TULUNGAGUNG – Perkembangan tren perjalanan pariwisata modern saat ini makin mengarah pada pencarian pengalaman yang otentik (authentic experience). Para pelancong tidak lagi hanya berburu tempat-tempat hiburan buatan, tetapi juga mulai mencari destinasi yang menyajikan keaslian budaya, kearifan lokal, serta kelestarian lingkungan. Dalam ranah wisata Bali, Desa Wisata Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli hadir sebagai percontohan utama tata kelola pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) yang sukses mendapat pengakuan internasional.
Terkenal di tingkat dunia sebagai salah satu desa terbersih, Desa Penglipuran berhasil mempertahankan tata ruang tradisional (Tri Mandala) dan kelestarian arsitektur rumah adat yang diwariskan oleh para leluhur sejak ratusan tahun lalu.
Bagi wisatawan yang ingin melepaskan diri dari riuk-pikuk kawasan perkotaan dan merasakan kehidupan pedesaan Bali yang harmonis, Penglipuran menyajikan beragam daya tarik kebudayaan yang sangat berkesan.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Kota Batu yang Unik, Ada Museum hingga Taman Lampion
Tata Ruang Rapi dan Arsitektur Khas Bali yang Asri
Memasuki kawasan wisata Bali di Desa Penglipuran, pengunjung akan langsung disambut oleh jalan utama desa yang tertata sangat rapi, bersih dari sampah, serta steril dari kendaraan bermotor. Di sepanjang kiri dan kanan jalan, berdiri deretan gerbang rumah tradisional khas Bali (angkul-angkul) yang memiliki bentuk dan ukuran seragam. Setiap pekarangan rumah warga terbuka lebar bagi para wisatawan yang ingin masuk untuk melihat langsung pola tata ruang hunian lokal.
Material bangunan rumah yang masih memanfaatkan bambu dan tanah liat menciptakan suasana lingkungan yang sejuk dan asri. Di bagian belakang kawasan desa, membentang hutan bambu seluas puluhan hektar yang terjaga dengan baik. Hutan bambu ini berfungsi sebagai kawasan resapan air sekaligus benteng hijau yang menjaga keseimbangan ekosistem pedesaan.
Sensasi Kuliner Khas Loloh Cemcem dan Tipat Cantok
Selain menikmati keindahan arsitektur dan kebersihan lingkungan desa, kunjungan ke Desa Penglipuran belum lengkap tanpa mencicipi sajian kuliner tradisional khas setempat. Warga lokal menjajakan minuman herbal unik bernama loloh cemcem. Minuman segar berwarna hijau ini terbuat dari perasan daun cemcem (kecemcem) yang dipadukan dengan kayu manis, air kelapa, dan sedikit daging kelapa muda, menghasilkan sensasi rasa asam, manis, dan sedikit asin yang menyehatkan tubuh.
Untuk menu makanan, wisatawan wajib mencoba tipat cantok, yakni hidangan kupat yang disajikan bersama rebusan sayuran segar dan disiram dengan bumbu kacang tanah olahan khas Bali. Pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan warga desa untuk belajar membuang kerajinan tangan dari bambu atau melihat proses memasak hidangan tradisional secara langsung di dapur kayu warga.
Daya tarik budaya, kebersihan tata kota, serta kelezatan kuliner lokal menjadikan Desa Wisata Penglipuran sebagai destinasi penyempurna dalam peta perjalanan wisata Bali.
Baca Juga: 11 Wisata Kota Batu Terbaru dan Populer, Ada Wahana hingga Air Terjun
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube