Wisata Dlingo Bantul Bukan Cuma Alam, Ada Kerajinan Bambu dan Warangka Keris Langka

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:20 WIB
Wisata Dlingo Bantul menawarkan kerajinan bambu, warangka keris, jeep, dan kuliner desa. Simak pesona budaya lokalnya. (Ilustrasi Gemini AI)
Wisata Dlingo Bantul menawarkan kerajinan bambu, warangka keris, jeep, dan kuliner desa. Simak pesona budaya lokalnya. (Ilustrasi Gemini AI)

BANTUL – Wisata Dlingo Bantul menyimpan kekayaan yang lebih luas daripada panorama perbukitan dan petualangan jeep.

Di kawasan Muntuk dan Mangunan, wisatawan dapat menemukan sentra kerajinan bambu yang diwariskan lintas generasi, pengrajin warangka keris yang mempertahankan keterampilan tradisional, hingga tempat kuliner yang menyajikan makanan khas pedesaan di tengah persawahan. Potensi ini menunjukkan bagaimana wisata alam, budaya, dan ekonomi masyarakat dapat dikembangkan dalam satu perjalanan.

Daya tarik tersebut terlihat dalam kegiatan jelajah Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perjalanan dimulai dari Puncak Becici, kemudian berlanjut melewati jalur alam, perkampungan pengrajin, hingga destinasi kuliner tradisional.

Baca Juga: Debut di RFF 2026, Merakit Perahu Production Angkat Pesan Perjuangan dan Komunikasi Keluarga

Kerajinan Bambu Menjadi Identitas Kampung Muntuk

Salah satu destinasi yang menarik perhatian adalah sentra kerajinan bambu di Karangasem, Muntuk, Dlingo. Di kawasan ini, aktivitas produksi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatan berbagai produk, mulai dari mengolah bahan baku, menganyam, menghaluskan permukaan, hingga mengemas barang untuk dipasarkan.

Produk yang dihasilkan cukup beragam. Ada tampah, wadah makanan, tempat buah, tudung saji, tempat hantaran, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya. Sejumlah pengrajin juga membuat produk berdasarkan desain atau permintaan konsumen.

Supri, salah satu pengelola sentra kerajinan, menjelaskan bahwa keterampilan mengolah bambu berawal dari warisan nenek moyang. Dahulu, masyarakat membuat produk tradisional seperti tampah dan berbagai perlengkapan rumah tangga. Seiring perubahan kebutuhan pasar, jenis produk terus dikembangkan.

Inovasi tersebut menjadi salah satu cara pengrajin mempertahankan usaha di tengah perubahan selera konsumen. Sebagian produk bahkan mulai dipasarkan ke luar negeri, sementara generasi muda memanfaatkan penjualan daring untuk memperluas jangkauan pembeli.

Selain memiliki nilai ekonomi, kerajinan bambu menawarkan alternatif bahan alami untuk sejumlah kebutuhan rumah tangga. Produk ini juga memiliki daya tarik estetis karena dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan desain.

Kunjungan wisatawan memberikan kesempatan untuk mengenal proses produksinya secara langsung, sekaligus membuka peluang pemasaran melalui pengalaman berbelanja di tempat.

Warangka Keris, Warisan Budaya yang Tetap Dijaga

Perjalanan kemudian berlanjut ke rumah Sogol, seorang pengrajin warangka keris di kawasan Mangunan. Warangka merupakan bagian berupa sarung atau rangka tempat menyimpan keris, yang memiliki karakter tersendiri berdasarkan tradisi pembuatannya.

Sogol menjelaskan bahwa proses pembuatan warangka tidak hanya bergantung pada keterampilan tangan, tetapi juga kualitas kayu yang digunakan. Jenis dan motif kayu dapat memengaruhi hasil akhir, sehingga pengrajin perlu menyesuaikan bentuk pengerjaan dengan karakter bahan.

Dalam kunjungan tersebut, pengunjung diperkenalkan dengan perbedaan gaya Yogyakarta dan Surakarta. Keduanya memiliki karakter bentuk yang dapat dikenali melalui model warangka yang dihasilkan.

Bagi Sogol, mempertahankan kerajinan tersebut merupakan bentuk nguri-uri budaya atau merawat warisan leluhur. Di sisi lain, pekerjaan itu juga menjadi sumber penghidupan.

Keberadaan pengrajin seperti Sogol memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterampilan yang terus dipraktikkan, sekaligus dukungan pasar agar pekerjaan tradisional tetap memiliki nilai ekonomi.

Jeep Menghubungkan Wisata Alam dan Kampung Budaya

Selain mengunjungi sentra kerajinan, wisatawan dapat menjelajahi kawasan Dlingo menggunakan jeep yang berangkat dari Puncak Becici.

Pengelola Pandawa Adventure menyediakan beberapa pilihan paket, mulai dari perjalanan singkat hingga rute yang lebih panjang. Pilihannya mencakup jelajah alam, susur sungai, serta kunjungan ke kampung-kampung yang memiliki kegiatan UMKM.

Tarif paket jeep dalam perjalanan tersebut disebut mulai Rp350 ribu untuk empat orang, termasuk minuman selamat datang dan makanan ringan. Pengunjung juga dibekali helm sebagai perlengkapan keselamatan.

Salah satu pengalaman yang ditawarkan adalah susur sungai sepanjang kurang lebih 700 meter. Jalurnya memiliki bebatuan besar dan kontur yang menantang, sehingga memberikan sensasi petualangan bagi wisatawan.

Puncak Becici sendiri mulai dirintis sebagai destinasi wisata pada 2015 dan semakin dikenal setelah dikunjungi mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada 2017. Kini, kawasan tersebut juga menjadi titik keberangkatan untuk menjelajahi sejumlah tempat di sekitarnya.

Kuliner Tradisional Melengkapi Perjalanan

Setelah menjelajahi alam dan sentra budaya, wisatawan dapat singgah di Gubuk Watu Adek, kawasan Mangunan. Tempat makan ini menawarkan suasana pedesaan dengan hamparan sawah dan lingkungan alami.

Pilihan menu meliputi nasi pecel, ayam goreng, nasi wader, tempe garit, lotis, serta minuman tradisional seperti wedang jahe dan serai. Penggunaan tungku kayu dan perlengkapan dapur tradisional menambah karakter tempat tersebut.

Akses kendaraan roda empat menuju lokasi memiliki keterbatasan. Berdasarkan informasi dalam perjalanan, pengunjung yang membawa mobil perlu memarkir kendaraan di area kampung dan meneruskan perjalanan menggunakan ojek lokal dengan tarif sekitar Rp10 ribu pulang-pergi.

Rangkaian destinasi tersebut memperlihatkan bahwa wisata Dlingo Bantul memiliki peluang untuk berkembang melalui keterlibatan masyarakat. Kerajinan bambu, pembuatan warangka keris, petualangan jeep, dan kuliner tradisional bukan sekadar pelengkap perjalanan, tetapi bagian dari identitas lokal yang layak dikenal lebih luas.

Baca Juga: Debut di RFF 2026, Merakit Perahu Production Angkat Pesan Perjuangan dan Komunikasi Keluarga

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : PERGI KELUAR
Wisata Dlingo Bantul kerajinan bambu Muntuk Pandawa Adventure kuliner tradisional Mangunan Warangka Keris