Road Trip Labuan Bajo: Naik Feri 8 Jam hingga Living Onboard Kapal Pinisi

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:20 WIB
Road Trip Labuan Bajo menghadirkan perjalanan feri, Golo Mori, kapal pinisi, Pulau Komodo hingga Pink Beach.(PINTEREST)
Road Trip Labuan Bajo menghadirkan perjalanan feri, Golo Mori, kapal pinisi, Pulau Komodo hingga Pink Beach.(PINTEREST)

LABUAN BAJO - Road Trip Labuan Bajo dalam perjalanan Kelana Bentala menawarkan pengalaman berbeda menuju Indonesia timur, mulai dari menyeberang menggunakan feri selama 7-8 jam, menikmati Jalan Golo Mori, hingga berlayar dengan kapal pinisi selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Komodo. Perjalanan tersebut juga membawa wisatawan menikmati Pulau Kelor, Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach, Taka Makassar hingga Pulau Sebayur.

Perjalanan menuju Labuan Bajo dimulai dari Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Dari titik tersebut, rombongan menyeberang menuju Labuan Bajo di Flores menggunakan kapal feri.

Penyeberangan menjadi bagian penting dari perjalanan karena rombongan membawa kendaraan sendiri. Durasi perjalanan diperkirakan mencapai 7-8 jam, bergantung pada arus dan gelombang laut.

Sepanjang perjalanan, rombongan disuguhi pemandangan Laut Flores dan perbukitan hijau di sepanjang pantai. Ketika kapal memasuki kawasan Taman Nasional Komodo, cuaca disebut sedang cerah dengan laut tenang dan langit biru.

Menjelang tiba di Labuan Bajo, matahari mulai turun. Langit berubah menjadi jingga dan menciptakan pemandangan matahari terbenam di tengah laut.

Baca Juga: Banyaknya Wisata Pantai di Sepanjang JLS Tulungagung, Wisatawan Sebut Keindahan Pantai Midodaren sebagai Labuan Bajo Tulungagung

Setibanya di Labuan Bajo, perjalanan dilanjutkan dengan menjelajahi kawasan Golo Mori. Jalanan yang mulus dengan pemandangan perbukitan hijau dan laut menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam video disebutkan, Golo Mori sebelumnya merupakan kawasan yang terisolasi dan masuk kategori desa tertinggal. Kawasan tersebut kemudian berkembang dan menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian setelah menjadi venue KTT ASEAN pada 2023.

Jarak Labuan Bajo menuju Golo Mori yang sebelumnya harus ditempuh menggunakan perahu motor selama 2-3 jam berubah menjadi sekitar setengah jam melalui jalur darat setelah pembangunan jalan.

Di kawasan tersebut, rombongan juga bertemu komunitas longboard. Anak-anak muda setempat memanfaatkan jalan yang mulus untuk berlatih. Mereka juga menekankan pentingnya keselamatan, termasuk teknik jatuh, pengereman, dan penggunaan perlindungan saat bermain.

Petualangan kemudian berlanjut dengan kapal pinisi. Rombongan mengikuti perjalanan living onboard selama tiga hari dua malam bersama Elback Cruise.

Kapal tersebut memiliki sejumlah kamar dengan fasilitas seperti AC dan kamar mandi. Area kapal juga dilengkapi ruang bersantai, televisi, WiFi, hingga fasilitas untuk menikmati pemandangan laut.

Selama perjalanan, makanan pagi, siang dan malam tersedia. Rombongan juga mendapat hidangan seperti barbeque, buah-buahan dan minuman.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Pulau Kelor. Setelah makan siang, rombongan menuju pulau menggunakan sekoci dan melakukan pendakian singkat untuk menikmati pemandangan laut biru, perbukitan hijau dan kapal pinisi.

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kalong. Saat matahari mulai terbenam, koloni kelelawar keluar dari sarangnya dan terbang mengelilingi pulau.

Baca Juga: Wisata Labuan Bajo 2026: Biaya Liburan dan Pesona 6 Destinasi Ikonik yang Mendunia

Hari berikutnya dimulai sejak pagi untuk mengejar matahari terbit di Pulau Padar. Rombongan harus menaiki ratusan anak tangga sebelum menikmati panorama dari kawasan atas pulau.

Selanjutnya, perjalanan menuju Pulau Komodo ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kapal. Di pulau tersebut, rombongan mengikuti tracking bersama ranger dan memilih jalur pendek.

Beberapa komodo terlihat berkumpul di sekitar sumber air. Ranger mengingatkan pengunjung untuk menjaga jarak dan mengikuti petunjuk keselamatan.

Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Pink Beach dan Taka Makassar. Di Taka Makassar, rombongan menikmati hamparan pasir timbul di tengah laut sekaligus bermain dan bersantai.

Perjalanan ditutup di Pulau Sebayur. Rombongan menikmati matahari terbit, snorkeling dan keindahan bawah laut sebelum mengakhiri living onboard tiga hari dua malam di Labuan Bajo.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Road Trip Labuan Bajo Golo Mori kapal pinisi labuan bajo pulau komodo