Minggu, 26 Jun 2022
Radar Tulungagung
Home / Blitar
icon featured
Blitar

DLH Kota Blitar Pertahankan Prestasi ProKlim, Gencar Penghijauan

10 Desember 2021, 14: 45: 38 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DLH Kota Blitar Pertahankan Prestasi ProKlim, Gencar Penghijauan

Share this      

BLITAR - Berbagai program kegiatan di bidang lingkungan terus dimaksimalkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar. Meski dalam situasi pandemi Covid-19, hal itu bukan halangan untuk terus mengoptimalkan pengelolaan lingkungan. Bahkan baru-baru ini, DLH kembali menorehkan prestasi dalam Program Kampung Iklim (ProKlim).

Program yang digagas kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) itu bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Tahun ini Kota Blitar berhasil mendapat tiga penghargaan ProKlim sekaligus. Penghargaan itu diumumkan Oktober lalu.

Karena masih dalam masa pandemi, Wali Kota Blitar Santoso menerima penghargaan tersebut secara virtual. Penghargaan itu diserahkan Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar. “Penghargaan ini sudah yang kesekian kalinya. Harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Ini program yang strategis dan membawa dampak positif bagi lingkungan,” ujar Plt Kepala DLH Kota Blitar Jajuk Indihartati, kemarin (8/12).

Baca juga: Pemkab Blitar Launching Puskesos

DLH Kota Blitar Pertahankan Prestasi ProKlim, Gencar Penghijauan

Jajuk mengatakan, dua dari tiga penghargaan itu ditujukan kepada dua kelurahan. Yakni Kelurahan Tanjungsari mendapat tropi ProKlim kategori Lestari, dan Kelurahan Klampok memperoleh sertifikat ProKlim Utama. Kemudian satu penghargaan lagi ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

“Pemkot mendapat Piagam Apriasiasi Pembinaan Proklim Tingkat Kab/Kota. Prestasi ini tidak lepas dari kerja sama seluruh tim DLH, camat, lurah, dan masyarakat yang terlibat,” terangnya. Jajuk melanjutkan, ProKlim merupakan program nasional yang dikembangkan KLHK. Program itu untuk mendorong masyarakat dan seluruh pihak terkait dalam melaksanakan aksi nyata menjaga lingkungan. “Di samping itu, juga dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim serta mengurangi emisi GRK,” jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan ProKlim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 19 Tahun 2012 tentang Program Kampung Iklim. ProKlim dapat dikembangkan serta dilaksanakan di wilayah minimal tingkat RW dan kelurahan. Di samping itu, lanjut dia, ini juga bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lokasi ProKlim. Seperti pengendalian kekeringan, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, pengelolaan sampah padat dan cair, pengelolaan dan pemanfaatan air limbah, budi daya pertanian, peningkatan tutupan vegetasi dan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran lahan.

Selain ProKlim, DLH juga memiliki sejumlah program unggulan terutama terkait pengelolaan sampah dan limbah. Program itu meliputi,  GEMPITA (Gerakan Masyarakat Peduli Kelola Sampah), GERDU KASIH (Gerakan Terpadu Kali Bersih), Si Taat Mening (Evaluasi Penataan Pelaksanaan Dokumen Lingkungan), SIDOTI (Sistem Informasi Sedot Tinja Terintegrasi), dan SILOLIK (Sistem Informasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan). Jajuk menambahkan, program itu terus dioptimalkan. Berbagai kegiatan dari program tersebut rutin dilaksanakan.

“Seperti program GEMPITA, kami maksimalkan melalui Bank Sampah. Kini kami ada sekitar 84 bank sampah,” jelasnya.

Kemudian program GERDU KASIH, merupakan kegiatan bersih-bersih sungai maupun kali. Lanjut program Si Taat Mening. Program itu berupa lomba yang diselenggarakan dalam rangka mendukung kegiatan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaku kegiatan atau usaha yang memiliki dokumen lingkungan. Dan program lainnya adalah SIDOTI, yaitu layanan jasa sedot tinja. DLH Kota Blitar juga fokus meningkatkan pelestarian lingkungan. Baik itu dengan menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah, hingga menanam pohon atau penghijauan. Seperti penghijauan, yakni menanam pohon di sejumlah titik. Di antaranya di sekitar sumber mata air di wilayah tertentu.

Penanaman pohon itu demi menjaga kelestarian sumber mata air. “Dan yang terpenting menjaga kualitas udara agar tetap baik,” terangnya. Selain di sumber mata air, penanaman pohon juga dilakukan di pinggir ruas jalan. Salah satu pohon yang sedang gencar ditanam adalah tabebuya. “Kami ingin mempercantik ruas jalan kota. Semakin banyak pohon yang ditanam, maka oksigen yang dihasilkan juga tercukupi,” ujar perempuan berjilbab itu.

Dalam melestarikan lingkungan, DLH membangun ruang terbuka hijau (RTH) alias taman di sejumlah titik. Terbaru dan sedang dibangun adalah Taman KeHati. Taman yang terletak di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo itu bakal menambah pemandangan cantik di Kota Blitar. Beberapa waktu lalu, DLH juga menambah koleksi satwa di Taman Kebonrojo. Ada beberapa jenis satwa baru penghuni kebun binatang mini itu. Di antaranya, merak hijau, landak, dan monyet. Penambahan satwa itu bertujuan untuk menambah daya tarik pengunjung. Program Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) juga terus digalakkan. Yakni untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari.

DLH rutin membina dan memfasilitasi setiap kelurahan untuk mengoptimalkan program kelurahan berseri. Program Kelurahan Berseri memiliki tiga tingkatan. Yakni Pratama, Madya, dan Mandiri. Untuk tingkatan mandiri, Kelurahan harus memiliki komponen pengelolaan sampah yang baik. Mulai dari pengomposan, pengelolaan bank sampah, penataan taman dan jalan lingkungan, serta peran aktif kader dan warga dalam mengelola sampah dan produk inovatif.

Optimalisasi program sekolah adiwiyata juga terus dilakukan. Bahkan di masa pandemi Covid-19 ini, DLH makin gencar melakukan pembinaan di sekolah adiwiyata. “Kami terus gencar lakukan pembinaan di sekolah-sekolah adiwiyata. Kami ingin meningkatkan partisipan,” tandasnya. (sub/c1/wen/dfs)

(rt/ang/ang/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia