Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan dagang di Bahu Jalan JLS,Nanti Kena Ini…

Nanda Nila Alvinda • Jumat, 30 Juni 2023 | 23:00 WIB
Jalur Lintas Selatan (JLS)
Jalur Lintas Selatan (JLS)

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Jalur lintas selatan (JLS) lot 6 yang menghubungkan Tulungagung–Trenggalek sudah resmi dibuka pada 26 Juli lalu. Namun, masih sebatas fungsional hingga 16 Juli karena analisis keselamatan belum selesai. Dengan dibukanya JLS ini dapat meningkatkan perekonomian wilayah selatan.

PPK Pansela 1 Provinsi Jatim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian PUPR, Andhika Tommy Ardiansyah mengatakan, dibukanya Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 6 ini pertimbangannya untuk meningkatkan perekonomian wilayah selatan. Selain itu, ada permintaan dari kedua pemerintah kabupaten sehingga didukung untuk dilakukan pembukaan jalur. “Waktu pembukaan JLS ini bersamaan waktu libur sekolah, agar wisata di sekitar yang dilewati jalan tersebut ramai. Namun, kami memohon masyarakat menjaga pembangunan jalan yang sudah dibangun, terutama kebersihan. Dan kedua, warung-warung liar yang sudah mulai banyak,” tutur Tommy.

Hal itu dilakukan karena, bagi Tommy, yang rugi sebenarnya masyarakat sekitar Jalan Lintas Selatan (JLS) Trenggalek dan Tulungagung. Bila tidak menjaga ketertiban dan kebersihan, pasti akan risih dan tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Apalagi, memang tidak diperuntukkan ada warung-warung di bahu jalan yang mengakibatkan keramaian.

Meskipun sudah banyak warung yang eksis, hal itu seharusnya menjadi kewenangan pemkab untuk menertibkan. Lantaran hal itu sudah sesuai dengan surat kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasiona (BBJN) ke pemkab. Agar melakukan sosialisasi untuk pelarangan kegiatan berdagang di bahu jalan JLS dan melakukan penertiban bagi masyarakat yang mendirikan bangunan milik jalan yang baru terbangun. “Kalau kami suruh jaga warga, pemkab tidak ada pekerjaan. Karena itu merupakan kewenangan untuk menangani ketertiban daerahnya,” terangnya.

Sebelum membuka JLS Lot 6 ini, pihaknya masih konfirmasi ke Pemkab Trenggalek. Meskipun begitu, tanpa meminta izin ke Pemkab Tulungagung, otomatis JLS Lot 6 ini tepat dibuka untuk Tulungagung juga. Namun masih dibuka fungsional. Karena kemarin, hasil analisis keselamatan belum keluar dan kebetulan ada perbaikan di beberapa titik. Maka dari itu, analisisnya mengulang lagi setelah diperbaiki. Tentunya ini sudah siap untuk dilewati kendaraan, tetapi masih ada pembersihan sedimentasi di ruas Besole-Brumbun karena saluran irigasinya kotor. “Sedangkan di ruas utama sudah aman. Setelah 16 Juli nanti belum ada arahan lebih lanjut, apakah dibuka permanen atau ditutup lagi,” pungkasnya.(jar/c1/rka)

Editor : Nanda Nila Alvinda
#JLS #jls trenggalek tulungagung #dagang