RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Tumpak Sewu menjadi salah satu destinasi alam yang mencuri perhatian dalam perjalanan menjelajah Lumajang, Jawa Timur. Air terjun setinggi sekitar 120 meter itu menawarkan panorama spektakuler dari atas hingga ke dasar, dengan aliran air yang berasal dari banyak sumber mata air.
Perjalanan menuju Tumpak Sewu dimulai dari base camp yang berjarak sekitar tujuh menit dari hotel. Wisatawan kemudian diarahkan menuju gate dan panorama untuk melihat air terjun dari ketinggian.
Dalam perjalanan, pemandu menjelaskan bahwa Tumpak Sewu memiliki dua akses, yakni melalui Lumajang dan Malang. Keduanya bertemu di kawasan yang sama, tetapi tingkat kesulitannya berbeda. Jalur dari Malang disebut lebih sulit karena didominasi tanjakan, sedangkan akses dari Lumajang memiliki bagian jalan yang lebih landai.
Sesampainya di panorama, keindahan Tumpak Sewu langsung terlihat. Air terjun dengan ketinggian sekitar 120 meter itu mengalir dari banyak sumber mata air. Suara deras air juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.
Baca Juga: Jalur Bromo Malang via Ngadas Bikin Rem Motor Panas, Ini Medannya
Jalur Turun Tumpak Sewu Cukup Menantang
Untuk mencapai bagian bawah, wisatawan harus melewati jalur yang cukup terjal, licin, dan berair. Beberapa bagian tangga disebut memiliki kondisi yang perlu diwaspadai. Dalam perjalanan, rombongan juga menemukan bekas longsoran yang disebut terjadi pada Mei.
Kondisi jalur membuat pengunjung harus berpegangan pada sisi tangga dan berjalan secara perlahan. Apalagi ketika semakin mendekati aliran air, permukaan jalan menjadi lebih basah.
Meski cukup menguras tenaga, perjalanan menuju dasar Tumpak Sewu menawarkan pemandangan yang berbeda. Wisatawan dapat melihat tebing, bebatuan besar, serta aliran air dari jarak dekat.
Salah satu hal yang juga menjadi perhatian adalah warna air. Dalam video, air di kawasan tersebut terlihat kecokelatan. Pemandu menjelaskan kondisi itu berkaitan dengan aktivitas tambang pasir di bagian atas. Saat aktivitas tambang berhenti selama beberapa hari pada momen Idul Fitri, air disebut dapat terlihat lebih jernih.
Setelah berjalan sekitar 20 menit dari area air terjun, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Goa Tetes. Sebelum itu, wisatawan dapat menikmati pemandangan Tumpak Sewu dari bawah. Dari titik tersebut, ukuran air terjun terlihat semakin besar dan membuat pengunjung merasa kecil di tengah bentang alam.
Baca Juga: Gunung Bromo Diserbu Wisatawan Sejak Dini Hari, Sunrise dari Bukit Cinta Bikin Terpukau
Goa Tetes hingga Panorama Kapas Biru
Goa Tetes menjadi bagian lain dari perjalanan. Kawasan ini menawarkan pengalaman menyusuri area goa yang basah dan gelap. Beberapa bagian juga memiliki air yang memungkinkan pengunjung bermain air.
Setelah keluar dari goa, perjalanan dilanjutkan kembali menuju atas. Rute tersebut tetap membutuhkan tenaga karena terdapat tanjakan. Rombongan kemudian beristirahat di warung sebelum melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.
Tujuan selanjutnya adalah Panorama Kapas Biru. Lokasinya disebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit berjalan kaki dari titik kendaraan. Dari kawasan tersebut, Gunung Semeru juga terlihat di belakang panorama.
Namun, rombongan memilih tidak berlama-lama karena harus melanjutkan perjalanan menuju hotel dan kemudian menuju Sala. Antrean untuk berfoto di Panorama Kapas Biru juga cukup panjang. Dalam video, nomor antrean rombongan berada di 105, sedangkan antrean yang sedang mengambil foto berada di nomor 84.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Lumajang memiliki banyak destinasi alam yang bisa dieksplorasi dalam satu rangkaian perjalanan. Selain Tumpak Sewu, terdapat Goa Tetes, Panorama Kapas Biru, hingga pemandangan Gunung Semeru.
Di tengah perjalanan, rombongan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan. Sampah yang ditemukan di kawasan wisata menjadi perhatian karena keindahan alam akan lebih terjaga jika pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.
Bagi rombongan, Tumpak Sewu menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanan tersebut. Keindahan air terjun, jalur menantang, serta suasana alam membuat destinasi ini dinilai layak masuk daftar tujuan wisata alam di Lumajang.
Baca Juga: Tumpak Sewu Ramai Turis, Jalur via Lumajang Punya Trek Ekstrem
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest