Tumpak Sewu Ramai Turis, Jalur via Lumajang Punya Trek Ekstrem

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:20 WIB
Tumpak Sewu di Lumajang ramai turis mancanegara. Simak jalur trekking, fasilitas, hingga kondisi antrean menuju air terjun (Pinterest).
Tumpak Sewu di Lumajang ramai turis mancanegara. Simak jalur trekking, fasilitas, hingga kondisi antrean menuju air terjun (Pinterest).

RADARTULUNGAGAUNG,JAWAPOS.COM - Tumpak Sewu kembali menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, termasuk turis mancanegara. Air terjun yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ini menawarkan panorama spektakuler, tetapi perjalanan menuju lokasi air terjun membutuhkan kesiapan fisik dan kehati-hatian karena sejumlah jalurnya licin, sempit, serta melewati tangga dan aliran air.

Baca Juga: Perbandingan Kostum Versi 1.0 vs 2.0: Hot Toys Artisan Iron Spider Dengan Aksesoris Gauntlet Thanos

Tumpak Sewu Bisa Diakses dari Lumajang

Tumpak Sewu berada di kawasan perbatasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dan Ampelgading, Kabupaten Malang. Dalam perjalanan yang direkam melalui jalur Lumajang, wisatawan memiliki beberapa pilihan akses menuju kawasan air terjun.

Salah satunya adalah memarkir kendaraan di bagian atas, kemudian berjalan kaki menuju area panorama. Ada pula akses yang memungkinkan kendaraan dibawa lebih dekat ke bawah sehingga pengunjung tidak perlu menempuh perjalanan turun dari area panorama.

Di kawasan tersebut juga tersedia sejumlah fasilitas untuk wisatawan. Pengunjung dapat menyewa sepatu karet dengan tarif Rp20.000. Selain itu, tersedia penitipan barang dengan biaya Rp5.000 per keranjang.

Sebelum menuju jalur air terjun, wisatawan juga bisa menikmati spot foto yang menghadap langsung ke panorama Tumpak Sewu. Dari titik ini, keindahan air terjun dapat terlihat dari ketinggian.

Jalur awal menuju kawasan tersebut relatif nyaman karena sebagian sudah menggunakan paving. Namun, kondisi mulai berubah ketika wisatawan melanjutkan perjalanan turun menuju lokasi air terjun.

Baca Juga: Menyusuri Hamparan Emas Savana Tianyar dan Kesejukan Bunga Kasna di Taman Edelweis Karangasem

Trek Turun Perlu Ekstra Hati-hati

Setelah melewati warung, perjalanan dilanjutkan melalui sejumlah anak tangga. Beberapa bagian jalur menggunakan cor, sedangkan bagian lainnya berupa tangga besi.

Jalur besi menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan karena permukaannya cukup licin, terutama ketika kondisi basah. Pengunjung yang membawa telepon genggam atau kamera juga disarankan lebih berhati-hati agar tidak terjatuh saat melewati bagian tersebut.

Perjalanan kemudian berlanjut melalui jalur yang semakin dekat dengan aliran air. Beberapa bagian trek berupa tangga yang bercampur dengan air. Pengunjung disarankan tetap menggunakan jalur tangga agar lebih aman dibandingkan berjalan melalui bebatuan yang dialiri air.

Selain licin, sejumlah bagian jalur juga cukup sempit. Kondisi tersebut membuat wisatawan perlu mengatur langkah ketika berpapasan dengan pengunjung lain.

Setelah melewati trek tersebut, kondisi jalur mulai lebih bersahabat. Permukaan berubah menjadi pasir dan area jalan menjadi lebih lebar sehingga wisatawan lebih mudah berjalan maupun berpapasan.

Di sekitar jalur juga tersedia warung, toilet, spot foto, serta area yang disebut sebagai sendang atau kolam. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi tempat wisatawan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Beiji Guwang Hidden Canyon, Air Terjun Tukad Cepung, dan Blue Lagoon Sambangan

Turis Mancanegara Ikut Memadati Tumpak Sewu

Semakin mendekati lokasi air terjun, suasana semakin ramai. Turis mancanegara terlihat ikut memenuhi jalur menuju Tumpak Sewu.

Wisatawan juga harus melewati sungai sebelum akhirnya tiba di lokasi air terjun. Jembatan menjadi pilihan yang dinilai lebih aman untuk menyeberang dibandingkan langsung melewati aliran sungai.

Setelah perjalanan cukup panjang, pemandangan air terjun akhirnya terlihat. Air yang jatuh dari tebing membentuk panorama lebar dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Kepadatan pengunjung bahkan membuat antrean terjadi di sejumlah spot foto. Wisatawan perlu bersabar karena banyak pengunjung ingin mengabadikan momen dengan latar Tumpak Sewu.

Perjalanan melalui jalur Lumajang tersebut menunjukkan bahwa wisata ke Tumpak Sewu bukan sekadar menikmati pemandangan. Pengunjung perlu menyiapkan kondisi fisik, menggunakan perlengkapan yang sesuai, dan berhati-hati saat melewati trek.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, datang bersama teman juga dapat menjadi pilihan. Selain lebih aman saat menempuh jalur, pengunjung bisa saling membantu mengambil foto di tengah ramainya kawasan wisata.

Baca Juga: Jalan Manding Pucanglaban Tulungagung Kini Mulus, Karya Bhakti TNI 2026 Resmi Ditutup

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Pronojiwo wisata jawa timur tumpak sewu lumajang air terjun