Kawah Ijen Bikin Pendaki Terengah, Blue Fire dan Jurang Jadi Tantangan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:40 WIB
Kawah Ijen ternyata menyimpan jalur ekstrem, asap belerang, blue fire, hingga danau asam yang memukau (Pinterest).
Kawah Ijen ternyata menyimpan jalur ekstrem, asap belerang, blue fire, hingga danau asam yang memukau (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM- Kawah Ijen menawarkan pengalaman pendakian yang bukan sekadar menikmati pemandangan. Perjalanan menuju kawasan kawah dilakukan tengah malam, melewati jalur terjal, paparan asap belerang, medan berbatu, hingga jalur tanpa pagar di dekat jurang. Perjuangan itu terbayar ketika pendaki dapat menyaksikan fenomena blue fire dan panorama danau kawah dari puncak saat matahari terbit.

Pendakian dalam video tersebut dimulai sekitar pukul 00.00. Sebelum berangkat, peserta open trip menjalani pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan saturasi oksigen.

Open trip yang diikuti dibanderol Rp275 ribu per orang. Biaya tersebut sudah mencakup layanan antar-jemput dan pemandu. Dari pusat kota, perjalanan menuju titik awal pendakian membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Mendaki Tengah Malam dan Menghadapi Asap Belerang

Suhu di kawasan awal pendakian terasa dingin. Peserta kemudian mendapatkan masker dan lampu kepala karena jalur yang dilewati masih gelap gulita.

Pendakian berlangsung sekitar 1,5 hingga 2 jam untuk mencapai kawasan atas. Peserta diminta tidak memaksakan diri dan beristirahat apabila kelelahan.

Semakin mendekati kawah, aroma serta asap belerang semakin terasa. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih berat, terutama ketika pendaki harus menggunakan masker dalam kondisi napas sudah terengah-engah.

Dalam perjalanan, terlihat pula para pekerja yang membawa atau mendorong belerang dari kawasan kawah. Salah seorang penambang yang ditemui mengaku telah menjalani pekerjaan tersebut selama puluhan tahun.

Jalur menuju kawah juga memiliki sejumlah bagian yang curam. Beberapa titik berada di dekat jurang tanpa pagar pembatas. Kondisi tersebut membuat pendaki harus menjaga fokus, terutama ketika perjalanan dilakukan dalam keadaan gelap.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan

Turun ke Kawah Demi Melihat Blue Fire

Untuk menyaksikan blue fire, pendaki harus turun menuju bagian bawah kawah. Medan yang dilewati bukan berupa jalan tanah, melainkan bebatuan yang cukup terjal.

Perjalanan turun membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Semakin dekat dengan lokasi blue fire, asap dan aroma sulfur semakin kuat. Asap tersebut juga membuat mata terasa perih sehingga wisatawan tidak dapat terlalu lama berada di dekat sumber api.

Fenomena blue fire menjadi salah satu daya tarik utama Kawah Ijen. Api berwarna biru tersebut muncul dari pembakaran gas belerang dan lebih mudah diamati dalam kondisi gelap.

Setelah menyaksikan fenomena tersebut, pendaki kembali menanjak melalui jalur berbatu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sunrise Point yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Danau Asam yang Terlihat Indah dari Puncak

Menjelang pagi, kabut dan asap belerang perlahan bergeser. Dari atas, danau kawah mulai terlihat dengan warna biru kehijauan yang khas.

Dalam video disebutkan, danau Kawah Ijen terbentuk dari aktivitas vulkanik ribuan tahun lalu. Air yang memenuhi cekungan kawah berasal dari air hujan dan air bawah tanah.

Keindahan danau tersebut menyimpan karakter ekstrem. Tingkat keasamannya disebut berada pada pH sekitar 0,2 hingga 0,5 sehingga termasuk sangat asam. Karena itu, air kawah tidak boleh disentuh sembarangan.

Setelah matahari terbit, jalur pendakian yang sebelumnya tidak terlihat akhirnya tampak jelas. Medan yang dilalui ternyata cukup terjal dan membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk turun.

Selain menjadi destinasi wisata, kawasan Ijen juga berkaitan erat dengan kehidupan para penambang belerang. Belerang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk pupuk, kosmetik, obat-obatan, dan produk berbahan sulfur.

Perjalanan tersebut akhirnya menjadi pengalaman ekstrem sekaligus berkesan. Meski harus menghadapi medan berat, asap belerang, serta jalur berbahaya, keindahan Kawah Ijen dari puncak menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
blue fire asap belerang danau Kawah Ijen Kawah Ijen banyuwangi