Wisata Labuan Bajo: 3 Hari 2 Malam Naik Phinisi, Ada Komodo hingga Pink Beach

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 19:45 WIB
Wisata Labuan Bajo 3 hari 2 malam dengan kapal phinisi menawarkan komodo, Pulau Padar, Pink Beach hingga snorkeling (Pinterest).
Wisata Labuan Bajo 3 hari 2 malam dengan kapal phinisi menawarkan komodo, Pulau Padar, Pink Beach hingga snorkeling (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Wisata Labuan Bajo dapat dijelajahi dengan pengalaman berbeda melalui perjalanan menggunakan kapal phinisi selama 3 hari 2 malam. Selama perjalanan, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, snorkeling, melihat komodo, menikmati Pink Beach hingga menyaksikan ribuan kelelawar buah saat matahari terbenam.

Labuan Bajo merupakan kota pelabuhan yang menjadi pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo. Salah satu cara untuk menikmati kawasan kepulauan tersebut adalah menggunakan kapal liveaboard karena sejumlah pulau tujuan tidak memiliki hotel atau penginapan di daratan.

Dalam perjalanan ini, wisatawan menginap di kapal phinisi tradisional Indonesia yang telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk wisatawan. Kapal tersebut memiliki ruang bersantai, area di dek atas, kamar mandi, serta area belakang untuk bersantai dan menikmati suasana laut.

Baca Juga: Menjelajah Desa Terbersih di Dunia! Intip Keunikan Budaya dan Kuliner di Desa Wisata Penglipuran Bal

Snorkeling dan Pulau Padar

Perjalanan menggunakan phinisi dimulai dari pelabuhan. Kapal membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencapai lokasi snorkeling pertama.

Air laut yang jernih membuat keindahan bawah laut dapat terlihat setelah wisatawan menyelam. Terumbu karang dan kehidupan laut menjadi salah satu daya tarik utama perjalanan.

Setelah snorkeling, perjalanan dilanjutkan menuju pantai dengan pasir putih dan air laut yang sangat jernih. Wisatawan juga dapat menikmati makanan yang disiapkan kru kapal selama perjalanan.

Salah satu tujuan ikonik berikutnya adalah Pulau Padar. Dari dermaga, perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Sesampainya di atas, wisatawan dapat melihat tiga pantai dengan warna pasir berbeda dalam satu panorama. Pantai berwarna putih, merah muda, dan hitam terlihat dari ketinggian.

Pemandangan semakin menarik ketika memasuki waktu golden hour. Matahari terbenam dari satu sisi, sementara bulan mulai terlihat di sisi lainnya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Spiritual! Ini 4 Pura Paling Agung dalam Destinasi Wisata Bali yang Sarat Sejarah

Melihat Komodo di Habitat Alami

Hari kedua perjalanan diisi dengan kunjungan ke Pulau Komodo. Kawasan tersebut menjadi tempat wisatawan berharap dapat melihat komodo secara langsung di habitatnya.

Komodo disebut sebagai kadal terbesar di dunia dan dapat tumbuh hingga sekitar tiga meter. Dalam perjalanan tersebut, beberapa komodo terlihat berada di sekitar kawasan kunjungan.

Satwa tersebut memiliki kemampuan kamuflase yang baik karena beberapa di antaranya terlihat bersembunyi di balik semak. Wisatawan juga didampingi ranger selama mengamati komodo.

Setelah mengunjungi Pulau Komodo, perjalanan berlanjut dengan snorkeling dan paddle boarding. Pink Beach menjadi salah satu tujuan berikutnya.

Pantai ini memiliki warna pasir merah muda yang membuat suasananya berbeda dari pantai pada umumnya. Wisatawan juga dapat menikmati aktivitas air di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga: Bikin Ketagihan Liburan! Ini 10 Rekomendasi Wisata Bali Paling Hits dan Ikonik yang Wajib Dikunjungi

Menyaksikan Ribuan Kelelawar di Kalong Island

Menjelang sore, kapal berlabuh di sekitar Kalong Island. Kawasan tersebut menjadi lokasi untuk menyaksikan migrasi kelelawar buah.

Saat matahari terbenam hingga memasuki malam, ribuan kelelawar buah keluar dari kawasan mangrove untuk mencari makanan. Namun, kemunculan satwa tersebut tidak selalu dapat dipastikan waktunya.

Dalam perjalanan ini, kelelawar baru terlihat ketika kondisi sudah cukup gelap sehingga sulit diabadikan menggunakan kamera.

Snorkeling Bersama Anak Hiu

Pada hari terakhir, perjalanan dilanjutkan menuju sebuah pulau yang memiliki area perairan dangkal. Di lokasi tersebut, wisatawan dapat melakukan snorkeling dan melihat anak-anak hiu.

Setidaknya terdapat sekitar belasan anak hiu yang terlihat di perairan dangkal. Selain snorkeling, wisatawan juga dapat mendaki menuju titik pandang.

Jalur menuju atas bukit disebut cukup licin dan tidak mudah dilalui. Namun, pemandangan dari atas menjadi salah satu pengalaman yang menarik sebelum perjalanan berakhir.

Pengalaman wisata Labuan Bajo dengan kapal phinisi ini memperlihatkan beragam aktivitas dalam satu perjalanan. Mulai dari snorkeling, menikmati pantai, mendaki Pulau Padar, melihat komodo, mengunjungi Pink Beach, menyaksikan kelelawar buah, hingga melihat anak hiu.

Dengan konsep liveaboard, wisatawan dapat berpindah dari satu pulau ke pulau lain sekaligus menikmati perjalanan laut selama beberapa hari di kawasan Kepulauan Komodo.

Baca Juga: Uji Adrenalin di Cagar Budaya! Tebing Brexi dan Jelajah Jeep Wisata Jogja Makin Digemari

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Pink Beach kapal phinisi wisata labuan bajo Pulau Padar pulau komodo