RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Kawah Ijen kembali ramai dikunjungi wisatawan, termasuk pendaki yang datang pada malam hari untuk mengejar fenomena blue fire. Namun, perjalanan menuju kawah tidak selalu berakhir sesuai harapan. Jalur yang menanjak, suhu dingin, antrean di pintu masuk, hingga waktu tempuh membuat wisatawan harus mempersiapkan diri dengan baik.
Pengalaman tersebut terlihat dalam perjalanan seorang wisatawan yang menuju kawasan Paltuding pada dini hari. Saat tiba, suhu berada di kisaran 13 derajat Celsius dan kawasan sudah cukup ramai. Wisatawan juga mengaku kesulitan melakukan pembayaran non-tunai untuk sejumlah kebutuhan seperti minuman dan perlengkapan, sehingga menyarankan pengunjung membawa uang tunai.
Salah satu perlengkapan yang dibeli adalah masker dengan harga Rp25.000. Masker dinilai berguna ketika pendaki mulai memasuki jalur dengan aroma belerang yang semakin kuat. Selain itu, wisatawan juga membawa air minum dan sarung tangan sebagai bekal perjalanan.
Baca Juga: Menyusuri Hamparan Emas Savana Tianyar dan Kesejukan Bunga Kasna di Taman Edelweis Karangasem
Tiket Kawah Ijen dan Jalur Pendakian
Sebelum memasuki jalur pendakian, pengunjung harus mengisi data kunjungan, melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan, serta mengikuti proses pemindaian di area tiket. Dalam perjalanan tersebut, tiket masuk Taman Wisata Alam Kawah Ijen disebut sebesar Rp20.000.
Jarak pendakian dari loket menuju Sunrise Point disebut sekitar 4,5 kilometer. Jalur tersebut terbagi menjadi beberapa pos yang dapat digunakan sebagai titik istirahat. Medannya cukup menantang karena terdapat bagian dengan kemiringan hingga sekitar 45 derajat.
Kondisi tersebut membuat sebagian wisatawan memilih menggunakan jasa angkutan khusus untuk menuju kawasan atas. Dalam sumber, biaya jasa tersebut disebut dapat mencapai sekitar Rp1 juta atau lebih untuk sekali perjalanan menuju puncak.
Bagi pendaki yang memilih berjalan kaki, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Sepanjang jalur terdapat warung yang dapat menjadi tempat beristirahat dan membeli minuman maupun makanan.
Memasuki bagian atas, medan berubah menjadi lebih berbatu dan jalur semakin sempit. Aroma belerang juga mulai terasa kuat. Karena itu, masker yang sebelumnya dibeli wisatawan akhirnya benar-benar digunakan. Di sekitar Pos 6 terdapat toilet dan tempat untuk beristirahat maupun beribadah.
Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan
Blue Fire Kawah Ijen Tak Berhasil Didapat
Tujuan utama perjalanan tersebut sebenarnya adalah melihat blue fire Kawah Ijen. Fenomena api biru ini menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Ijen.
Namun, wisatawan tiba ketika fenomena tersebut hampir tidak terlihat. Berdasarkan informasi yang diterimanya di lokasi, waktu untuk turun menuju area blue fire sudah terlalu terbatas. Ia akhirnya memilih melanjutkan perjalanan menuju Sunrise Point.
Sumber juga menjelaskan bahwa blue fire terbentuk dari pembakaran gas belerang bersuhu tinggi yang bersentuhan dengan oksigen. Fenomena ini disebut sebagai salah satu fenomena alam langka dan menjadi alasan banyak wisatawan rela memulai pendakian pada dini hari.
Wisatawan tersebut kemudian menyimpulkan bahwa jika ingin mengejar blue fire, pendakian harus dimulai lebih awal dari titik pemeriksaan tiket. Ia mengaku kecewa karena tujuan utama perjalanan belum tercapai dan berencana mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.
Selain blue fire, perjalanan juga memperlihatkan kawasan Danau Kawah Ijen. Sumber menyebut danau kawah memiliki luas sekitar 5,46 hektare dengan kedalaman hingga 200 meter dan berada di ketinggian sekitar 2.386 meter di atas permukaan laut. Airnya memiliki tingkat keasaman sangat tinggi sehingga kawasan tersebut perlu dijelajahi dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Setelah menyelesaikan perjalanan, wisatawan kembali ke Paltuding dan melanjutkan perjalanan menggunakan Damri menuju Banyuwangi. Ia mengaku kondisi fisiknya cukup terkuras setelah perjalanan naik dan turun Kawah Ijen.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan ke Kawah Ijen membutuhkan persiapan matang. Selain fisik, pengunjung perlu memperhatikan waktu keberangkatan, perlengkapan, kondisi jalur, serta kebutuhan uang tunai agar perjalanan menuju salah satu destinasi alam populer di Banyuwangi tersebut berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest