WONOSOBO - Kawah Sikidang menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik perhatian wisatawan di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Kawah aktif ini menawarkan pemandangan kepulan asap dari dalam tanah yang tampak eksotis, tetapi pengunjung juga harus bersiap dengan aroma belerang yang sangat menyengat. Dalam perjalanan tersebut, wisatawan juga bisa melanjutkan kunjungan ke Candi Arjuna karena tiket masuknya digunakan secara terusan.
Perjalanan menuju Kawah Sikidang dimulai dari Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Desa tersebut disebut sebagai salah satu desa tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Ketinggian itu membuat udara di Desa Sembungan terasa dingin, terutama pada pagi dan malam hari. Dalam video disebutkan, suhu ketika musim kemarau bahkan dapat mencapai minus.
Dari kawasan tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju jalur Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Sepanjang perjalanan terlihat sejumlah kendaraan jeep yang digunakan wisatawan untuk menjelajahi kawasan dataran tinggi Dieng.
Baca Juga: Explore Dieng Wonosobo: Panduan Lengkap Wisata Alam Puncak Dieng yang Dingin dan Menakjubkan
Sesampainya di kawasan Wanawisata Kawah Sikidang, aroma belerang sudah mulai tercium. Bau tersebut digambarkan sangat menyengat seperti telur busuk.
Pengunjung juga menemukan area parkir yang cukup luas. Dalam video disebutkan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp5.000, sedangkan kendaraan mobil sekitar Rp10.000.
Untuk memasuki kawasan wisata, pengunjung disarankan menggunakan masker. Bau belerang semakin terasa ketika mendekati kawah utama. Bahkan, bagi orang yang belum terbiasa dengan aroma tersebut, bau menyengat bisa membuat perut terasa tidak nyaman.
Tiket yang disebut dalam video untuk Kawah Sikidang dan Candi Arjuna adalah Rp30.000. Tiket tersebut bersifat terusan sehingga pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Candi Arjuna tanpa membeli tiket masuk lagi.
Kawah Sikidang memperlihatkan kepulan asap yang keluar dari dalam tanah. Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang datang.
Selain menikmati suasana kawah, banyak pengunjung memanfaatkannya sebagai lokasi berfoto dan membuat video. Kepulan asap yang keluar dari kawasan kawah memberikan latar yang dianggap menarik untuk konten.
Meski demikian, pengunjung tetap diingatkan untuk menggunakan masker karena aroma belerang cukup kuat. Dalam video juga terlihat cairan belerang di sekitar kawasan kawah.
Setelah puas menjelajahi Kawah Sikidang, perjalanan dilanjutkan menuju Candi Arjuna. Lokasi tersebut masih berada dalam rangkaian tiket terusan yang sama.
Untuk memasuki kawasan Candi Arjuna, pengunjung diwajibkan menggunakan jarit yang dipinjamkan di pintu masuk. Setelah selesai berkeliling, jarit tersebut dikembalikan.
Kompleks Candi Arjuna berada di kawasan dataran tinggi dengan pepohonan dan perbukitan di sekitarnya. Dalam video disebutkan terdapat lima candi dalam kompleks tersebut.
Candi Arjuna juga tengah mengalami pemugaran pada beberapa bagian. Berdasarkan informasi yang dibacakan dalam video, Candi Arjuna disebut dibangun sekitar abad ke-8 Masehi pada masa Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno.
Perjalanan dari Kawah Sikidang menuju Candi Arjuna menunjukkan dua daya tarik wisata Dieng dalam satu rangkaian kunjungan. Kawah menawarkan fenomena alam berupa kepulan asap dan aroma belerang, sedangkan Candi Arjuna menghadirkan kawasan peninggalan sejarah yang dikelilingi lanskap pegunungan Dieng.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber