26.2 C
Tulungagung
Friday, August 12, 2022

Perayaan Waisak 2566 BE di Vihara Budha Loka Tulungagung

TULUNGAGUNG – Setelah dua tahun, umat Buddha di Tulungagung merayakan Waisak secara terbatas dan sederhana di Wihara Buddha Loka, Jalan Mayjend Sungkono, kemarin (16/5). Mereka menyambut detik-detik Waisak dengan masih menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Puluhan umat Buddha terlihat antusias melakukan perayaan Tri Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE) dengan dimulainya melakukan ritual tepat pukul 10.00 WIB. Mereka memasuki wihara dengan membawa bunga sedap malam dan memakai pakaian serba putih. Sebelumnya, mereka mengelilingi wihara terlebih dahulu beberapa kali yang juga dengan membawa bunga sedap malam.

Setelah itu umat Buddha duduk berjarak di dalam wihara sembari mendengarkan khotbah rohani dari Samanera, Piadhaso. Kemudian, mereka melakukan upacara puja bakti hingga detik-detik Waisak pada pukul 11.13 yang dipimpin Piadhaso. Lalu diakhir Piadhaso mencipratkan air suci dengan bunga sedap malam dengan maksud memberi keberkahan.

“Dalam momentum Waisak tahun ini tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Kami bersyukur karena peringatan Waisak akhirnya bisa terbuka untuk umat Buddha secara umum di Tulungagung,” ujar Piadhaso.(jar/c1/din)

TULUNGAGUNG – Setelah dua tahun, umat Buddha di Tulungagung merayakan Waisak secara terbatas dan sederhana di Wihara Buddha Loka, Jalan Mayjend Sungkono, kemarin (16/5). Mereka menyambut detik-detik Waisak dengan masih menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Puluhan umat Buddha terlihat antusias melakukan perayaan Tri Suci Waisak 2566 Buddhist Era (BE) dengan dimulainya melakukan ritual tepat pukul 10.00 WIB. Mereka memasuki wihara dengan membawa bunga sedap malam dan memakai pakaian serba putih. Sebelumnya, mereka mengelilingi wihara terlebih dahulu beberapa kali yang juga dengan membawa bunga sedap malam.

Setelah itu umat Buddha duduk berjarak di dalam wihara sembari mendengarkan khotbah rohani dari Samanera, Piadhaso. Kemudian, mereka melakukan upacara puja bakti hingga detik-detik Waisak pada pukul 11.13 yang dipimpin Piadhaso. Lalu diakhir Piadhaso mencipratkan air suci dengan bunga sedap malam dengan maksud memberi keberkahan.

“Dalam momentum Waisak tahun ini tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Kami bersyukur karena peringatan Waisak akhirnya bisa terbuka untuk umat Buddha secara umum di Tulungagung,” ujar Piadhaso.(jar/c1/din)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/