RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Bromo kembali dibuka dan mulai dikunjungi wisatawan setelah kawasan di sekitarnya terdampak kebakaran yang disebut melanda sekitar 1.200 hektare. Kondisi terkini memperlihatkan sebagian savana berubah menjadi hitam dan cokelat akibat terbakar, sementara beberapa titik mulai ditumbuhi warna hijau.
Gambaran tersebut terlihat dalam perjalanan seorang pembuat konten yang datang langsung untuk melihat kondisi Bromo setelah kebakaran. Perjalanan dilakukan dari kawasan Bromo Hillside menuju arah Savana Bromo hingga kawasan lautan pasir.
Saat memasuki kawasan wisata, sejumlah bagian masih terlihat aman dari kobaran api. Namun, semakin perjalanan dilanjutkan, bekas kebakaran semakin jelas terlihat. Hamparan rumput yang sebelumnya tinggi kini berubah menjadi area berwarna hitam dan menyisakan abu.
Beberapa bagian kawasan juga masih terlihat hijau. Sementara itu, area yang tidak terbakar tampak menguning dan kering karena berada pada musim kemarau.
Baca Juga: Menyusuri Hamparan Emas Savana Tianyar dan Kesejukan Bunga Kasna di Taman Edelweis Karangasem
Savana Bromo Berubah Hitam, Abu Masih Terlihat
Kondisi paling mencolok terlihat pada hamparan savana yang sebelumnya dipenuhi rumput tinggi. Setelah terbakar, kendaraan yang melintas menjadi jauh lebih mudah terlihat karena tidak lagi tertutup vegetasi.
Bekas kebakaran juga meninggalkan abu cukup tebal di sejumlah titik. Bahkan, aroma sisa pembakaran masih tercium ketika perjalanan dilakukan.
Sejumlah fasilitas terlihat masih bertahan. Salah satunya tangki air yang disebut tetap utuh meski area di bawahnya terdampak kebakaran. Beberapa warung juga terlihat aman atau telah kembali diperbaiki.
Di sisi lain, terdapat area yang diberi pembatas menggunakan tali rafia dan tidak diperbolehkan untuk dimasuki. Kondisi jalan menuju beberapa bagian kawasan juga masih cukup sulit dilewati sepeda motor karena permukaannya bumpy atau tidak rata.
Pembuat konten tersebut juga memperlihatkan perbedaan kondisi Bromo sebelum dan sesudah kebakaran. Sebelum kejadian, rumput di savana disebut cukup tinggi hingga kendaraan yang melintas sulit terlihat. Kini, hamparan tersebut berubah menjadi lahan terbuka dengan warna hitam dan cokelat.
Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan
Beberapa Titik Mulai Menghijau
Meski dampak kebakaran terlihat jelas, tanda-tanda pemulihan mulai muncul di sejumlah lokasi. Vegetasi hijau terlihat tumbuh di antara area yang sebelumnya terbakar.
Dalam perjalanan tersebut, kondisi kawasan yang baru beberapa hari hingga hampir sepekan setelah kebakaran disebut sudah menunjukkan perubahan. Area tertentu mulai menghijau kembali, terutama jika nantinya mendapatkan hujan.
Namun, kondisi vegetasi tidak sepenuhnya sama di setiap titik. Ada kawasan yang terbakar cukup parah, sementara bagian lain tetap hijau dan tidak terdampak api.
Pembuat konten juga menyebut area Teletubbies Hill terlihat tidak terbakar. Sementara kawasan di arah lainnya memperlihatkan hamparan hitam akibat kebakaran.
Kondisi tersebut membuat pemandangan Bromo terlihat berbeda dibandingkan sebelum kebakaran. Rencana untuk mengambil foto dengan suasana yang lebih estetis pun disebut batal karena sebagian kawasan masih didominasi warna hitam dan abu.
Meski begitu, wisatawan tetap dapat melihat sejumlah ikon Bromo lainnya, seperti lautan pasir, kawah Bromo, Penanjakan, dan Seruni Point.
Perjalanan tersebut dilakukan pada 25 Agustus 2026. Tiket masuk untuk satu sepeda motor dengan satu orang disebut sebesar Rp84.000 pada hari libur. Sementara tarif pada hari biasa tidak disebutkan secara pasti dalam materi tersebut.
Kondisi Bromo pascakebakaran menunjukkan bahwa pemulihan vegetasi sudah mulai terlihat di beberapa titik. Namun, bekas kebakaran masih sangat jelas di kawasan savana yang terdampak, dengan hamparan abu, rumput menghitam, dan vegetasi yang belum sepenuhnya kembali seperti sebelumnya.
Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest