RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Bromo menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jawa Timur yang menawarkan perpaduan panorama pegunungan, lautan kabut, sunrise, hingga kawasan sakral masyarakat Tengger. Berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut.
Meski bukan gunung tertinggi, Bromo memiliki daya tarik yang membuatnya dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit di Indonesia. Lanskap pegunungan yang berpadu dengan hamparan pasir hitam menjadi pemandangan khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Selain keindahan alam, kawasan Bromo juga mempunyai nilai spiritual bagi masyarakat Tengger. Di lereng gunung terdapat Pura Poten yang menjadi tempat ibadah masyarakat Tengger yang mempertahankan tradisi Hindu secara turun-temurun.
Baca Juga: Perbandingan Kostum Versi 1.0 vs 2.0: Hot Toys Artisan Iron Spider Dengan Aksesoris Gauntlet Thanos
Cemoro Lawang Jadi Jalur Favorit Wisatawan
Salah satu akses populer menuju Bromo adalah melalui Cemoro Lawang, Probolinggo. Wisatawan umumnya menggunakan jeep 4x4 untuk melewati jalur yang curam dan berpasir.
Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, perjalanan juga dapat dilakukan menggunakan motor trail. Perjalanan melintasi medan berpasir tersebut menjadi bagian tersendiri dari pengalaman menjelajahi kawasan Bromo.
Setidaknya terdapat empat spot yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Spot pertama adalah Penanjakan 1. Dari lokasi ini, wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbit yang muncul perlahan dari balik cakrawala.
Ketika matahari mulai naik, cahaya keemasan menyinari kawasan Bromo dan Gunung Semeru. Pemandangan tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak diburu wisatawan.
Spot kedua adalah kawah Bromo. Untuk mencapai bagian atas kawah, wisatawan harus menaiki sekitar 250 anak tangga. Sesampainya di atas, suara aktivitas kawah dan aroma belerang menjadi pengalaman yang berbeda.
Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan
Lautan Pasir hingga Bukit Teletubbies
Daya tarik berikutnya adalah lautan pasir. Hamparan pasir hitam membentang luas di kawasan Bromo dan dapat dijelajahi menggunakan jeep maupun kuda.
Selain itu, wisatawan juga dapat mengunjungi Bukit Teletubbies dan kawasan Whispering Sands. Hamparan perbukitan hijau dengan kontur bergelombang menawarkan suasana berbeda dari kawasan lautan pasir.
Lokasi tersebut juga menjadi pilihan untuk bersantai maupun mengabadikan perjalanan melalui fotografi.
Waktu yang direkomendasikan dalam materi perjalanan ini adalah Mei hingga September. Pada periode tersebut, cuaca disebut cenderung lebih cerah sehingga peluang mendapatkan panorama sunrise juga lebih baik dan curah hujan lebih minim.
Wisatawan yang ingin berburu sunrise disarankan datang lebih awal agar memperoleh posisi terbaik. Persiapan pakaian juga penting karena suhu di kawasan Bromo dapat mencapai sekitar 5 derajat Celsius.
Karena Bromo merupakan kawasan yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat, wisatawan juga diingatkan untuk menjaga kebersihan dan menghormati adat serta tradisi masyarakat Tengger.
Dengan perpaduan panorama alam, pengalaman menjelajah lautan pasir, sunrise, kawah, hingga nilai spiritualnya, Bromo menawarkan pengalaman wisata yang tidak sekadar menikmati keindahan gunung.
Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest