26.2 C
Tulungagung
Friday, August 12, 2022

Kota Blitar Raih Penghargaan Kota Terbaik di Jatim

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Setelah menjadi satu-satunya kota/kabupaten yang bisa menerapkan PPKM level 1 dan new normal. Kemarin (13/12), Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali diganjar sebagai salah satu kota terbaik di Jawa Timur (Jatim) dalam penanganan pandemi Covid-19. Penghargaan yang diterima langsung Wali Kota Santoso dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini digelar pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) Jatim di Mojokerto.

Diganjarnya Pemkot Blitar dengan prestasi kota terbaik ini dengan berbagai indikator, mulai dari penanganan kasus konfirmasi, kapasitas respon yang meliputi positifity rate, penanganan kontak erat, hingga bed occupancy rate (BOR). Tentu capaian vaksinasi untuk berbagai sasaran termasuk lansia yang melampaui target. Wali Kota Santoso mengatakan, koordinasi, komunikasi, dan sinergi menjadi kunci penganan Covid-19 di Kota Blitar.

“Kuncinya semua bersinergi, seluruh pemangku kepentingan, utamanya jajaran TNI, Polri, petugas kesehatan dan masyarakat. Kita harus bersama untuk menangani pandemi,” ujarnya. Dia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam menangani Covid-19 di Kota Blitar. Dia berharap, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Disiplin masyarakat tak boleh kendor untuk prokes, apalagi dengan adanya varian baru yang lebih mematikan,” harapnya. (*/ady)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar – Setelah menjadi satu-satunya kota/kabupaten yang bisa menerapkan PPKM level 1 dan new normal. Kemarin (13/12), Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali diganjar sebagai salah satu kota terbaik di Jawa Timur (Jatim) dalam penanganan pandemi Covid-19. Penghargaan yang diterima langsung Wali Kota Santoso dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini digelar pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) Jatim di Mojokerto.

Diganjarnya Pemkot Blitar dengan prestasi kota terbaik ini dengan berbagai indikator, mulai dari penanganan kasus konfirmasi, kapasitas respon yang meliputi positifity rate, penanganan kontak erat, hingga bed occupancy rate (BOR). Tentu capaian vaksinasi untuk berbagai sasaran termasuk lansia yang melampaui target. Wali Kota Santoso mengatakan, koordinasi, komunikasi, dan sinergi menjadi kunci penganan Covid-19 di Kota Blitar.

“Kuncinya semua bersinergi, seluruh pemangku kepentingan, utamanya jajaran TNI, Polri, petugas kesehatan dan masyarakat. Kita harus bersama untuk menangani pandemi,” ujarnya. Dia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam menangani Covid-19 di Kota Blitar. Dia berharap, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Disiplin masyarakat tak boleh kendor untuk prokes, apalagi dengan adanya varian baru yang lebih mematikan,” harapnya. (*/ady)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/