TULUNGAGUNG - Wisata Kedung Minten Tulungagung menawarkan perpaduan panorama alam dan jejak sejarah kawasan perkebunan teh. Berada di wilayah Desa Sumberpandan, Kecamatan Sendang, tempat ini menghadirkan suasana sejuk, aliran sungai, serta bangunan tua yang disebut sebagai peninggalan masa perkebunan teh.
Dalam video kunjungan tersebut, perjalanan diawali dengan melihat bangunan tua yang disebut sebagai bekas kawasan pabrik teh. Bangunan itu memiliki model arsitektur bergaya Belanda. Di sekitar lokasi juga masih terdapat sejumlah pohon tua yang disebut telah ada sejak kawasan perkebunan teh masih berjaya.
Kawasan perkebunan tersebut berada di wilayah Sendang dengan pemandangan Gunung Wilis yang terlihat dari kejauhan. Suasana alam yang sejuk dan panorama pegunungan menjadi salah satu daya tarik perjalanan menuju Kedung Minten.
Baca Juga: P3K Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi P3K Penuh Waktu, Guru Diberi Jalan Jadi PNS
Menurut penuturan warga yang ditemui dalam video, kawasan tersebut dahulu merupakan area perkebunan teh. Bangunan yang tersisa disebut pernah menjadi bagian dari aktivitas perkebunan dan pabrik pada masa lalu. Bahkan, listrik disebut sudah tersedia di kawasan tersebut ketika aktivitas perkebunan masih berlangsung.
Setelah masa perkebunan berakhir, kawasan tersebut mengalami perubahan kepemilikan dan pengelolaan. Dalam video juga diceritakan bahwa sebagian pekerja yang sebelumnya bekerja di perkebunan kemudian terkena pemutusan hubungan kerja setelah kawasan tersebut dijual.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah keberadaan pohon-pohon tua di sekitar kawasan. Pohon yang disebut sebagai jati Belanda masih dapat ditemukan di lokasi tersebut.
Baca Juga: 15 Pantai Tulungagung Terindah yang Wajib Dikunjungi, Tiket Mulai Rp5 Ribu
Dalam penuturan warga, pohon-pohon tersebut telah ada sejak perkebunan teh masih aktif. Dahulu, pepohonan ditanam sebagai peneduh tanaman teh sehingga kondisi kebun tetap sejuk dan tanaman terlindungi dari panas matahari.
Kini, jumlah pohon yang tersisa disebut tidak sebanyak dahulu. Sebagian kawasan juga telah berubah fungsi dan dikelola oleh pihak lain. Namun, sejumlah pohon tua masih dipertahankan di area yang ada.
Kawasan lama perkebunan itu juga menjadi bagian dari perjalanan menuju objek wisata alam. Dari jalur tersebut, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalan setapak dan melewati aliran sungai.
Baca Juga: Volume Air Waduk Wonorejo Tinggal 49,7 Juta Meter Kubik, PLTA Mulai Atur Jam Operasional
Dalam video disebutkan bahwa jalur menuju Air Terjun Lawean harus melewati sungai sebanyak tujuh kali. Sementara perjalanan lebih jauh dapat mengarah ke kawasan pegunungan dan objek wisata lainnya.
Jalur menuju kawasan tersebut dahulu disebut masih berupa jalan makadam sehingga perjalanan harus dilakukan dengan berjalan kaki. Salah satu pengalaman yang diceritakan dalam video bahkan menyebut perjalanan dari Pasar Senggol menuju lokasi membutuhkan waktu cukup lama dengan berjalan kaki.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Wisata Kedung Minten. Tempat tersebut disebut baru dibuka ketika kunjungan berlangsung. Suasana alam di kawasan ini menjadi daya tarik utama dengan pepohonan, aliran sungai, serta udara yang terasa dingin.
Baca Juga: Pasar Susu Mulai Pulih, Peternak Tulungagung Tak Lagi Khawatir Produksi Tak Terserap
Pengunjung juga diingatkan untuk tidak mengganggu lingkungan. Pesan menjaga alam menjadi bagian yang cukup ditekankan dalam perjalanan tersebut. Wisatawan diminta ikut menjaga kawasan agar tetap bersih dan tidak tercemar.
Kawasan sungai juga dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air atau mandi di bagian yang memungkinkan. Namun, kondisi air yang disebut cukup dingin membuat wisatawan perlu menyesuaikan diri dengan keadaan di lokasi.
Selain menikmati alam, pengunjung dapat mencicipi makanan sederhana di sekitar kawasan. Dalam video, terdapat sajian seperti nasi jagung, nasi tiwul, sayur tewel, hingga brengkes pindang.
Baca Juga: Volume Air Waduk Wonorejo Tinggal 49,7 Juta Meter Kubik, PLTA Mulai Atur Jam Operasional
Kehadiran makanan tradisional tersebut melengkapi pengalaman berwisata di kawasan pedesaan. Pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga dapat merasakan suasana lokal melalui hidangan yang tersedia.
Secara keseluruhan, Wisata Kedung Minten Tulungagung menawarkan pengalaman yang memadukan wisata alam dengan cerita masa lalu kawasan perkebunan teh. Bangunan tua, pohon-pohon peninggalan perkebunan, jalur sungai, udara dingin, serta panorama Gunung Wilis menjadi bagian dari perjalanan menuju kawasan tersebut.
Editor : Carissa Emrys Fawnia