Bromo Ramai dan Suhu Bikin Menggigil, Begini Pengalaman Wisatawan dari Jogja

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:55 WIB
Bromo ramai wisatawan dan sangat dingin. Simak pengalaman rombongan dari Jogja hingga menuju kawah dan naik kuda (Pinterest).
Bromo ramai wisatawan dan sangat dingin. Simak pengalaman rombongan dari Jogja hingga menuju kawah dan naik kuda (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Bromo menjadi tujuan perjalanan wisatawan dari Yogyakarta yang harus menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya menikmati pemandangan kawasan gunung. Perjalanan tersebut diwarnai kondisi jalan berliku, suhu dingin, kawasan yang ramai wisatawan, hingga jalur berdebu menuju kawah.

Rombongan berangkat dari Yogyakarta dengan perkiraan waktu perjalanan sekitar tujuh jam. Kondisi jalan yang berkelok, naik turun, membuat salah satu wisatawan mengaku mual selama perjalanan. Setelah beberapa kali berhenti di rest area, rombongan akhirnya tiba di kawasan penginapan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bromo.

Setibanya di penginapan, udara dingin langsung terasa. Bahkan sebelum menuju kawasan utama Bromo, wisatawan mengaku harus tidur menggunakan pakaian hangat dan kaus kaki karena suhu cukup membuat menggigil.

Pemandangan dari sekitar penginapan juga menjadi pengalaman tersendiri. Saat pagi, wisatawan dapat melihat pegunungan dari kejauhan. Rombongan kemudian memanfaatkan waktu untuk mencari pakaian yang lebih sesuai dengan kondisi udara dingin sebelum kembali beristirahat.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan

Persiapan Berangkat Dini Hari

Perjalanan menuju Bromo dilanjutkan sekitar pukul 03.00. Sebelum berangkat, rombongan sempat mengalami kendala listrik di homestay. Kondisi tersebut membuat persiapan dilakukan dalam keadaan gelap. Masalah lain juga muncul ketika power bank yang sebelumnya terisi penuh justru tidak dapat digunakan.

Saat kendaraan jemputan tiba, suasana kawasan sudah sangat ramai. Banyak wisatawan lain juga bersiap menuju lokasi untuk menyaksikan matahari terbit. Rombongan kemudian menggunakan kendaraan menuju kawasan wisata.

Kepadatan semakin terlihat ketika mendekati area tujuan. Banyak kendaraan dan wisatawan memenuhi kawasan parkir. Debu juga menjadi salah satu persoalan yang dirasakan selama perjalanan sehingga wisatawan mengingatkan pentingnya membawa masker.

Setelah turun dari kendaraan, rombongan melanjutkan perjalanan dengan menunggang kuda. Banyak kuda tersedia untuk wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan tanpa berjalan kaki sepenuhnya. Jalur yang dilewati cukup berdebu dan kondisi tersebut membuat wisatawan beberapa kali merasa tidak nyaman.

Naik ke Kawah Bromo

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju area kawah. Wisatawan harus melewati tangga untuk mencapai bagian atas. Tanjakan tersebut cukup menguras tenaga, terutama setelah sebelumnya menempuh perjalanan dengan kendaraan dan kuda.

Meski kelelahan, rombongan akhirnya berhasil sampai di area kawah Bromo. Dari lokasi tersebut, wisatawan menikmati pemandangan pegunungan dan awan yang berada di sekitar kawasan.

Setelah sampai, mereka juga kembali menggunakan kuda untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Namun, debu yang cukup tebal membuat rombongan akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke homestay.

Perjalanan wisata ke Bromo tersebut akhirnya ditutup setelah rombongan kembali dari kawasan kawah. Meski perjalanan cukup melelahkan, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa wisata ke Bromo membutuhkan persiapan, terutama menghadapi suhu dingin, kepadatan wisatawan, jalur menanjak, serta debu di kawasan pasir.

Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Wisata Bromo Bromo dari Jogja Kawah Bromo probolinggo bromo