Jalur Bromo Malang via Ngadas Bikin Rem Motor Panas, Ini Medannya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Jalur Bromo Malang via Ngadas punya turunan panjang dan rawan rem panas. Simak medan jalan dan estimasi budget ke Bromo (Pinterest).
Jalur Bromo Malang via Ngadas punya turunan panjang dan rawan rem panas. Simak medan jalan dan estimasi budget ke Bromo (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Jalur Bromo Malang via Ngadas dan Tumpang menjadi salah satu rute yang menarik sekaligus menantang bagi wisatawan yang menggunakan motor. Jalur ini menawarkan pemandangan pegunungan dan savana, tetapi didominasi turunan panjang serta tikungan tajam yang membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama pengguna motor matic.

Perjalanan dilakukan setelah wisatawan menikmati kawasan Bromo dan hendak mengembalikan motor rental di Kota Malang. Rute yang dipilih melewati Jemplang, Ngadas, Coban Pelangi, hingga menuju Malang.

Salah satu tantangan langsung terasa ketika kendaraan melewati jalur dari lautan pasir menuju Jemplang atau Ngadas. Kemiringan jalan disebut mencapai sekitar 45 derajat dengan lintasan yang cukup panjang. Kondisi ini berbeda dengan jalur Bromo via Wonokitri, Pasuruan, yang disebut memiliki kemiringan hingga 49 derajat.

Sementara itu, jalur Sukapura, Probolinggo, disebut menjadi pilihan dengan tanjakan paling landai. Kemiringannya berada di sekitar 23 derajat sehingga dinilai lebih bersahabat bagi pengendara yang ingin menuju kawasan Bromo.

Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup

Jalur Ngadas Didominasi Turunan

Setelah memasuki kawasan Ngadas, kondisi jalan berubah menjadi rangkaian turunan dan tikungan. Ketinggian juga masih berada di atas 2.000 meter di atas permukaan laut sehingga udara terasa kembali dingin.

Wisatawan yang baru pertama kali melewati rute tersebut mengaku sempat waswas menghadapi turunan tajam. Terlebih, jalur Bromo Malang via Ngadas disebut cukup rawan sehingga terdapat sejumlah peringatan agar pengendara tidak menggunakan rem secara terus-menerus.

Pada beberapa titik tersedia shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat sekaligus mendinginkan rem. Kondisi ini bukan tanpa alasan. Saat perjalanan, cakram motor yang digunakan sempat terasa sangat panas setelah melewati turunan panjang.

Pengendara kemudian berhenti di shelter untuk membiarkan cakram kembali dingin. Dalam pengalaman tersebut, waktu yang dibutuhkan bahkan tidak sampai lima menit sebelum rem kembali bisa digunakan.

Pengendara juga mengingatkan agar wisatawan tidak memaksakan diri ketika kondisi rem mulai terasa kurang pakem. Berhenti selama beberapa menit dinilai lebih aman dibandingkan terus memaksakan perjalanan di jalur menurun.

Ada Jaring Pengaman untuk Antisipasi Rem Blong

Di sepanjang jalur juga terlihat sejumlah fasilitas pengamanan. Salah satunya berupa jaring dan tumpukan karung yang disiapkan untuk mengantisipasi kendaraan mengalami rem blong.

Peringatan mengenai area rawan kecelakaan juga ditemukan di beberapa titik. Karena jalurnya didominasi turunan panjang, pengendara motor matic dianjurkan tidak mengandalkan rem secara terus-menerus.

Setelah melewati kawasan yang lebih landai dan sejumlah permukiman, perjalanan berlanjut menuju Poncokusumo. Dari kawasan tersebut, kondisi jalan mulai terasa lebih aman hingga menuju Kota Malang.

Perjalanan kemudian diakhiri dengan mengembalikan motor rental. Pengendara mengaku motor yang digunakan tidak mengalami kendala selama perjalanan ke Bromo dan kembali menuju Malang.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan

Budget ke Bromo Bisa Siapkan Rp500 Ribu

Selain kondisi jalan, pengalaman tersebut juga memberikan gambaran mengenai perkiraan biaya perjalanan ke Bromo menggunakan motor rental. Dalam perhitungan wisatawan, biaya sewa motor sekitar Rp150.000, tiket masuk kawasan Taman Nasional sekitar Rp60.000, serta penginapan minimal Rp200.000.

Dengan tambahan bensin sekitar Rp50.000, wisatawan memperkirakan perlu menyiapkan sekitar Rp500.000 untuk kebutuhan utama selama berada di Bromo. Angka tersebut belum termasuk makan, jajan, dan tiket transportasi menuju Malang.

Untuk wisatawan yang berangkat dari Jakarta menggunakan bus, sumber memperkirakan biaya tiket pulang-pergi sekitar Rp800.000. Dengan demikian, total anggaran perjalanan Jakarta-Bromo diperkirakan aman di kisaran Rp1,5 juta, tergantung gaya perjalanan dan pengeluaran masing-masing.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Bromo bukan hanya soal menikmati pemandangan. Pengendara juga perlu memperhitungkan kondisi kendaraan, terutama rem, sebelum memilih jalur pulang menuju Malang.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Wisata Bromo Jalur Bromo Malang Ngadas Budget ke Bromo bromo