RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Wisata Lombok menawarkan beragam pengalaman, mulai dari menikmati sunrise di Bukit Merese, melihat kawasan Sirkuit Mandalika dari Bukit Seger, bersantai di Pantai Kuta Mandalika, hingga mengenal kehidupan masyarakat Sasak di Desa Adat Sade.
Perjalanan dimulai setelah wisatawan tiba di Pelabuhan Lembar. Untuk memudahkan mobilitas, ia menyewa Honda Beat seharga Rp150.000 untuk dua hari. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan dilanjutkan menyusuri sejumlah kawasan wisata di Lombok.
Batu Bolong hingga Malaka
Salah satu tujuan awal adalah Pantai Batu Bolong yang berada di kawasan Senggigi. Pengunjung yang memasuki kawasan pantai diwajibkan mengenakan kain kuning yang diikat di pinggang. Tidak ada tarif khusus untuk tiket masuk karena pengunjung dapat memberikan sumbangan seikhlasnya.
Pantai Batu Bolong memiliki pasir halus dan sejumlah batu karang kecil. Daya tarik lainnya adalah pura kecil yang berdiri di atas batu karang besar dengan lubang di bagian tengah. Kondisi tersebut menjadi asal nama Batu Bolong.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menyusuri pesisir Senggigi. Ada Senggigi View yang menawarkan pemandangan garis pantai dan laut. Jalur tersebut juga dipenuhi hotel serta resor yang menghadap langsung ke laut.
Perjalanan berlanjut hingga Malaka, Lombok Utara, yang menjadi salah satu lokasi untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Sebelum kembali ke Mataram, perjalanan ditutup dengan menikmati sunset dari Bukit Malinu sambil menyantap bakso Arema.
Baca Juga: Udaranya Bikin Rileks! Ini 5 Tempat Wisata Bandung Bertema Vulkanik dan Pegunungan Paling Eksotis
Sunrise di Bukit Merese dan Panorama Bukit Seger
Keesokan harinya, perjalanan dimulai sejak dini hari menuju Bukit Merese. Tiket masuk kawasan ini disebut sebesar Rp5.000 per motor.
Dari area parkir, wisatawan perlu berjalan kaki menuju puncak bukit. Jalurnya relatif mudah meski terdapat tanjakan yang cukup menguras tenaga.
Usaha tersebut terbayar ketika matahari mulai muncul dari balik bukit. Sunrise di Bukit Merese menghadirkan langit berwarna jingga keemasan dengan pemandangan laut dan garis pantai yang luas.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Seger yang berada tidak jauh dari kawasan Sirkuit Mandalika. Tiket masuk disebut Rp10.000 per kendaraan.
Dari puncak Bukit Seger, wisatawan dapat melihat laut lepas, Pantai Seger, perbukitan hijau, serta Sirkuit Pertamina Mandalika. Kawasan ini juga berkaitan dengan cerita rakyat Putri Mandalika dan tradisi Bau Nyale yang digelar masyarakat setempat.
Kuta Mandalika dan Desa Adat Sade
Dari Bukit Seger, perjalanan berlanjut ke Pantai Kuta Mandalika. Kawasan ini memiliki karakter berbeda karena telah berkembang dengan berbagai fasilitas wisata, seperti hotel, restoran, kafe, dan pusat oleh-oleh.
Pantainya memiliki pasir putih, air laut jernih, serta garis pantai yang panjang. Beberapa bukit kecil di sekitar pantai juga dapat menjadi tempat menikmati pemandangan dari ketinggian.
Selanjutnya, perjalanan menuju Desa Adat Sade, salah satu kawasan yang memperlihatkan kehidupan tradisional masyarakat Sasak. Pengunjung perlu mengisi buku tamu dan membayar tiket secara sukarela.
Di desa tersebut, wisatawan dapat melihat rumah tradisional, aktivitas menenun, hingga berbagai cerita mengenai adat masyarakat Sasak. Rumah penduduk menggunakan anyaman bambu dan atap alang-alang, sementara lantainya terbuat dari tanah liat.
Wisatawan juga dapat menyewa pakaian adat Sasak untuk berkeliling desa. Selain melihat rumah tradisional, pengunjung bisa mengenal proses pembuatan kain tenun yang masih dilakukan secara tradisional.
Baca Juga: Bikin Feeds Estetik! 3 Tempat Wisata Banyuwangi Ini Punya Spot Foto Sinematik ala Dunia Fantasi
Menutup Perjalanan di Pantai Ampenan
Perjalanan kemudian berakhir di Pantai Ampenan, Kota Mataram. Pantai ini dikenal sebagai kawasan yang dahulu menjadi pelabuhan tua pada masa kolonial Belanda.
Menjelang sore, suasana pantai cukup ramai oleh warga lokal yang menikmati waktu santai. Perjalanan hari itu pun ditutup dengan menikmati suasana pantai sebelum melanjutkan petualangan berikutnya menuju Sembalun dan Gunung Rinjani.
Rangkaian perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa wisata Lombok tidak hanya menawarkan pantai. Ada perbukitan untuk menikmati matahari terbit dan terbenam, kawasan Mandalika dengan fasilitas modern, hingga Desa Sade yang memperlihatkan kehidupan serta budaya masyarakat Sasak.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest