Senin, 17 Jan 2022
Radar Tulungagung
Home / Blitar
icon featured
Blitar

Siapkan Mobil Pengangkut Air

Guna Drop Air Kebutuhan Warga

11 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Siapkan Mobil Pengangkut Air

CEPAT TANGGAP: Petugas Bangkesbangpol dan BPD Kota Blitar melakukan dropping air saat musim kemarau, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. BPBD Kota Blitar For Radar Blitar. )

Share this      

SANANWETAN, Radar Blitar - Memasuki puncak musim kemarau, potensi kekeringan bisa terjadi di sejumlah wilayah di Kota Blitar. Meski belum ada laporan dari warga tentang kekeringan, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar. Termasuk anggaran sebesar Rp 60 juta disiapkan untuk menanggulangi kekeringan tahun ini.

Salah satu fokus perhatian di puncak kemarau ini, BPBD Kota Blitar mengantisipasi terjadinya krisis air di sejumlah wilayah. Selain alokasi anggaran sebesar puluhan juta, juga menyiapkan dua unit kendaraan untuk droping air bersih apabila terjadi krisis air. Selain itu, personel dari tim gabungan juga disiagakan untuk mewaspadai terjadinya krisis air sewaktu-waktu.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana daerah (PBD) Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar Supriyadi mengatakan, puncak musim kemarau terjadi pada September 2020. Hal tersebut sesuai perkiraan dari BPBD Jatim. Kota Blitar menjadi salah satu wilayah yang berpotensi terjadinya kekeringan ataupun krisis air bersih.

Baca juga: Siapkan Materi Laporan DKPP

"Sesuai dengan prediksi dari BPDB Jatim, puncak kemarau itu terjadi bulan ini. Kota Blitar termasuk salah satu daerah yang juga rawan atau berpotensi untuk terjadi kekeringan," paparnya.

Supriyadi menyebutkan, hingga kini belum ada laporan dari warga ataupun perangkat desa yang melaporkan terjadi krisis di wilayah tempat tinggalnya. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan ataupun kecamatan untuk bergerak cepat apabila terjadi krisis air. Selain itu, sejumlah persiapan juga dilakukan untuk menanggulangi krisis air yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Belum ada laporan sampai kini, tapi kami terus berkoordinasi dengan tim gabungan dan warga setempat. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan langkah antisipasi. Termasuk menyediakan dua unit kendaraan untuk droping air bersih. Juga ada sekitar Rp 60 juta anggaran yang kami siapkan untuk menanggulangi krisis air bersih ini," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Bangkesbangpol dan PBD Kota Blitar pada 2019, ada sekitar tujuh kelurahan yang berpotensi terjadi kekeringan atau krisis air bersih saat musim kemarau. Di antaranya, Kelurahan Tanggung, Ngadirejo, Sentul, Pakunden, Tanjungsari, Tlumpu, dan Gedog. Tujuh kelurahan tersebut berpotensi terjadi krisis air bersih karena pengaruh dari kondisi geografis.

"Tahun ini lebih aman musim kemaraunya jika dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu itu ada sekitar tujuh kelurahan terjadi krisis air. Sedangkan untuk jumlah KK-nya, ada sekitar 604 yang terdampak. Jadi musim kemarau tahun lalu itu lebih ekstrem," pungkasnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia