah Tulungagung menjadi salah satu pilihan wisata bahari untuk mengisi waktu libur. Pengunjung tetap perlu memperhatikan kondisi ombak dan mengikuti aturan keselamatan yang berlaku selama beraktivitas di kawasan pantai.
Editor : Brilian Syifa Almasih